Sukses Bangun Ngada jadi Modal Marianus – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Sukses Bangun Ngada jadi Modal Marianus

KUNJUNGAN MARIANUS SAE. Dari kiri, Pemred Timex Marthen Bana, Bupati Ngada Marianus Sae, Direktur Timex Haeruddin, Wadir Pemasaran Timex Stenly Boymau terlibat diskusi di Graha Pena Timor Express, Senin (11/9).

TOMY AQUINODA/TIMEX

Tegaskan Komitmennya Maju di Pilgub NTT

KUPANG, TIMEX–Usai memastikan mencalonkan diri sebagai gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2018, Bupati Ngada Marianus Sae, mulai bergerak. Senin (11/9), Marianus melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Kota Kupang.

Graha Pena Timor Express menjadi salah satu tempat kunjungan Marianus. Siang kemarin sekitar pukul 14.00, Marianus disambut Direktur Timor Express Haeruddin, Wadir Pemasaran Stanley Boymau, Wadir Keuangan Yan Tandi, Pemimpin Redaksi Marthen Bana, Redaktur Pelaksana Kristo Embu serta beberapa staf dan wartawan Timor Express.

Di awal pertemuan tersebut, Marianus mengaku bangga bisa mengunjungi Timex. Lebih dari itu, dia bangga karena dalam konteks Pilgub, Timex adalah media cetak pertama yang menulis soal kepastiannya untuk maju sebagai Cagub. “Timex yang pertama menulis tentang sikap saya, setelah sekian lama saya diam. Dan di sini dengan kerendahan hati saya nyatakan lagi, saya sudah siap maju sebagai Cagub,” ujarnya.

Untuk membangun NTT, Bupati Ngada dua periode ini mengaku akan membawa serta pengalamannya ketika mengantarkan Kabupaten Ngada keluar dari status sebagai daerah tertinggal dan terisolir. Sebab di tahun 2010 saat pertama kali menjabat sebagai bupati, Ngada berada dalam kondisi sangat teringgal dan terisolir. “Saat itu, kami berada di urutan ke-19 dari 21 kabupaten/kota. Sekarang kami berada di urutan ketiga di bawah Kota Kupang,” sebutnya.

Persoalan pelik di seluruh daerah di NTT, menurut Marianus adalah menyangkut aksesbilitas. Pasalnya, masih banyak daerah yang sulit dijangkau karena infrastrukturnya tidak memadai. Akibatnya, barang-barang menjadi mahal, khususnya bagi masyarakat di pedalaman. Dengan demikian, gagasan membangun NTT yang ideal adalah membangun dari desa. “Salah satu alasan saya tolak TdF adalah karena persoalan aksesbilitas. Kita promosi pariwisata, tapi akses menuju lokasi pariwisata yang notabene jalan provinsi masih memprihatinkan. Ibaratnya, pariwisata di NTT bak gadis cantik, tapi kurang mandi,” katanya.

Kesuksesan membangun Ngada, kata Marianus, tidak lepas dari kebijakannya untuk melakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran. Dia mengaku saat pertama kali menjabat sebagai Bupati Ngada, dia langsung minta dokumen terkait penggunaan anggaran. Dari dokumen yang ada, terlihat ada sekitar Rp 96 miliar yang dipakai untuk operasional kantor, Rp 66 miliar untuk perjalanan dinas, Rp 37 miliar untuk operasional mobil dinas. “Untuk operasional kantor saya turunkan menjadi Rp 34 miliar. Anggaran perjalanan dinas dan operasional mobil dinas saya pangkas. Anggaran yang dipangkas itu diplot untuk pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan lainnya,” jelasnya.

