Kasus Bansos TTS Dibuka Lagi – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Kasus Bansos TTS Dibuka Lagi

Kajati Sebut Mantan Wabup TTS
Kejari TTS Segera Gelar Ekspose

KUPANG, TIMEX-Penanganan kasus dana bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten TTS oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS tahun anggaran 2009-2010 ternyata belum usai. Pasalnya, saat ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT bertekad membuka lembaran baru untuk kasus tersebut.
Dengan demikian, pihak-pihak yang dinilai punya potensi untuk diseret ke ranah hukum tidak saja Marthinus Tafui dan Yublina Oematan tetapi masih ada pihak lain di balik pengelolaan dana bansos tersebut.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Sunarta kepada Timor Express belum lama ini mengaku ingin membuka lagi kasus tersebut. Kasus Bansos TTS itu, tegas Kepala Kejati NTT, menjadi atensi Jaksa Agung. Itu setelah dilakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang beberapa waktu lalu dan dipresentasikan soal penanganan perkara di semua Kejari di wilayah NTT. “Yang menjadi atensi Jaksa Agung yakni masalah Bansos di Kabupaten TTS tahun anggaran 2009-2010 lalu,” kata Sunarta.
Sesuai agenda, pekan kemarin adalah pelaksanaan ekspose kasus Bansos TTS. Namun, karena beberapa halangan penting, maka ekspose kasus tersebut akhirnya ditunda.
Sunarta kepada Timor Express saat ditemui di ruang kerjanya, menegaskan, ia sudah meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS untuk segera melakukan ekspose kasus Bansos TTS itu di Kejati NTT. “Saya sudah minta Kejari TTS untuk segera lakukan ekspose ulang kasus itu. Sebenarnya, sudah dilakukan ekspose ulang kasus ini tapi karena Kajarinya masih punya tugas dinas lain maka ekspose kita tunda,” ujar mantan Wakajati Sulsel ini.
Ditegaskan, kasus Bansos TTS tersebut harus dilakukan ekspose untuk mengetahui keterlibatan sejumlah pihak yang diduga punya peran penting namun belum tersentuh hukum sama sekali.
“Ekspose kasus Bansos TTS itu sangat penting kita lakukan. Tujuannya supaya kita pastikan sejauh mana peran dari pihak-pihak yang belum disentuh sama sekali. Salah satunya yakni mantan wakil bupati TTS waktu itu,” pungkas sosok nomor satu di Kejati NTT ini.
Mantan Wakil Bupati TTS saat kasus itu terjadi adalah Benny Litelnoni yang saat ini menjabat Wakil Gubernur NTT. Litelnoni diduga berperan langsung dalam pencairan dana Bansos tersebut karena memo untuk pencairan ditandatangani dirinya. Namun, dalam proses hukum yang dilakukan sebelumnya oleh Kejari TTS, Benny Litelnoni tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Kasus Bansos TTS tahun 2009-2010 ini sebelumnya sudah diproses Kejari TTS dengan dua orang tersangka yakni Martinus Tafui (Bendahara Setda TTS) dan Yakwilina Oematan (bendahara pembantu pengeluaran pada Bagian Binsos). Saat itu nama bupati TTS Paul Mella dan mantan bupati Benny Litelnoni disebut namun keduanya hanya sebagai saksi. Martinus dan Yakwilina akhirnya disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang. Keduanya divonis sama yakni masing-masing satu tahun penjara. Upaya hukum banding dan kasasi yang dilakukan hingga ke MA tidak merubah hukuman yakni satu tahun penjara. (gat/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top