Penuhi Kuota , Rekrtut Honorer dan SI Umum – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

PENDIDIKAN

Penuhi Kuota , Rekrtut Honorer dan SI Umum

JAKARTA, TIMEX-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merekrut 17 ribu guru garis depan (GGD) pada 2018 mendatang.

Walaupun masih dalam tahap rencana, tapi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud sudah menyiapkan skema perekrutannya.

Menurut Plt Dirjen GTK Hamid Muhammad, untuk memenuhi kuota 17 ribu GGD, pihaknya akan merekrut dari tenaga honorer dan S1 umum. Bila hanya berharap pada lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sulit terpenuhi.

“Kalau hanya ambil dari PPG ya susah karena lulusannya sedikit. Kami akan membahas skema rekrutmen GGD dari honorer dan S1 umum dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kementeristekdikti),” kata Hamid.

Berikut skema rekrutmen GGD dari honorer dan S1 umum:

1. Honorer yang mengabdi di daerah terpencil mendapat prioritas.

2. Honorer harus berijazah minimal S1. Ini sesuai aturan UU Guru dan Dosen.

3. Batas usia maksimal honorer dan S1 adalah 35 tahun. Ini sesuai ketentuan UU Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana batas usia CPNS paling tinggi 35 tahun. Bila diarahkan ke pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tidak ada batasan usia.

4. Harus mengikuti program PPG. Ketentuan ini berlaku baik honorer maupun lulusan S1 umum. Tanpa mengikuti PPG, GGD yang lolos tidak bisa mengajar.

5. Lulusan S1 umum yang mau mengabdi di daerah 3T.

“Ini baru rencana ya, masih harus dibahas bersama dengan MenPAN-RB, Menkeu, Menristekdikti, dan Mendagri,” tandasnya.

Angkat GGGD jadi CPNS, Honorer K2 Kecewa Berat

JAKARTA, TIMEX-Pelepasan 6.296 guru garis depan (GGD) berstatus CPNS ke daerah pengabdian oleh Mendikbud Muhadjir Effendy, Selasa (12/9), membuat ratusan ribu honorer kategori dua (K2) kecewa berat.

Mereka menuding pemerintah ingkar janji karena bukannya mengangkat guru-guru yang sudah lama mengabdi menjadi CPNS. Namun, malah mengisi kekurangan guru di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dengan guru-guru muda.

“Honorer K2 jelas kecewa, karena yang diangkat itu tidak termasuk honorer K2,” kata Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Sumatera Selatan Syahrial kepada JPNN, Rabu (13/9).

Dia mengungkit janji pemerintah akan menyelesaikan masalah honorer K2, tapi hingga saat ini belum ada kejelasannya. Malah pemerintah memerioritaskan GGD dan membuka lowongan CPNS dari jalur umum.

“Kebijakan pemerintah akan membuat honorer K2 seluruh Indonesia tersakiti. Sikap kami akan diputuskan 16-17 September di Yogjakarta,” tuturnya.
Dia menambahkan, pemerintah terus menerus mengeluarkan kebijakan yang merugikan honorer K2.

Padahal selama ini yang menjalankan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah termasuk wilayah terpencil adalah honorer K2. (jpnn/lok)

Click to comment

Most Popular

To Top