Selain efisiensi anggaran, Marianus mengaku, saat ini Pemkab Ngada juga tengah menyekolahkan 48 anak dari semua kalangan untuk menjadi dokter. Juga menyekolahkan anak-anak Ngada ke jenjang S2. “Untuk bangun pendidikan dan kesehatan, kita harus siapkan SDM-nya dulu. Saya ajak media untuk kita sama-sama membangun NTT, “ tandasnya.
Direktur Timor Express, Haeruddin mengatakan, kehadiran Marianus dalam bursa Cagub NTT tentu membuat dinamika politik di NTT semakin bergairah. Sebab Marianus hadir dengan membawa pengalamannya ketika membangun Ngada. “Artinya ada hal baik yang bisa kita petik di sini. Bagaimana mengurus NTT ke depan, orang bisa belajar dari Pak Marianus ketika mengurus Kabupaten Ngada,” kata Haeruddin.

Sementara Pemred Timor Express, Marthen Bana mengatakan, media sebenarnya punya tanggung jawab untuk mencari dan memunculkan figur yang bisa membangun NTT. Semakin banyak figur potensial yang dimunculkan, justru dinamika Pilgub NTT semakin bergairah. “Kebetulan ada survei yang dilakukan salah satu lembaga survei dan dari situ kita dapat satu figur yakni pak Marianus yang bisa munculkan ke publik. Kita ingin NTT maju karena dipimpin oleh figur yang bekerja cepat,” mata Marthen.

Marthen juga berharap, Pilgub NTT kali ini harus bebas dari politik identitas. Pilgub NTT harus damai dan aman. Sebab yang dicari adalah Gubernur NTT, bukan bupati/walikota. Pilgub juga bukan memilih pemimpin agama. “Sama seperti bakal calon yang lain, kami akan mensuport Pak Bupati dari sisi pemberitaan. Ke depan, kami juga harap ada figur yang punya kepedulian terhadap media,” katanya.
Sementara Wadir Bidang Pemasaran, Stanley Boymau mengatakan, dalam dikusi Timex Forum, pihak Pemprov NTT pernah mengatakan bahwa untuk membenahi seluruh infrastruktur, NTT butuh Rp 4,5 triliun. Namun, kebutuhan ini kemudian berubah dan tidak lagi fokus pada Rp 4,5 triliun untuk infrastruktur.

Sebaliknya, Pemprov NTT malah memikirkan program-program lain untuk daerah tertentu saja. “Pemprov karena sudah bargaining dengan hal-hal baru, kemudian melupakan kebutuhan mendasar rakyat. Kalau Pak Bupati jadi gubernur, kami harap Pak Bupati komit dengan apa yang sudah menjadi kebutuhan rakyat,” katanya.

Nasdem Survei Ulang

Sebelum menyambangi Graha Pena Timor Express, Marianus terlebih dahulu bertatap muka dengan Ketua DPP Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) di kediaman VBL di Jln. W. Mongonsidi-Fatululi.

Di awal pertemuan itu, Marianus menyampaikan niatnya untuk maju sebagai Cagub NTT. Dia kemudian menyebut dukungan yang sudah datang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sekalipun dukungan tersebut masih di tingkat DPW NTT. VBL sendiri sempat menawarkan kepadanya untuk berjalan bersama Partai Nasdem, asalkan mau berada di nomor dua (sebagai Cawagub, red).

“Pak Victor, saya dan Pak Victor mungkin punya tipikal yang sedikit sama. Untuk membangun daerah ini, kita harus melangkah lebih cepat. Dan untuk melangkah cepat, saya tidak mau diperintah. Yang saya takutkan, saya kemudian berantem dengan gubernur kalau dia kerjanya lambat,” ujarnya.

VBL pun mengamini niat Marianus. Menurut dia, sekalipun bergerak agak terlambat untuk maju dalam Pilgub, namun Marianus masih punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan dan membangun lobi dengan partai politik. “Untuk Nasdem, kemungkinan besar kami akan lakukan survei sekali lagi,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu.

Dalam diskusi lepas dengan Timor Express, Bupati Ngada dua periode itu mengaku, selain PKB dan Nasdem, dia akan berupaya melakukan lobi politik dengan PKPI dan Hanura. Sekalipun partai-partai tersebut dikabarkan sudah mendukung calon tertentu. “Semua partai banyak yang belum arahkan dukungan untuk calon-calon tertentu. Jadi tidak ada salahnya saya berniat untuk dekati partai-partai ini,” ujarnya. (r2/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top