Pelaku Pemerkosa Berkeliaran di Atambua – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Pelaku Pemerkosa Berkeliaran di Atambua

I Nyoman Gede Arya

JPG

 Polisi Sebarkan Foto Pelaku

KEFAMENANU, TIMEX – BIV, pelaku pemerkosa terhadap Putri, 15, anak kandung, belum berhasil diamankan. Kendati demikian, anggota Polres TTU terus mengembangkan pencarian untuk melacak keberadaan pelaku, namun hingga kini belum berhasil diciduk.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto melalui Kasat Reskrim, Iptu I Nyoman Gede Arya saat dikonfirmasi, Selasa (22/8) menuturkan, sejak kasus dugaan pemerkosaan terkuak dilaporkan di pospol Mena Polsek Biboki Selatan, pelaku BIV menghilang dari kediamannya di Kampung Oebubun Desa Oepuah Utara Kecamatan Biboki Moenleu.

Nyoman menuturkan, sejak menghilang, pelaku dikabarkan bersembunyi di rumah orang tuanya di Lolowa Kecamatan Kota Atambua Kabupaten Belu. Biasanya, saat siang hari pelaku menghindar dan baru masuk rumah malam hari, bahkan berpindah di rumah keluarganya.

Surat panggilan sudah dilayangkan dan pencarian sudah dilakukan, namun belum berhasil mengamankan pelaku.

Rencananya, satu dua hari pihaknya menentukan status pelaku sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, melakukan koordinasi bersama Polres Belu untuk disebarkan foto pelaku. Sebab, pasca kasus pemerkosaan terkuak, BIV dikabarkan menghilang dari rumah tinggalnya di Kampung Oebubun.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Yang bersangkutan kita sudah cari, tapi belum ketemu. Kita masih laporkan ke pimpinan untuk dapat petunjuk lanjutan. Pastinya jadi DPO, foto pelaku sudah kita kantongi untuk di-scan dan disebarkan sehingga memudahkan pencarian,” katanya.

Nyoman berharap sebelum dilakukan upaya lanjutan dari polisi, sebaiknya pelaku menyerahkan diri untuk memudahkan pemeriksaan. Pelaku harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya, apalagi terhadap anak kandung sendiri.

Dikatakan, pelaku melanggar UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan pemerkosaan terkuak saat korban bersama ibunya mengadu ke pospol Mena. Dalam keterangan, korban mengaku bukan hanya mendapat pelecehan, tapi juga diperkosa ayah sendiri, sehingga polsek melakukan pengembangan awal yakni pemeriksaan saksi-saksi dan visum et repertum. Selanjutnya kasus baru dilimpahkan ke Polres, Kamis (20/7). Saat ini sedang dalam pengembangan dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres TTU.

Sementara, VT, paman korban berharap polisi bisa cepat menangkap pelaku, sehingga tidak meresahkan keluarga. Sebab, dikhawatirkan bisa terjadi tindakan kekerasan apalagi korban dan ibunya sudah kembali ke rumah mereka di Kampung Oebubun.

“Kita harap polisi bertindak cepat untuk tangkap pelaku. Keluarga takut bisa saja ada tindakan nekat dari pelaku terhadap istri dan anak-anak pelaku,” katanya.
Bukan hanya itu, paman korban juga menuding bila polisi lamban bergerak pelaku bisa saja kabur ke Timor Leste untuk menghindari kejaran polisi. (mg24/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!