Mengaku Terima Fee Rp 7 Juta Perorang – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Mengaku Terima Fee Rp 7 Juta Perorang

David Tabana, Tersangka TPPO Pengirim Ribuan TKI ke Malaysia

Setelah Berhasil Kirim TKI ke Malaysia

SOE, TIMEX-David Tabana, tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mengaku telah mengirim ribuan orang ke Malaysia secara ilegal sejak tahun 2012 hingga 2017. Setiap orang yang dikirim, dirinya memperoleh fee senilai Rp 7 juta sampai Rp 8 juta.

Pengakuan warga RT 28/RW 009 Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang ini disampaikan kepada penyidik Polres TTS, Selasa (15/8). David diringkus oleh tim Satgas Anti Ttaffiking Kepolisian Resort Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (14/8) di kediamannya. Dirinya merupakan tersangka keempat yang ditahan untuk kasus pengiriman TKI Ance Juliana Punuf. Masih ada seorang yang masih dalam pengejaran polisi.

David mengatakan, dirinya mulai mengirim tenaga kerja ke Malaysia ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Cabang PT. Mangun Jaya Perkasa pada tahun 2012. Beberapa saat menjalankan aksinya itu, ia diringkus oleh aparat kepolisian Polda NTT bersama sembilan orang rekannya. Namun, setelah diamankan selama 15 hari di Polda NTT, mereka kemudian ditangguhkan oleh dua orang penyidik Polda NTT yakni EKa Akal dan Yance Kadiaman. Sembilan orang yang diamankan dan ditangguhkan oleh penyidik diantaranya Andi Kila, Petrus da Silva dan Jhon Kase. “Yang lain saya sudah lupa,” ungkap David.

Ayah empat orang anak itu mengakui dirinya terlibat dalam proses dugaan perdagangan orang sejak 2012. Semasa terlibat dalam aktifitas pengiriman TKI ilegal ke luar negeri, David mengaku mendapatkan komisi atau fee sebesar Rp 7,5 juta hingga Rp 8 juta per orang. Namun setelah ia ditangkap dan diamankan di tahanan Polda NTT, ia berhenti melakukan aksinya.

David mengaku baru kembali melancarkan aksinya tahun 2014 dan langsung mengirim korban Ance Juliana Punuf, warga Oehani Desa Toineke, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS.

Ia mengirim korban Ance Juliana Punuf pada Juli 2014 setelah ada permintaan dari Yanti Banu. Fee yang didapat senilai Rp 8 juta.

David mengaku ia hanya sebatas berperan sebagai penghubung. Yanti Banu dan Boi Moi yang mengurus semua identitas korban Ance Juliana Punuf dan menampung korban di Babau, Kabupaten Kupang. “Tahun 2014 saya diminta oleh Yanti Banu untuk kirim Ance Punuf dengan imbalan yang saya terima Rp 8 juta, sedangkan sebelumnya besaran fee senilai Rp 7,5 juta,” beber David.

David mengatakan, setelah ia menghubungi Boi Moi, kemudian Boi yang punya akses ke Jakarta untuk proses selanjutnya karena PT. Mangun Jaya Perkasa sudah tidak lagi beroperasi.

Dikatakan, semasa perusahaan tersebut aktif, ia berhasil mengirim ribuan orang NTT ke Malaysia. Ia bekerja sama dengan Ardi Fora yang bermain dibelakang layar PT. Mangun Jaya Perkasa.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Yohanes Suhardi melalui Brigpol Rudy Zoik menjelaskan, sesuai dengan surat perintah penangkapan (Sprinkap) Nomor 62/VIII/2017/RES TTS Tanggal 13 Agustus, Satgas Anti Trafficking Polres TTS mulai membuntuti pelaku selama empat hari.

Minggu (14/8) malam, sekitar pukul 19:45 Wita, Rudy mengakui berhasil mengamankan pelaku di kediamannya di BTN Kolhua Kupang. Pelaku lalu diamankan di Polresta Kupang kemudian digiring ke Polres TTS.

Korban Ance Juliana Punuf pertama kali diajak oleh Yusmina Nenohalan untuk bekerja di Kupang, namun setiba di Kupang Selvi Koi menjemput korban lalu dikasih lagi ke Yanti Banu. Yanti kemudian memberikan lagi ke David yang terlibat kasus deportase pada tahun 2013 tetapi ditangguhkan, setelah itu David kembali menghubungkan antara Yanti dengan Boi Moi yang sementara jadi DPO Satgas Trafficking Polres TTS.

Setelah korban berada di Boi Mou, lanjut Rudy, ia berhubungan dengan jaringannya di Jakarta munculah paspor korban Ance Juliana Punuf dari Jakarta Barat. Sehingga dalam pengembangan kasus tersebut akan dicari jaringan trarfficking di Jakarta. “Karena paspor korban dari Jakarta maka jaringan kasus tersebut segera diselidiki oleh Satgas Anti Trafficking Polres TTS,” ucap dia.

Dalam perkembangan, lanjut dia, jaringan mafia perdagangan orang akan segera diselidiki setelah ada perkembangan penyidikan dari tersangka David Tabana. Sedangkan Boi Moi sudah termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO). (yop/ito)

Peran David Tabana di Kasus TPPO
1. Mulai beraksi tahun 2012 setelah menjadi Kepala Cabang PT. Mangun Jaya Perkasa
2. Ditangkap Polda NTT bersama sembilan rekannya tahun 2013
3. Namun hanya ditahan 15 hari lalu ditangguhkan
4. Kirim Ance Juliana Punuf pada Juli 2014 secara ilegal
5. Atas perannya, seorang TKI dia peroleh Rp 7-8 juta
6. Ditangkap Minggu (13/8)
7. Kini diproses hukum di Polres TTS

Click to comment

Most Popular

To Top