Dicirugai Santet, Dina Patola Oemanu Dihabisi – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

KRIMINAL

Dicirugai Santet, Dina Patola Oemanu Dihabisi

TERSANGKA. Inilah tersangka pembunuhan terhadap korban Dina Patola Oemanu yakni Riki Balo dan Andri Benu yang berhasil ditangkap Tim Buser Polres Kupang di Kabupaten Rote Ndao pada Minggu (13/8).

RESKRIM POLRES KUPANG FOR TIMEX

Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Pantulan

Dua Pelaku Ditangkap di Rote Ndao

KUPANG, TIMEX– Pelarian dua orang pemuda tanggung masing-masing Riki Balo dan Andri Benu akhirnya terhenti. Ini setelah kedua pemuda asal Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang ditangkap Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang di Kabupaten Rote Ndao pada Minggu malam (13/8) sekira pukul 23.00. Keduanya diduga sebagai pelaku utama yang tega menghabisi nyawa Dina Patola Oemanu, 58, pada Selasa (8/8) lalu sekira pukul 20.00.

Oleh kedua pelaku, jasad korban kemudian dibuang di pinggir pantai Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Kedua pelaku ini hanya bisa buron selama dua hari usai membunuh korban dengan cara dianiaya pakai kayu dan tangan. Usai mencabut nyawa nenek setengah abad lebih itu, kedua pelaku memilih melarikan diri ke Kabupaten Rote Ndao. Keduanya mengaku menghabisi nyawa Dina Patola Oemanu lantaran kesal kalau Dina Patola Oemanu-lah yang menyantet ayah pelaku Riki Balo, Melkias Balo, 70, hingga meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma yang dikonfirmasi Timor Express melalui Kasat Reskrim, Iptu Simson L. Amalo, Senin (14/8) membenarkan adanya penangkapan dua orang pelaku yang sudah membunuh korban Dina Patola Oemanu. Dikronologiskan Kasat Reskrim olres Kupang ini, pihaknya mendapatkan informasi temuan mayat sesuai laporan polisi nomor: LP/22/VIII/2017/RES KUPANG, tanggal 11 Agustus 2017 dengan korban, Dina Patola Oemanu di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. “Setelah dapat laporan temuan mayat dengan korban Dina Patola Oemanu, tim kita langsung berangkat ke lokasi dan dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Unit lidik kita juga langsung melakukan pengembangan atas kejadian itu,” tegas Simson.

Dari hasil olah TKP, lanjut Kasat Reskrim, didapatkan beberapa kejanggalan pada jasad korban berupa luka dibagian wajah. “Dari hasil olah TKP, tim kita temukan bercak darah sebanyak tiga titik di atas pasir pantai Pantulan. Bukti lainnya seperti ada sendal yang diduga milik pelaku serta bekas seretan tubuh korban di atas pasir,” tegas dia.

Setelah dilakukan visum et repertum oleh tim Biddokkes Polda NTT di RS Bhayangkara Tingkat III Titus Uly ditemukan juga beberapa tanda kekerasan pada tubuh korban tewas seperti tulang tengkorak pecah, luka lecet di wajah serta tulang dada patah. “Dengan adanya beberapa fakta di TKP dan juga pada tubuh korban, maka kita lanngsung melakukan interogasi terhadap keluarga korban, kepala desa dan masyarakat di sekitar rumah korban. Dari hasil penyelidikan itu kita dapatkan dua nama yakni Riki Balo dan Andri Benu yang juga tetangga korban sebagai pelaku pembunuhan,” sebut Kasat Reskrim.

Dan, lanjut dia, kedua pelaku diketahui sudah melarikan diri ke Kabupaten Rote Ndao setelah menghabisi korban. “Tim kita langsung berangkat ke Rote Ndao pada Minggu (13/8) dan pada malam harinya sekira pukul 23.00 kedua pelaku berhasil kita tangkap. Keduanya langsung kita bawa ke Mapolres Kupang untuk diproses hukum. Keduanya sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP,” tegas Simson.

Dari hasil interogasi awal, kata dia, kedua tersangka megakui perbuatannya yakni membunuh korban Dina Patola Oemanu pada Selasa (8/8) sekitar pukul 20.00. “Alasan kedua pelaku nekad menghabisi korban hanya karena keduanya mencurigai korban sebagai pelaku santet terhadap orang tua dari pelaku Riki Balo, Melkias Balo. Pengungkapan kejadian ini setelah kita lakukan pengembangan di TKP dan juga hasil interogasi kita dengan keluarga korban, masyarakat termasuk pemerintah desa setempat,” beber Simson. Awalnya, masyarakat setempat mengaku itu hanya temuan mayat biasa tapi setelah dilakukan pengembangan ternyata korban dibunuh oleh kedua pelaku. (gat)

Click to comment

Most Popular

To Top