Demokrat Dukung Keberadaan KPK – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Demokrat Dukung Keberadaan KPK

BERI MOTIVASI. Ketua Departemen Urusan KPK, DPP Demokrat, Jemmy Setiawan saat menyampaikan sambutannya, yang lebih memotivasi kader untuk anti korupsi, Senin (11/9) di Hotel On The Rock, Kupang.

FERDY TALOK/TIMEX

Kader Ikut Sekolah Anti Korupsi di Kupang

KUPANG, TIMEX-Partai Demokrat mulai melakukan pembenahan kedalam, setelah sejumlah kader terjerat kasus korupsi. Salah satu langkah pembenahan yakni, melakukan sekolah anti korupsi.

Senin (11/9) kemarin, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi NTT bekerjasama dengan Departemen Urusan KPK DPP Demokrat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Sekolah Anti Korupsi VII. Sekolah itu sendiri berlangsung di Hotel On The Rock, Kupang.

Sekolah anti korupsi bagi kader itu mengambil tema, “Pengenalan dan pemahaman gratifikasi dalam upaya mengunci pintu masuk korupsi di partai politik”.

Hadir pada kesempatan itu, Direktur Bagian Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono, Wasekjen DPP, Muhammad Husni Tamrin, Ketua Departemen Urusan KPK, DPP Demokra, Jemmy Setiawan dan Ketua DPD Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore. Turut hadir dalam sekolah itu yakni, Pengurus DPD Demokrat NTT dan sejumlah Ketua DPC Demokrat kabupaten/kota.

Ketua DPD Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore dalam sambutannya mengemukakan, dirinya menyambut baik Sekolah Anti Korupsi, kerja sama antara Partai Demokrat dan KPK. Sekolah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang apa itu korupsi. Karena itu, semua peserta harus menjadi terdepan dalam mencegah korupsi. Dan untuk mencegah korupsi itu dimulai dari sendiri.

Dikemukakan, korupsi merupakan momok bagi bangsa. korupsi lahir karena tidak puas dengan apa yang ada. Karena itu, dia meminta agar setiap kader Demokrat tidak merubah pola hidup. Perubahan pola hidup menyebabkan perilaku korup muncul. “Terkadang saat dapat jabatan, pola hidup berubah. Ketika pola hidup berubah sementara pendapatan tidak berubah, maka itu akan muncul perilaku menyimpang dan korup. Itu bahaya,” terang dia.

Disana rangking satu terkorup di Indonesia.<br>
Korupsi katanya, akan mempermalukan diri sendiri, keluarga dan tentunya partai politik, termasuk Demokrat. Karena itu setiap kader harus sekuat tenaga untuk melawan perilaku korupsi yang membahakan diri sendiri dan organisasi.

Sekolah anti korupsi yang digelar, papar dia, sebagai bentuk pembenahan ke dalam, setelah sejumlah Demokrat terjerat korupsi. “Ini menjadi modal untuk perubahan. Memberantas korupsi tidak mudah dan korupsi ada dimana-mana. Tapi mari kita berupaya mulai dari hal-hal kecil. Tidak boleh ada pungli, gratifikasi, pemerasan dan perilaku menyimpang lainnya,” tegas dia.

Sebagai Wali Kota Kupang, dirinya bersama jajarannya memulai dengan hal-hal kecil, dimana mengembalikan uang perjalanan dinas, tidak ada pungli dan atur-atur proyek. “Jika ditemukan ASN melakukan hal itu, maka diberikan catatan. Saatnya tiba, langsung dieksekusi,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, dia meminta Kader Demokrat untuk tetap mempertahankan KPK. Jika tidak ada KPK, seperti apa negara ini. Demokrat garda terdepan mempertahankan KPK dari pihak-pihak yang menginginkan KPK dilemahkan bahkan dibekukan. “Mari kita jadi garda terdepan pertahankan KPK. Teman-teman tolong sampaikan bahwa KPK sangat dibutuhkan dan pansus Angket KPK untuk lemahkan KPK,” tegasnya.

Ketua Departemen Urusan KPK, DPP Demokrat, Jemmy Setiawan dalam sambutannya mengemukakan, sekolah KPK sudah jalankan sebanyak tujuh kali. Sekolah anti korupsi merupakan hasil pemikiran bersama. Lewat sekolah demokrat kader tahu apa itu korupsi dan tidak terlibat korupsi. Hal ini untuk mengembalikan kepercayaan publik. “Memang kita akui kader memang terbelit korupsi. Tapi semua sudah dibayar lunas. Semua kader yang ikut, telah dibui dan dipecat. Dengan sekolah ini, kita ingatkan supaya tidak lagi jatuh pada hal yang sama,” tuturnya

Wasekjen DPP Demokrat, Muhammad Husni Tamrin dalam sambutan sebelum membuka acara tersebut mengemukakan, semua acara untuk membenahi sikap dan karakter kader sudah DPP Demokrat. Dengan harapan, semua kader memamahi apa itu korupsi. “Sekolah anti korupsi di partai Demokrat bagus, tapi jangan mau sekolah di KPK,” bilangnya disambut tawa para kader.

Sejak partai berdiri, bilangnya, partai Demokrat melawan kejahatan korupsi. Namun Demokrat sempat terjatuh akibat perilaku kader yang salah. Model pembenahan yang dilakukan pasca semua itu, dengan melakukan sekolah anti korupsi.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dalam telekomfrens-nya mengemukakan, dirinya memberi apresiasi atas sekolah anti korupsi di Kupang NTT. “Jangan tergoda untuk lakukan korupsi. Demokrat konsisten dan konsekwen melawan korupsi. Para kader harus dukung pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Mantan Presiden itu juga mengajak semua kader yang juga politisi handal, untuk dengarkan suara rakyat dan membangun kerja sama yang baik.

Demokrat bilangnya, mendukung keberadaan KPK, untuk bersinergi dengan kepolisian dan kejaksaan dalam memberantas korupsi di Indonesia. (lok)

Click to comment

Most Popular

To Top