Koalisi Golkar-Nasdem Belum Final – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Koalisi Golkar-Nasdem Belum Final

Golkar: Elektabilitas Laka Lena Tinggi

KUPANG, TIMEX-Arah koalisi Partai Golkar yang digadang-gadang bersama Partai Nasdem dalam Pilgub 2018 ternyata belum final. Hal ini terjadi karena dalam rapat DPP Golkar, Senin (11/9) di Jakarta, belum memutuskan koalisi maupun bakal calon gubernur-wakil gubernur yang akan diusung.

Hal ini dikatakan Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Golkar NTT, Anwar Pua Geno saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/9). Ketua DPRD NTT ini mengemukakan, dalam rapat DPP Golkar itu masih mempertimbangkan posisi bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Pasalnya, sesuai dengan survei, kandidat dari Golkar, Melki Laka Lena memiliki elektabilitas yang cukup tinggi.

Selain itu, Golkar sebagai partai pemenang pemilu 2019 di NTT. “Dari survei, elektabilitas Melki Laka Lena lebih baik. Hal ini jadi pertimbangan, apakah didorong sebagai balon gubernur atau tetap wakil gubernur,” papar dia.

Dengan kondisi yang ada, lanjut Anwar, DPP memutuskan untuk mengkaji lebih jauh, apakah ada reposisi atau tidak. Tentunya, Golkar juga memikirkan partai yang menjadi tandemnya menghadapi Pilgub. “DPP memilih belum memutuskan, sambil melakukan pengkajian lebih lanjut,” terang politisi muda itu.

Sebagai pengurus DPD I Golkar NTT, sebut Anwar, pihaknya hanya menunggu seperti apa deal Golkar dengan partai lain sebagai teman koalisi. Jika komunikasi sudah berjalan maka tentunya keputusan akan dikeluarkan. DPD I Golkar NTT, kata Anwar, akan menjalankan semua keputusan. “Kita di DPD I jelas hanya bisa tunggu keputusan DPP seperti apa,” tukasnya.

Ditanya tentang informasi yang telah beredar soal kepastian koalisi Nasdem-Golkar, dia mengemukakan, awalnya seperti itu dan komunikasi Golkar dengan Nasdem sudah berjalan sebelumnya. Namun, dengan belum terbitnya surat keputusan berkoalisi, menunjukkan hal itu belum final. Bukan saja koalisi, namun juga dalam pencalon kader Golkar dan Nasdem yang telah beredar. “Sampai sekarang SK koalisi maupun dukungan untuk Paslon belum keluar. Itu artinya belum ada keputusan final antara kedua petinggi partai,” papar dia.

Disinggung soal pernyataan petinggi partai yang menyebutkan koalisi Nasdem-Golkar untuk mengusung Jacki Uly-Melki Laka Lena sudah final, Anwar mengemukakan, tentunya itu final menurut Nasdem. Sementara dari Golkar belum final. “Itu final dari Partai Nasdem. Golkar belum final,” tegas Anwar Pua Geno.
Dicecar apakah Golkar-Nasdem bakal pecah kongsi dengan mengusung masing-masing figur sebagai calon gubernur, dia mengemukakan, hal ini juga yang menjadi pertimbangan DPP. Situasi ini akan dikaji secara mendalam oleh DPP.

Dia menambahkan, DPP juga terus membangun komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi. “Golkar dan Nasdem berkoalisi pastinya sudah melebihi apa yang dibutuhkan. Tapi penting juga berkoalisi dengan partai lain, selain Nasdem. Semua demi menambah kekuatan,” sambung Anwar.

Anawar kembali menegaskan, hingga kini Golkar belum menentukan sikap resmi dan final untuk berkoalisi dengan Nasdem. DPP Golkar masih melakukan sejumlah kajian, sebelum mengambil keputusan akhir. “Kita tunggu saja seperti apa keputusan DPP Golkar. Pastinya setiap keputusan melalui pertimbangan yang matang,” kata dia.

Mengenai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar NTT, Anwar mengemukakan sejumlah informasi yang beredar menyebutkan Melki Laka Lena sebagai pelaksana tugas, namun secara de facto belum ada keputusan. Pengangkatan Plt. harus menggunakan SK. Jika SK belum ada, maka belum resmi. “Kita belum terima SK DPP soal siapa yang menjadi Plt. Kami tunggu saja keputusan DPP,” sambungnya.

Tugas Plt. Ketua DPD I Golkar NTT yakni mempersiapkan pelaksanaan Musda Luar Biasa untuk memilih Ketua DPD I Golkar defenitif pasca ditinggal Iban Medah yang berpindah ke Partai Hanura.

