Menangis,Saat Baca Pledoi,Mesang Minta Maaf – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

NASIONAL

Menangis,Saat Baca Pledoi,Mesang Minta Maaf

PLEDOI. Terdakwa Charles Jones Mesang (CJM) saat menyampaikan pledoi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (31/8).

OBED GERIMU/TIMEX

Terima Rp 500 Juta, Setor Rp 9,5 M

JAKARTA, TIMEX-Charles Jones Mesang (CJM) mengaku bersalah dan meminta maaf kepada istri, anak, keluarga dan konstituennya. Penyesalan mendalam diungkapkan anggota DPR RI lima periode dari Partai Golkar itu saat menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pribadinya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (31/8).

CJM mengaku tak pernah membayangkan bakal menghadapi kasus yang menyeretnya sebagai pesakitan. “Meski demikian saya harus tetap bersyukur dan harus melewati semua proses hukum ini yang sudah merupakan kehendak Yang Maha Kuasa,” ungkap CJM saat membacakan pledoinya.

Dengan suara terbata-bata karena tak kuasa menahan tangis, anggota DPR RI asal NTT itu mengucapkan terima kasih kepada pimpinan KPK yang telah menetapkan dirinya sebagai justice collaborator. CJM mengaku sangat menyesal telah ikut terseret dalam persoalan hukum tersebut. Untuk itu ia memohon maaf atas kekhilafannya, khususnya kepada negara dan konstituennya di NTT.

“Secara khusus, saya memohon maaf kepada istri dan kedua anak saya, juga keluarga yang turut merasakan akibat dari perbuatan saya,” kata CJM.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kekhilafannya, CJM mengaku selama proses penyidikan di KPK hingga persidangan di Pengadilan, ia selalu bersikap koperatif. “Sebagai rasa tanggung jawab moril atas perbuatan saya, saya telah mengembalikan total kerugian negara sebanyak Rp 9.550.000.000, walaupun sebenarnya saya hanya menerima Rp 500 juta,” sebut dia.

Bekas anggota Banggar dan anggota Komisi IX DPR RI itu mengaku mengembalikan seluruh kerugian negara, karena tidak ingin negara rugi karena perbuatannya.

Di persidangan yang dipimpin Mas’ud itu, CJM juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan melawan hukum, khususnya tindak pidana korupsi.

“Saya mohon kepada majelis hakim agar kiranya dapat diberikan hukuman seringan-ringannya. Mengingat usia saya yang sudah tidak muda lagi. Sebelumnya saya sudah dioperasi jantung bypass dan juga menderita hipertensi,” kata CJM. “Saya berharap di sisa hidup ini, saya masih bisa mengabdi untuk kegiatan-kegiatan sosial yang sudah saya lakukan sejak muda sampai saat ini,” lanjut dia.

Diakuinya, tidak ada yang sanggup menebak rencana Tuhan. Namun ia percaya dan yakin bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih indah dalam hidupnya.

“Hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa saya berserah dan memohon keadilan, serta melalui majelis hakim yang mulia saya berharap diberikan hukuman seringan-ringannya,” pinta CJM.

Ia juga berjanji akan menjadikan peristiwa yang dihadapinya tersebut sebagai guru yang sangat berharga bagi dirinya dalam menata hidup dan kehidupannya di masa depan.

Di akhir pledoinya, CJM menegaskan bahwa uang yang diterimanya senilai Rp 500 juta, ia berikan untuk anak-anak asuhnya yang kini menempuh pendidikan pada jenjang S2 dan S1 pada bidang ilmu pertanian dan kesehatan.

“Tidak ada sepeser pun juga yang saya pergunakan untuk kepentingan pribadi saya. Selain itu saya mohon majelis hakim izinkan saya agar dapat berobat khusus jantung dan hipertensi,” tutup CJM.

Ia menyatakan pledoi yang disampaikan merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan nota pembelaan yang disampaikan oleh tim penasihat hukumnya.

Usai CJM membacakan pledoi pribadinya, sidang dilanjutkan dengan penyampaian pledoi dari tim penasihat hukum yang dibacakan secara bergantian oleh Robinson, Dorel Almir, Syarifuddin, Bagus R.P. Tarigan, Samsul Huda, Totok Prasetiyanto dan Melissa Christianes dari Kantor Pengacara Alfonso & Partners.

Terhadap pledoi terdakwa dan tim PH tersebut, Penuntut Umum KPK M.N. Irawan dan Nur Haris Arhadi menyatakan tetap pada tuntutannya. “Tetap pada tuntutan kami yang mulia,” kata Nur Haris Arhadi.

Ketua Majelis Hakim Mas’ud akhirnya menutup persidangan. Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (7/9) mendatang dengan agenda penyampaian putusan hakim.

Sebelumnya, Penuntut Umum KPK telah menuntut CJM dengan hukuman 5 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Selaku terdakwa perkara dugaan suap dana optimalisasi di Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KTrans) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) Tahun 2014 senilai Rp 9.750.000.000, CJM tidak dituntut membayar uang pengganti kerugian negara, karena dia telah mengembalikan seluruhnya pada tahap penyidikan di KPK. (joo/fmc/ito)

 

 

Click to comment

Most Popular

To Top