Disdik NTT Tidak Pernah Tutup Sekolah – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Disdik NTT Tidak Pernah Tutup Sekolah

BERI PENJELASAN. Sekretaris Disdik NTT, Alo Min ketika memberi penjelasan warga Amabi Oefeto Timur, yang menggelar aksi damai di Kantor Disdik NTT, Kamis (7/9).

FERDY TALOK/TIMEX

SMAN 3 Amabi Oefeto Timur Tidak Kantongi Izin

KUPANG, TIMEX-Sorotan atas penutupan Calon SMAN 3 Amabi Oefeto Timur, mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi NTT.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Alo Min kepada koran ini, Kamis (7/9) di ruang kerjanya mengemukakan, sekolah tersebut yang dipermasalahkan oleh DPRD NTT maupun oleh masyarakat Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, belum memiliki izin, sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. “SMAN 3 Amabi Oefeto Timur itu calon sekolah, bukan sekolah. Pasalnya, tidak ada izin pendirian sekolah itu,” paparnya.

Dikemukakan, karena tidak ada izin operasional, Disdik NTT sesuai surat edaran dari Kadis Pendidikan NTT, menghentikan semua proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan siswa yang telah diterima oleh calon sekolah tersebut, dialihkan ke SMAN 1 Amabi Oefeto Timur. “Karena tidak ada izin, semua siswa yang telah diterima dalam PPDB lalu, kita alihkan ke SMAN 1,” tuturnya.

Sebelum dikeluarkan surat penghentian itu bilang dia, Disdik NTT telah mengutus Tim Survei, untuk melakukan pengecekan dilapangan soal kelaikan penyelenggaran pendidikan menengah pada daerah itu.

Hasilnya, urai dia, tim survei merekomendasikan kalau sekolah tersebut belum ada rekomendasi dari Disdik NTT, kemudian pelepasan hak masih dalam proses perbaikan, dan SMAN 1 akan mengalami kekurangan siswa, jika calon SMAN 3 Amabi Oefeto Timur didirikan. Selain itu, jarak calon SMAN 3 dengan SMAN 1 masih dekat, yakni kurang lebih 5 kilo meter. “Jadi keputusan dikeluarkan karena belum laik dan itu semua setelah disurvei oleh tim pengawas,” bilang dia.

Keputusan penghentian KBM di calon SMAN 3 itu perlu dilakukan, dilandasi dua hal penting yang perlu dipertimbangkan. Pertama Disdik ingin menyelamatkan siswa yang mendaftar. Pasalnya, jika tetap pada calon sekolah tersebut, dipastikan para siswa tidak terdaftar di Dapodik. “Rugi kalau sudah sekolah tidak terdaftar di Dapodik,” sebutnya. Kedua, pihaknya mengalihkan ke SMAN 1 agar tidak mubazir. “Banyak sekolah yang mubazir, akibat pendirian unit sekolah baru. Kita tidak mau terulang lagi. Bisa-bisa Disdik dinilai hanya menghamburkan uang rakyat, tapi mubazir,” terang dia.

Disebutkan, pihaknya akan mengkaji lebih jauh soal keberadaan sekolah itu. Salah satunya, bisa dengan membuat kelas jauh, lalu akan dinilai selama tiga tahun. Jika tidak ada kemajuan, maka kembali ke sekolah induk. “Kita tidak sedang menutup sekolah yang memiliki izin operasional. Kita tutup calon sekolah yang tidak miliki rekomendasi dan izin operasional,” tutur Alo Min.

Sementara itu, ratusan Warga Amabi Oefeto Timur melakukan aksi damai, di Disdik NTT dan DPRD NTT. Masyarakat yang dikoordinatori Imanuel Sine itu mendatangi Disdik NTT, kemudian ke DPRD NTT.

Imanuel Sine saat membacakan tuntutan pihaknya menegaskan, pertama, warga masyarakat meminta agar Disdik NTT, segera mencabut surat bernomor 421/7377/Pen/2017, sehingga anak-anak bisa mengikuti proses belajar mengajar, mengingat jarak yang jauh dengan sekolah lain. Kedua, Pemerintah Provinsi NTT, diminta mengkaji kembali dasar-dasar pembentukan dan pendirian sekolah tersebut.

Ketiga, meminta Pemprov NTT memperhatikan masalah-masalah pendidikan di NTT. Keempat, mereka meminta DPRD NTT khususnya Komisi V untuk mengusut tuntas masalah ini, dan kelima, pemerintah perlu memberi jaminan kepada masyarakat yang mengalami dampak dari penghentian proses KBM di sekolah tersebut.

Terpisah, warga masyarakat Amabi Oefeto Timur kembali membacakan tuntutan dihadapan gabungan komisi di DPRD NTT. Rapat yang dipimpin Wisnton Rondo, didampingi anggota DPRD lainnya, Maksi Adipati Pari, Christin Samyati paty, Elpy Parera dan Ampera Seke Selan menghasilkan sejumlah rekomendasi. Pertama, upaya membangun sekolah yang dilakukan masyarakat perlu diapresiasi dari DPRD dan pemerintah perlu mengayomi upaya itu. Jangan karena administratif, mengaburkan bahkan menghilangkan hal substantif.

Kedua, DPRD NTT khususnya Komisi V akan memanggil Disdik NTT, untuk menggelar rapat dengar pendapat. Ketiga, DPRD dan Disdik NTT akan langsung ke lapangan, untuk melihat situasi sebenarnya, dalam waktu dekat. (lok)

 

Click to comment

Most Popular

To Top