PDIP Lanjutkan Seleksi

DPP PDIP segera melanjutkan tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap bakal calon (Balon) kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten TTS, Manggarai Timur, Sumba Tengah dan Rote Ndao.

Sebelumnya DPP partai besutan Megawati Soekarnoputri itu telah melakukan proses penyaringan terhadap 42 orang Balon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari 6 kabupaten di NTT yang akan melaksanakan Pilkada pada tahun 2018. Yaitu Kabupaten Kupang, Sikka, Ende, Nagekeo, Alor dan Sumba Barat Daya.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang diwawancarai Timor Express di Jakarta, kemarin (13/9) mengatakan, fit and proper test terhadap empat kabupaten dan provinsi akan dilakukan DPP setelah menerima usulan DPD PDIP NTT.

“DPP masih menunggu data penjaringan Kabupaten TTS, Manggarai Timur, Sumba Tengah dan Rote Ndao. DPD PDIP Provinsi NTT juga belum menyerahkan data penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur ke DPP,” ungkap Andreas yang juga anggota Komisi I DPR RI itu.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan NTT I itu mengatakan, PDIP memiliki mekanisme baku dalam penentuan setiap calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan disusung dalam pilkada.

Selain itu, lanjut dia, pihak DPC, DPD dan DPP partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki kewenangan untuk melakukan penjaringan terhadap calon kepala daerah. “Artinya setiap orang bisa mendaftar di DPC, DPD ataupun DPP. Untuk proses penyaringan kewenangan dimiliki oleh DPD dan DPP,” jelas dia.

Masih menurut Andreas, dalam proses penyaringan yang dilakukan di DPP PDIP, setiap Balon akan mengikuti dua tahapan wawancara. Wawancara pertama, menurut dia, akan dilakukan oleh asesor yang berasal dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) selaku organisasi profesional sarjana psikologi Indonesia yang telah diakui secara nasional dan internasional.

Wawancara mendalam yang dilakukan oleh HIMPSI, jelas Andreas, ditujukan untuk melihat kemampuan kepemimpinan, tingkat emosional, kemampuan menyelesaikan masalah, kemampuan membuat terobosan dan integritas dari setiap bakal calon.

Selanjutnya, wawancara yang kedua dilakukan oleh pengurus DPP PDIP untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman setiap Balon tentang ideologi Pancasila, teritorial, peta masalah serta visi dan misinya jika terpilih sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah.

“DPP PDIP menetapkan beberapa indikator untuk menentukan calon yang akan direkomendasikan. Yang pertama adalah dia mempunyai kapabilitas atau kemampuan memimpin daerahnya yang dinilai berdasarkan hasil wawancara oleh HIMPSI dan pengurus DPP. Kedua adalah dia mempunyai modal sosial atau elektabilitas yang dinilai berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh DPP dan didanai secara bergotong royong oleh para balon,” jelas Andreas.

“Ketiga adalah Balon memiliki modal politik yang artinya untuk daerah-daerah yang PDIP tidak bisa mencalonkan sendiri, calon tersebut harus mendapatkan rekomendasi juga dari partai politik lain. Keempat adalah Balon memiliki modal logistik agar bisa mandiri membiayai kampanye dan dana saksi,” lanjut dia.

Andreas juga menegaskan bahwa PDIP tidak pernah meminta mahar kepada setiap calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPD I PDIP NTT, Yunus Takandewa yang dikonfirmasi via ponsel siang kemarin mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera memroses berkas usulan calon/Paslon Kada pada empat kabupaten tersisa.

“Sambil berproses diharapkan Balon Kada di empat kabupaten tersebut dapat memaksimalkan syarat pokok guna dianalisa oleh DPD I, diantaranya partai koalisi dan peta politik di wilayah,” kata dia.

Anggota DPRD NTT itu melanjutkan, salah satu aspek penting sesuai arahan DPP adalah survei. Desk Pilkada DPD I sudah membentuk tim khusus guna memperlancar komunikasi dan penggalangan secara gotong-royong sebagaimana 6 kabupaten lainnya.

“Pada prinsipnya dalam waktu tidak terlalu lama usulan 4 kabupaten sisa akan diproses di DPP guna mengikuti tahapan fit and proper test dan survei,” terang dia.

Ditambahkan, saat ini tim khusus tengah bergerak cepat guna memperlancar dilakukannya kontrak kerja sama dengan lembaga survei independen sesuai rekomendasi DPP yang dapat dipertanggungjawabkan objektivitas, kredibel dan independen. (lok/joo/fmc/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top