Kado Spesial HUT Ke-72 Kemerdekaan RI – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Kado Spesial HUT Ke-72 Kemerdekaan RI

KARYA ANAK BANGSA. Pesawat N-219 yang merupakan karya Lapan dan PT. Dirgantara Indonesia berada di PT. DI Bandung.

IST

Pilot Perempuan Uji Terbang

Pesawat N-219

JAKARTA, TIMEX–Beredar video penampakan pesawat N-219 berlari kencang di bandara Husein Sastranegara. Pesawat hasil kolaborasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan PT Dirgantara Indonesia (DI) itu dijadwalkan terbang perdana sebelum perayaan HUT RI ke-72 pada 17 Agustus besok.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin membenarkan bahwa pesawat angkut berkapasitas 19 penumpang telah melakukan serangkaian uji. “Tetapi video yang beredar itu bukan proses uji terbang. Masih tahap uji pra-terbang,” katanya di Jakarta, Senin (14/8). Thomas mengatakan uji pra-terbang itu biasa disebut uji hoping.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, Pesawat N-219 tampak sudah bisa meluncur dengan kecepatan tinggi. Namun tidak terlihat apakah pesawat yang dirancang sejak 2007 itu bisa lepas landas (take off) atau belum. Tetapi berdasarkan cerita dari Thomas, dalam uji hoping itu pesawat N-219 sudah berhasil terbang tetapi dalam waktu yang cukup singkat.

Dia berharap dengan uji hoping itu, pesawat N-219 bisa segera diketahui layak untuk dijajal terbang perdana atau tidak. Thomas mengatakan target yang digagas sekarang adalah, pesawat ini bisa terbang perdana sebelum 17 Agustus. Sehingga pada 17 Agustus nanti, pesawat ini bisa menjalani misi terbang lebih lancar. Sekaligus menjadi kado spesial perayaan kemerdekaan Indonesia.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan Gunawan Prabowo menuturkan, tim teknis terus mematangkan rencana terbang perdana N-219 itu. Khususnya terkait segala jenis perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ’’Sore ini (Senin, Red) kita gelar doa bersama supaya terbang perdana berjalan lancar,’’ katanya.

Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menyambut baik rencana terbang perdana pesawat karya anak bangsa itu. Dia menjelaskan agenda ini merupakan tonggak perkembangan teknologi tanah air.

Guru besar UGM Jogjakarta itu menjelaskan Indonesia sejatinya sudah bisa membuat pesawat terbang pada 1992 lalu. ’’Pada masa itu, belum ada negara di ASEAN maupun Asia yang secanggih Indonesia dalam hal kedirgantaraan. Tetapi karena krisis ekonomi, akhirnya mati suri,’’ jelasnya.

Ghufron berharap N-219 menjadi titik awal bergairahnya industri dirgantara nasional. Melihat keunggulan pesawat ini, dia optimis nantinya akan laris di pasaran. Mantan Wakil Menkes itu berujar, pesawat ini bisa menjadi alat transportasi efektif pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Riset sekaligus produksi perdana pesawat N-219 diperkirakan menelan anggaran Rp 300 miliar. Pesawat ini diperkirakan memiliki harga jual di kisaran USD 4,5 juta atau Rp 60 miliar. Keunggulan lain pesawat ini hanya membutuhkan landasan pacu sepanjang 600 meter saja.

Diuji Pilot Perempuan

Jika tidak ada kendala, pagi ini (16/8) pesawat karya anak negeri N-219 menjalani misi terbang perdana. Pilot perempuan dari PT Dirgantara Indonesia Esther Gayatri Saleh bakal menjajal N-219 menerbangi langit Bandung.

Pesawat berkapasitas 19 penumpang itu adalah proyek kerja sama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dengan PT Dirgantara Indonesia (DI). Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, persiapan uji terbang perdana di Bandara Husein Sastranegara dimulai pukul 06.30.

Kemudian agenda utama yakni uji terbang perdana (first flight) dimulai pukul 09.00 sampai 10.00. Di dalam rentang waktu 60 menit itu, ada tiga kegiatan utama. Yakni pengujian take off (lepas landas), test flight (uji terbang), dan landing (pendaratan).

’’Berapa lama akan terbang, saya belum bisa memastikan. Semua itu sesuai perhitungan pilot di lapangan,’’ jelasnya kemarin (15/8). Thomas berharap uji terbang perdana yang sudah berkali-kali diundur itu berjalan lancar. Sehingga bisa masuk tahap uji-uji berikutnya sampai mendapatkan sertifikat layak terbang dan mengangkut penumpang.

Kepastian pelaksanaan uji terbang perdana N-219 bisa dilakukan setelah serangkaian ujian. Di antaranya adalah uji high speed taxi atau melaju cepat di landasan serta hoping atau terbang rendah lalu segera mendarat secara berulang-ulang. Setelah rangkauan ujian itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan izin N-219 untuk menjalani uji terbang perdana.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan Gunawan Setyo Prabowo menuturkan, terbang perdana itu sekaligus dalam rangka sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Untuk bisa terbang reguler, N-219 harus mencatatkan jam terbang 350 jam. ’’Rencananya akan terbang 25 jam setiap bulan,’’ tutur dia.

Pesawat tipe turboprop itu dikembangkan bersama antara Lapan dan PT DI. Tujuan utama pesawat itu adalah mengakomodasi penerbangan di daerah-daerah terpencil. Keunggulan pesawat itu adalah tidak membutuhkan landasan pacu panjang, cukup 600 meter. Pesawat itu juga dijuluki si bongsor karena volume kabinnya terbesar untuk pesawat di kelasnya. (wan/oki/jpg/ito) 

Spesifikasi Pesawat N-219Spesifikasi Pesawat N-219

1.      Fungsi utama : angkut penumpang dan kargo
2.      Kapasitas : 19 penumpang
3.      Kinerja lepas landas : jarak pendek (600 meter)
4.      Biaya operasional : rendah
5.      Mesin : 2 x 850 shp
6.      Kecepatan maksimum : 395 km/jam
7.      Kecepatan jelajah ekonomi : 352 km/jam
8.      Hasil pengembangan : Pesawat NC-212 (CASA)
9.      Harga satuan : USD 4,5 juta – USD 5 juta
10.   Dibuat : Kerjasama Lapan dan PT DI

 

Sumber : Diolah dari beberapa sumber

Manfaat:

1. Transportasi pariwisata

2. Transportasi penumpang

3. Evakuasi medis

4. Transportasi logistik

5. Penanggulangan bencana

1. Rentang sayap 28 meter

2. Tinggi kabin 1,71 meter

3. Lebar kabin 1,8 meter

4. Berat maximun saat take off 22.000 Kg

5. Panjang badan pesawat 26,30 meter

6. Berat kosong 13.665 kg

7. Panjang kabin 6,65 meter

8. Tinggi pesawat 8,37 meter

Click to comment

Most Popular

To Top