Iban Hengkang ke Hanura? – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

POLITIK

Iban Hengkang ke Hanura?

ILUSTRASI

ILUSTRASI: MARTHEN LADO/TIMEX

Jimmi: Pa Iban Guru Politik Saya

KUPANG, TIMEX-Dalam sepekan terakhir ini berhembus isu politik yang membuat heboh. Ketua DPD I Partai Golkar NTT yang juga menjadi simbol Partai Golkar NTT saat ini, Ibrahim A. Medah dikabarkan akan hengkang ke Partai Hanura. Ditengarai kepindahan sosok yang akrab disapa Iban itu dipicu keputusan DPP Golkar yang tidak mengakomodir dirinya maju dalam Pilgub NTT 2018.

Berdasarkan informasi akurat yang dihimpun koran ini dari sumber tepercaya, kemarin (23/8), menyebutkan, keputusan pindahnya Iban ke Partai Hanura sudah final. Bahkan sumber tersebut menyebut tanggal Iban mendeklarasikan diri hengkang ke Partai Hanura dan seperti apa seremoninya pun sudah disiapkan. “Pa Iban akan melepas baju Golkar dan mengenakan baju Hanura disertai pemberian KTA sebagai anggota Partai Hanura,” jelas sumber tersebut kemarin.

Sumber itu juga menyebut, kedekatan Iban dan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) menjadi faktor lain yang mendorong Iban memilih hijrah ke Partai Hanura. Namun, penyebab utama Iban hengkang ke Hanura yang adalah pecahan dari Golkar ini adalah karena proses penetapan calon Pilgub NTT yang menurut Iban tidak prosedural.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPP Partai Golkar sudah menetapkan Melkiades Laka Lena sebagai calon gubernur/calon wakil gubernur dari Partai Golkar untuk Pilgub NTT 2018.

Iban yang dikonfirmasi terkait hal ini kemarin tidak memberikan jawaban. Telepon dan pesan singkat yang disampaikan koran ini hingga malam tadi tidak dijawab.
Sementara itu, pengurus DPD I Golkar NTT yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku tidak mengetahuinya. Seperti yang dikatakan Lorens Leba Tukan. “Saya sendiri baru mendengar informasi itu dari teman (Koran ini, Red). Silakan cek langsung ke Pak Iban. Kami baru selesai mengikuti pemakaman Simpai Nabas (Barnabas nDjurumana, Red) di Sumba Timur,” kata Lorens yang ada di sana mendampingi Iban Medah.

Informasi lain yang dihimpun koran ini dari sejumlah orang dekat Iban Medah menyebutkan, Iban Medah telah menemui Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta pasca keputusan penetapan calon gubernur NTT oleh DPP Golkar.

Iban pun siap menanggalkan Golkar dan bergabung dengan Hanura tanpa syarat. Meski belum dipastikan keputusan selanjutnya, namun informasi lain menyebutkan, Iban akan diusung Partai Hanura dengan menggandeng dua partai lain yang masuk dalam poros baru yang sudah digalang bersama sebelumnya, yakni Hanura, PKB, dan PKPI.

Iban pun disebut akan diberikan jabatan strategis di DPP Hanura.

Informasi tersebut sekaligus menjawab teka-teki kedekatan Iban Medah dan OSO yang kini menjabat Ketua DPD RI itu. Sebelumnya, Iban Medah juga menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Labuan Bajo pada akhir Juli 2017 yang dibuka oleh OSO.

Menariknya, saat akan kembali ke Jakarta, Iban Medah pun diperkenankan ikut mendampingi OSO dalam pesawat jet pribadinya. “Iya itu memang betul, karena saya yang antar Pak OSO dan Pak Iban sampai di pesawat,” kata Ketua DPD Hanura NTT, Jimmi WB Sianto yang dikonfirmasi, Rabu (23/8). Namun ketika disinggung perihal kepindahan Iban ke Partai Hanura, Jimmi mengaku belum mengetahuinya.

Politisi yang juga Ketua Komisi V DPRD NTT itu mengaku masih mempersiapkan kegiatan fit and proper test bagi para kandidat bupati dan wakil bupati serta kandidat gubernur dan wakil gubernur yang telah mendaftar ke Hanura. “Oh…kalau soal itu (Iban Hengkang, Red) saya tidak tau. Soalnya kami sedang mempersiapkan proses fit anda proper test bagi para bakal calon bupati/wakil bupati juga gubernur/wakil gubernur yang mendaftar ke partai kami yang acaranya dilaksanakan besok (Hari ini, Red),” kata Jimmi.

Namun ketika ditanya lagi bagaimana kesannya terhadap sosok Iban Medah, Jimmi mengakui, Iban merupakan politikus senior di NTT yang memiliki segudang pengalaman. Bahkan Iban disebut tokoh politik NTT yang memiliki kemampuan luar biasa. “Saya banyak belajar dari beliau. Bahkan kalau boleh dibilang, Pak Iban itu guru saya di politik,” kata Jimmi yang mengaku menyampaikan hal tersebut secara terbuka saat Iban Medah mendaftar ke DPD Hanura NTT sebagai salah satu balon gubernur beberapa pekan lalu.

Informasi terkait manufer Iban Medah pun sudah sampai ke telinga para petinggi Golkar. Bahkan DPP Golkar langsung memanggil Ketua Harian DPD I Golkar NTT, Muhammad Ansor untuk membahas strategi untuk mempertahankan Iban Medah di Partai Golkar. (cel/ito)

Penyebab Iban Hengkang ke Hanura

1. Pasca penetapan calon gubernur/Wagub NTT oleh DPP Golkar
2. Selama ini dekat dengan Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang
3. Mendapat garansi dicalonkan dari Hanura sebagai Cagub NTT
4. Peluang lolos sebagai calon besar melalui koalisi poros tengah
5. Ditawari posisi strategis di DPP Hanura

Karir Iban di Partai Golkar

1. Ketua GOLKAR Rote Ndao (1975)
2. Wakil Sekretaris GOLKAR Kabupaten Kupang (1978-1984)
3. Wakil Ketua DPD GOLKAR Kabupaten Kupang (1984-1989)
4. Pelaksana Ketua DPD GOLKAR Kabupaten Kupang (1989-1994)
5. Sekretaris Dewan Penasehat DPD GOLKAR Kabupaten Kupang (1994-1999)
6. Fungsionaris GOLKAR (2003-2004)
7. Ketua DPD GOLKAR Kabupaten Kupang (2004)
8. Ketua DPD GOLKAR NTT (2004-2009)
9. Ketua DPD GOLKAR NTT (2009-2016)
10. Ketua DPD GOLKAR NTT (2016-sekarang)

Click to comment

Most Popular

To Top