Tinggalkan Beringin, Iban Ketua DPP Hanura – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

POLITIK

Tinggalkan Beringin, Iban Ketua DPP Hanura

RESMI KE HANURA. Ketua DPD Golkar NTT, Ibrahim Medah mengenakan jaket Hanura saat dirinya menyatakan mundur dari Golkar dan bergabung dengan Partai Hanura, Jumat (25/8) di Horel T-More Kupang.

FERDY TALOK/TIMEX

Resmi Mundur dari Golkar

KUPANG, TIMEX-Rumor kepindahan Ketua DPD I Golkar NTT, Ibrahim Medah dari Partai Golkar ke Hanura akhirnya terbukti Jumat (25/8). Secara resmi Iban mundur dari Partai Golkar dan menjadi anggota Partai Hanura. Iban bahkan diberi jabatan strategis sebagai salah satu Ketua DPP Hanura.

Pernyataan pengunduran diri di Golkar dan bergabung ke Hanura itu disampaikan di hadapan petinggi Hanura yakni Ketua DPP Hanura Bidang Keanggotaan dan Wakil Ketua Bappilu Andre Garu, Ketua Pembina Wilayah Bali Nusra I Kadek Arimbawa, Korda NTT Refafih Ga dan Ketua DPD Hanura NTT, Jimmi WB. Sianto.

Ketua DPD Hanura NTT, Jimmi Sianto dalam pengantarnya mengemukakan banyak pertanyaan soal Iban Medah yang akan bergabung ke Hanura. Peristiwa kemarin, kata Jimmi, menjawab pertanyaan yang belum terjawab itu. “Hari ini (Jumat, 25/8, Red) semua akan terjawab,” ujarnya sembari memberi kesempatan kepada Iban Medah menyampaikan isi hatinya.

Iban Medah yang diberi kesempatan langsung memberikan statemennya.

Dia mengemukakan, informasi tentang dirinya bergabung ke Partai Hanura benar adanya dan dirinya resmi bergabung ke Partai Hanura.

Dikemukakan, dirinya bergabung di Golkar sejak tahun 1975. Dalam masa itu, dirinya bersama semua pengurus dan anggota membesarkan Partai Golkar. Ketika PNS dilarang pimpin partai, dirinya sedikit menepi. Setelah pensiun, dirinya kembali memimpin Golkar Kabupaten Kupang dan NTT sampai dengan Kamis (24/8).

Kini dirinya resmi bergabung di Partai Hanura karena kebijakan Golkar tidak sesuai aturan partai dan ketentuan yang berlaku. Disebutkan, dia memimpin sebagai Ketua DPD I Golkar NTT karena diskresi DPP sebab menjadi Ketua Golkar hanya dua kali. Dalam diskresi itu, dirinya dijamin untuk menjadi calon gubernur. “Ada pernyataan tertulis, dimana jika dirinya tidak terpilih, maka harus letakan jabatan,” paparnya.

Beberapa hari lalu, katanya, DPP Golkar sudah mengeluarkan keputusan dan Melki Laka Lena menjadi calon kepala daerah/wakil kepala daerah dari Golkar. Karena keputusan aneh itu, dia meletakkan jabatan. “Saya belum bertarung telah dikalahkan terlebih dahulu. Karena itu, tidak bisa jadi calon. Atas kondisi itu, saya harus konsisten mengundurkan diri sejak Kamis (24/8). Mulai hari ini (Jumat, 25/8) gabung ke Hanura,” terang Iban di Hotel T-More Kupang, kemarin.

Dikemukakan, tujuan bergabung ke Hanura bukan untuk menjadi calon kepala daerah. Namun, dirinya sudah mengalami sendiri kalau Hanura konsisten terhadap mekanismenya. Salah satu contoh Hanura melakukan pemaparan visi misi maupun survei nantinya. Mestinya, lanjut Iban, di Golkar juga sama. Akan tetapi ada lompatan lebih di Golkar, termasuk tidak mengindahkan Juklak 06. “Hanura menegakan sistem. Saya memberontak kalau langgar sistem seperti saat ini,” tegasnya.

Masih menurutnya, dirinya harus meletakkan jabatannya sebagai ketua Golkar dan gabung ke Hanura karena sudah dikalahkan terlebih dahulu. “Gabung ke Hanura bukan untuk kejar target sebagai calon kepala daerah. Ini semata-mata tidak setuju dengan sistem yang dilanggar oleh Golkar,” urai dia.

Anggota DPD RI itu mengaku sebenarnya sudah diperlakukan tidak adil sejak Pilkada 2008 lalu. Pada waktu itu, harusnya bersama balon wakil gubernur sesuai keinginannya. Namun DPP menggantinya dengan menyandingkan dengan Melki Laka Lena.

Menurutnya, semua itu merupakan kesalahan DPP Golkar dan merupakan permainan seseorang. Ternyata orang yang sama melakukan kesalahan lagi. “Tidak perlu tiga kali, cukup dua kali saja. Saya tidak sakit hati, tapi tidak mentoleransi hal ini,” akunya.

