Sodomi ABG, Oknum Mahasiswa di Bui – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

HUKUM

Sodomi ABG, Oknum Mahasiswa di Bui

DI BALIK JERUJI. Tersangka asusila, Bona Vantura Naro sementara berada di balik jeruji sel tahanan Mapolsek Oebobo usai diciduk aparat Polsek Oebobo karena mencabuli anak di bawah umur, Kamis (7/9).

IST

Dilakukan Usai Konsumsi Miras

KUPANG, TIMEX– Aparat Polsek Oebobo berhasil menangkap Bona Vantura Naro, 23 di salah satu kos-kosan di Jalan Suka Bakti, RT 01/RW 01, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang Kamis (6/7). Ini setelah aparat Polsek Oebobo menerima laporan dari salah satu warga yang mengaku anaknya berinisial LSN, 14, diperlakukan tak senonoh oleh Bona Vantura Naro. Usai menerima laporan dari ibunda korban berinisial LSN pada Kamis (7/9), pelaku kemudian diciduk di kos-kosannya dan dibawa ke Mapolsek Oebobo. Saat ini, pelaku sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku pelecehan seksual terhadap korban diketahui merupakan oknum mahasiswa Fakultas Hukum semester V di salah satu universitas di bilangan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho yang diwawancarai Timor Express di Mapolres Kupang Kota, Jumat petang (8/9) di Mapolresta membenarkan adanya penangkapan tersangka cabul terhadap anak di bawah umur. “Iya benar ada kejadian pencabulan terhadap anak di bawah umur. Saat ini pelaku sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota. Dia sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” sebut Kapolres Kupang Kota.

Sementara Kapolsek Oebobo, AKP Fajar Virgantara Sjarifuddin, SIK kepada Timor Express petang kemarin di Mapolres Kupang Kota mengkronologiskan, pelaku Bona Vantura Naro melakukan perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur secara berturut-turut sebanyak dua kali di kos-kosannya di Jalan Suka Bakti, RT 01/RW 01, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang pada Selasa (5/9) dan pukul 01.00 Wita dan Rabu (6/9)pukul 08.00 Wita. “Kejadian asusila yang dilakukan pelaku berawal pada Selasa dini hari pukul 01.00 Wita. Saat itu, pelaku bersama seorang rekannya pergi ke rumah korban sambil mengendarai sepeda motor merk Honda Supra. Tiba di rumah Korban, pelaku lalu mengajak korban untuk pergi main-main ke kos-kosan pelaku,” jelas Fajar.

Karena diajak, maka korban pun pergi ke kos-kosan pelaku. Tiba di kos pelaku, pelaku bersama temannya kemudian mengajak korban untuk mengkonsumsi minuman keras (Miras). Tapi ajakan pelaku justru ditolak korban. “Korban sempat diajak pelaku untuk mengonsumsi miras tapi korban menolak. Oleh karena itu maka hanya pelaku dan seorang temannya yang mengkonsumsi miras sebanyak satu botol. Usai mengonsumsi miras, teman pelaku lalu pamit pulang,” ujar Kapolsek Oebobo. Maka hanya pelaku dan korban yang ada di kamar kos. Melihat suasana sudah aman, pelaku tanpa basa-basi langsung memaksa korban untuk melakukan hubungan badan sesama jenis. Lagi-lagi, ajakan pelaku ditolak korban.

Masih menurut Fajar, karena permintaan untuk melakukan hubungan badan ditolak korban, maka pelaku langsung menganiaya korban dengan cara dipukul dan ditendang secara berulang-ulang. “Pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan tapi ditolak. Karena permintaannya ditolak maka pelaku langsung menganiaya korban. Pelaku juga sempat mengambil pisau dapur dan mengancam akan membunuh korban jika menolak permintaannya. ‘kalau kamu tidak mau layani saya, saya akan bunuh kamu’,” ujar Kapolsek Oebobo mengulangi kata-kata pelaku ketika mengancam korban. Merasa terancam, korban pun menuruti kemauan pelaku. Pelaku juga sempat mengikat tangan korban menggunakan tali plastik dan langsung melampiskan nafsu bejatnya ke korban.

Usai melapiskan nafsunya ke korban, pelaku lalu mengantar korban pulang ke rumahnya pukul 04.30 Wita. Pelaku juga sempat mengirimkan pesan singkat ke ibunda korban melalui telepon genggam dengan kalimat, pelaku menemukan korban pingsan di samping Gereja Kuanino. Tak hanya disitu saja, Rabu (6/9) sekira pukul 08.00 Wita, korban pergi ke kos-kosan pelaku untuk mengembalikan jaket pelaku yang dipakai korban karena jaket tersebut diberikan pelaku ke korban usai melakukan perbuatan tak senonoh ke korban pada Rabu dini hari. “Korban kembali diperlakukan tidak senonoh sebanyak dua kali. Kali kedua terjadi pada Rabu pagi ketika korban mengembalikan jaket korban. Ketika korban sampai di kos-kosan pelaku, pelaku lalu menyuruh korban masuk ke dalam kamar dan pelaku kembali mencabuli korban,” sebut Kapolsek Oebobo.

Usai diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku, korban kemudian kembali ke rumahnya. Sekira pukul 11.00 Wita ibunda korban melihat tingkah korban sedikit berbeda dari biasanya. Merasa penasaran dengan kondisi anaknya, ibunda korban kemudian mengorek infomasi dari korban. Korban akhirnya mengaku kalau dirinya sudah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku. “Kita sudah lakukan visum terhadap korban di RS Bhayangkara Tingkat III Titus Uly. Untuk proses hukum kasus itu kita serahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang Kota,” pungkas Fajar. (gat)

Click to comment

Most Popular

To Top