Jaksa Bongkar Proyek DAK Pendidikan – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

HUKUM

Jaksa Bongkar Proyek DAK Pendidikan

BERMASALAH. Inilah bangunan SMK Cahaya Putra Kupang yang berada di Kelurahan Lasiana. Diabadikan Selasa (12/9).

FENTI ANIN/TIMEX

Nilainya Rp 10,1 Miliar

Belasan Saksi Sudah Diperiksa

KUPANG, TIMEX – Satu per satu proyek yang diduga merugikan keuangan negara di Kota Kupang diendus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.
Terbaru yakni pengelolaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk SMA dan SMK Tahun Anggaran 2015 dengan pagu anggaran senilai Rp 10.170.214.000. Anggaran DAK bidang pendidikan ini dikhususkan untuk SMA senilai Rp 2.608.720.000 dan SMK senilai Rp 7.562.214.000. Ada dua item kegiatan yakni peningkatan fisik dan peningkatan mutu.

Untuk SMA seluruh anggaran DAK tersebut fokus untuk peningkatan fisik. Sementara untuk SMK fokus pada peningkatan mutu senilai Rp 2.650.000.000 dan untuk peningkatan fisik senilai Rp 4.912.214.000. Sasaran dari dana DAK bidang pendidikan itu yakni untuk SMK penerima DAK sebanyak 20 sekolah dan untuk SMA penerima DAK sebanyak enam sekolah.

Kepala Kejari Kota Kupang, Winarno yang diwawancarai Timor Express melalui Kasi Intel, Arif Kanahau Selasa (12/9) di ruang kerjanya membenarkan adanya proses penyelidikan yang sementara dilakukan Kejari Kota kupang untuk proyek DAK bidang pendidikan Tahun Anggaran 2015 khususnya untuk SMA dan SMK dengan pagu anggaran senilai Rp 10.170.214.000. “Saat ini kita sementara dalami proyek DAK bidang pendidikan pada SMA dan SMK tahun anggaran 2015. Tahapannya saat ini masih pada proses penyelidikan sehingga kita fokus pada pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket),” jelas Arif.

Dijelaskan Kasi Intel Kejari Kota Kupang ini, proses penyelidikan untuk kasus DAK bidang pendidikan Tahun Anggaran 2015 khusus untuk SMA dan SMK dengan pagu anggaran senilai Rp 10.170.214.000 sudah dimulai sejak Juli lalu. “Selain periksa saksi-saksi kita juga sementara periksa kondisi fisik proyek tersebut. Belasan orang saksi sudah kita mintai keterangan dan untuk hari ini (Kemarin, Red) kita periksa empat orang saksi yakni dua orang dari Dinas Pendidikan dan dua orang lainnya yakni pihak yayasan,” jelas dia.

Ke depan, katanya singkat, pihaknya akan terus memeriksa saksi-saksi lainnya. Jika sudah cukup, maka akan segera dilakukan ekspose kasus secara bersama untuk menentukan apakah proses penyelidikan selama ini layak untuk ditingkatkan ke penyidikan atau tidak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Filmon Lulupoy yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya pemeriksaan terhadap sejumlah anak buahnya di Dinas Pendidikan. Ia pun menolak berkomentar lebih jauh. “Saya belum mau komentar karena belum tahu,” kata Filmon. (gat/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top