Sementara itu, Ketua DPP Hanura Bidang Keanggotaan, Andre Garu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Iban Medah dan keluarga yang sudah resmi bergabung di Hanura. Pihaknya terbuka dengan semua. “Selamat datang kepada Pak Iban Medah dan keluarga. Spirit beliau sangat kuat dan merupakan guru politik bagi kami dan masyarakat NTT. Bergabungnya Pak Iban Medah di Hanura semata-mata karena menghargai Partai Hanura,” kata anggota DPD RI itu.

Pihaknya dengan senang hati menerima Iban Medah masuk sebagai anggota Partai Hanura. Iban Medah akan mendapat jabatan di DPP Hanura.

Senada, Ketua Pembina Wilayah Bali Nusra, I Kadek Arimbawa menyebutkan, selaku Ketua Pembina Wilayah, dirinya mengetahui proses bergabungnya Iban Medah ke Hanura. Acara ini juga dipersiapkan langsung dari DPP. Empat hari yang lalu, ceritanya, dirinya bersama Iban Medah bertemu Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) di Kantor Ketua DPD RI. Pada kesempatan itu, pihaknya kaget karena Pak Iban Medah menyampaikan kalau mau bergabung di Hanura. OSO yang mendengar itu sangat bersedih karena Iban diperlakukan seperti itu oleh DPP Golkar.

OSO menyarankan untuk dipikirkan kembali langkah Iban Medah meninggalkan Golkar. Namun, karena keputusan yang sudah bulat, OSO kemudian setuju dan menyiapkan jabatan sebagai salah satu Ketua DPP bagi Iban Medah. “Beliau diberikan posisi sebagai salah satu Ketua DPP. Namun, kita belum tahu bidang apa,” timpalnya.

Iban Medah ketika ditanyai koran ini soal apakah DPP Golkar sudah mengetahui penguduran dirinya dan seperti apa tanggapannya, mengemukakan, surat resmi telah dikirim kemarin ke DPP. DPP akan menggelar rapat untuk menyampaikan alasan mundurnya dari jabatan ketua dan anggota Golkar. Apapun tanggapannya, dirinya sudah melangkah lebih jauh dan tidak peduli dengan keputusan Golkar seperti apa.

Disinggung apakah kepindahan Iban Medah mengamankan pintu Hanura jelang Pilgub, Ketua DPP Bidang Keanggotaan, Andre Garu mengemukakan hal itu akan dibicarakan dalam momen yang lain. Pilgub masih dalam proses dan semua kandidat punya hasil yang sama. “Saya salah satu kandidat gubernur juga bersama Pak Iban Medah. Semua masih dalam proses dan peluangnya masih fifty-fifty.

Golkar NTT Siap Laporan ke DPP

Terpisah, Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTT, Mohamad Ansor yang dikonfirmasi Timor Express tentang hengkangnya Iban Medah ke Partai Hanura mengaku segera mempersiapkan laporan terkait hal tersebut ke DPP Golkar di Jakarta.

“Kami sementara menyiapkan laporan ke DPP. Tentunya akan ada petunjuk dari DPP sesuai dengan mekanisme dan aturan di Golkar. Kita menanti saja dulu,” kata dia.

Ansor yang juga anggota DPRD Provinsi NTT ini mengaku menghormati keputusan Iban Medah selaku Ketua DPD I Golkar NTT itu. “Kita hormati keputusan politik pak Medah karena sebagai politisi tentu beliau memiliki kalkulasi-kalkulasi politik tersendiri,” kata dia.
“Tentang apa yang akan dilakukan Golkar itu merupakan kewenangan DPP. Tentunya DPP akan mengkaji hal ini dan akan memberikan petunjuk lebih lanjut,” lanjut Ansor.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar yang juga Pelaksana tugas Korwil NTT, Melkiades Laka Lena menyatakan, DPP Golkar menghormati dan menghargai pilihan politik Iban Medah. “Kami berterimakasih buat kiprah Pak Medah untuk Golkar dan ke publik luas atas nama Golkar. Semoga silaturahmi ke depan tetap terjaga baik walau saat ini berbeda partai. Sukses buat Pak Medah dalam karya dan kiprah di Partai Hanura,” pungkas Melki Laka Lena. (lok/joo/ito/aln)

JABATAN PENTING IBAN DARI GOLKAR

* Iban Medah identik dengan Golkar.
* Iban aktif di Golkar kurang lebih 50 tahun.
* Mulai dari pengurus tingkat kecamatan, kabupaten hingga Ketua DPD I Golkar NTT.
* Dua kali menjadi Bupati Kupang dicalonkan oleh Golkar.
* Menjadi Anggota DPRD NTT/Ketua DPRD NTT dari Golkar.
* Dua kali dicalonkan sebagai calon gubernur NTT dari Golkar.
* Lolos sebagai anggota DPD RI juga karena jaringan Golkar.
* Kini mundur dari Golkar dan menjadi anggota Hanura.
* Digaransi sebagai calon gubernur NTT.

Click to comment

Most Popular

To Top