Saatnya Bank NTT Dipimpin Orang Dalam – TIMOREXPRESS.COM

TIMOREXPRESS.COM

RAGAM

Saatnya Bank NTT Dipimpin Orang Dalam

RUPS LB Usul Lima Anggota Dewan Direksi
Hali Lanan, Sukardan, Djo jadi Komisaris

MAUMERE, TIMEX-Dewan Direksi Bank NTT sebanyak lima orang akhirnya diisi seluruhnya oleh orang dalam atau internal Bank NTT. Kali ini seluruh dewan direksi Bank NTT diisi orang dalam setelah dua periode sebelumnya dipimpin figur dari luar Bank NTT.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT yang berlangsung Jumat (11/8) di Maumere telah mengusulkan lima anggota dewan direksi Bank NTT peiode 2018-2022. Lima anggota dewan direksi tersebut adalah Eduardus Bria Seran (Dirut), Absalom Sine (Direktur Pemasaran Kredit), Alex Riwu Kaho (Direktur Pemasaran Dana), Thadeus Sola (Direktur Umum) dan Hilarius Minggu (Direktur Kepatuhan). Lima direksi ini adalah kader Bank NTT. Bahkan tiga diantaranya adalah mantan pemimpin cabang Maumere. Yakni Eduardus Bria Seran, Hilarius Minggu dan Absalom Sine. Alex Riwu Kaho mantan pemimpin cabang Sumba Timur dan Thadeus Sola mantan pemimpin cabang Ende.

Periode sebelumnya dewan direksi terutama Dirut selalu diisi figur dari luar Bank NTT. Mantan Dirut dua periode, Daniel Tagu Dedo adalah figur dari luar Bank NTT. Sebelum menjadi Dirut, Tagu Dedo juga pernah menjabat sebagai direksi.

RUPS LB Maumere yang merupakan lanjutan RUPS LB Labuan Bajo, 25 Maret 2017 lalu. RUPS yang semula direncanakan pukul 08.00 Wita itu baru dimulai pukul 10.30. Rapat yang bersifat tertutup di Hotel Sylvia Maumere ini baru berakhir pukul 16.30.

Seperti yang disaksikan Timor Expres, rapat tersebut dihadiri para pemegang saham, yakni para bupati se–NTT dan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Frans yang dikonfirmasi usai RUPS LB tersebut mengatakan, lima direktur terlpilih dalam rapat tersebut semuanya adalah orang dalam Bank NTT.

Frans menjelaskan, RUPS LB Maumere harus memilih calon dewan direksi karena kepengurusan dewan direksi saat ini akan berakhir Desember nanti. “Para calon sebelumnya telah direkrut, namun sesuai anggaran dasar masih ada yang belum memenuhi syarat untuk dicalonkan,” jelas Lebu Raya.

Ditanya mengenai agenda lain yang dibahas termasuk proses hukum terhadap beberapa pejabat Bank NTT, Lebu Raya mengatakan, hal tersebut juga antara lain dibahas. Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh. Namun, informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan direksi diminta menjelaskan kasus yang saat ini sedang ditangani Kejati NTT. Ada tiga orang dari Bank NTT yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan microsoft society (MS) Bank NTT.

“Dalam rapat kami juga membahas soal adanya sorotan kepada Bank NTT akhir-akhir ini. Ini karena ada kasus yang melanda Bank NTT,” tandas Lebu Raya.
Frans beraharap Bank NTT ke depan dengan adanya kepengurusan yang baru dapat menjadi lebih baik dan lebih dipercaya mamsyarakat NTT. “Kita harapkan bank NTT menjadi bank yang semakin dipercaya masyarakat,” ungkap Frans.

Tahapan selanjutnya setelah pemilihan calon anggota dewan direksi di RUPS LB Maumere ini adalah seleksi persyaratan administrasi. Calon harus melengkapi berkas untuk dikirim ke otoritas jasa keuangan (OJK). Setelah dinyatakan lengkap, para calon akan mengikuti fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan OJK Pusat. Jika dinyatakan lulus baru bisa dilantik.

Yang menarik dari proses pemilihan calon dewan direksi saat RUPS LB kemarin adalah untuk posisi Direktur Umum. Posisi yang akan ditinggalkan Adrianus Ceme ini ada sembilan kandidat (selengkapnya lihat grafis), namun RUPS akhirnya memilih Thadeus Sola. Mantan pemimpin cabang Ende ini mendapat dukungan dari sebagian besar peserta RUPS.

Yang tanpa pesaing hanya dua posisi yakni Direktur Pemasaran Kredit yang saat ini masih dijabat Absalom Sine tidak diperebutkan. Absalom diusul lagi menduduki jabatan yang sama. Selain itu posisi Komisaris Utama hanya satu calon yakni Hali Lanan Elias yang saat ini menjabat Kepala PPKAD NTT. Dua komisaris independen lainnya yang dipilih adalah Sukardan Aloysius (dosen FH Undana) dan Semuel Djo.

Komisaris Utama Bank NTT, Frans Salem ayng dikonfirmasi terpisah membenarkan hasil RUPS tersebut. Menurut mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT itu, proses pemilihan sudah membuahkan hasil dan semua yang terpilih tersebut memenuhi syarat untuk mengikuti proses selanjutnya. “Nanti tinggal ikut fit and proper test di OJK (Otoritas jasa Keuangan),” jelas Frans Salem. (kr5/cel/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top