Proyek-Proyek Raksasa Mulai Berjalan – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Proyek-Proyek Raksasa Mulai Berjalan

Wali Kota Ingatkan Jangan Korupsi
Dewan Terus Pantau

KUPANG, TIMEX – Sejumlah proyek besar yang dianggarkan dari APBD Kota Kupang tahun anggaran 2017 mulai digenjot. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pun mengingatkan agar para pengguna anggaran tidak boleh korupsi.

Berdasarkan penelusuran Timor Express dari laman LPSE (layanan pengadaan secara elektronik) Kota Kupang, setidaknya terdapat 26 paket proyek bernilai Rp 1 miliar sampai Rp 40 miliar. Sebagian besar sudah selesai proses pelelangan. Dari 26 paket proyek tersebut terdapat 20 paket proyek di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sisanya merupakan kewenangan Dinas Kesehatan dan RSUD S. K. Lerik.

Untuk Dinas PUPR, sebagian besar adalah pekerjaan jalan dengan konstruksi HRS Base (hotmix). Selain itu ada proyek pembangunan tembok penahan tebing, irigasi dan reservoar. Termasuk beberapa gedung (lihat grafis).

Terkait pengerjaan proyek-proyek ini, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengingatkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Kupang untuk bekerja secara profesional. Harus bekerja dengan jujur dan tidak boleh memanfaatkan kesempatan untuk korupsi. “Saya minta semuanya kerja yang jujur. Harus transparan dalam setiap proses dan tahapan pelelangan. Jangan sampai ada korupsi,” kata Jeriko mengingatkan.

Ia mengatakan anggaran yang dipakai dalam proyek-proyek ini bernilai puluhan hingga ratusan miliar. Oleh karena itu, harus hati-hati dalam penggunaannya.
Jeriko juga mengingatkan soal kualitas pekerjaan. Ia meminta agar pihak swasta pun bekerja secara profesional. Harus menggunakan spesifikasi sesuai kontrak. Dengan demikian dapat menjamin mutu pekerjaan. “Saya pasti akan turun ke lapangan untuk cek. Kalau ngga benar kita tindak,” katanya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Kupang, Merry Salouw meminta OPD yang menangani proyek-proyek raksasa ini untuk bekerja secara profesional. Apalagi waktu pengerjaan tinggal beberapa bulan. Semua pekerjaan harus selesai pada Desember 2017 sebelum tutup tahun anggaran.

Merry juga mengingatkan agar pihak kontraktor tetap menjaga mutu pekerjaan. Jangan sampai dengan waktu yang singkat, pekerjaan dilakukan asal jadi.

kibatnya bangunan yang dibuat tidak bermutu.

Merry juga mengingatkan Pemkot agar tidak lagi menggunakan prinsip monopoli dalam pekerjaan proyek-proyek di Kota Kupang. Selama ini ada monopoli sehingga pekerjaan pun terhambat. “Banyak juga kontraktor lokal yang punya kemampuan jadi jangan semuanya dari luar daerah,” kata Merry.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Benny Sain yang dikonfirmasi wartawan Rabu (13/9) membenarkan sejumlah proyek sudah dilelang. Ada juga yang sudah selesai, namun masih beberapa yang dalam proses pelelangan. Namun, ia belum merinci lebih jauh tentang paket-paket proyek yang sudah selesai dilelang. (sam)

“Jalan Seperti Kerbau Berak”

Anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengeritik kualitas pekerjaan jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang. Pasalnya, ada beberapa ruas jalan hotmix yang baru sebulan dibangun sudah rusak.

Jalan-jalan ini mulai tampak lubang di mana-mana. Ini akibat penggunaan material yang tidak berkualitas, sehingga ketika hujan turun, aspal terkelupas dan mengakibatkan lubang di mana-mana. “Kita lihat jalan seperti kerbau berak saja. Faktanya seperti itu. Apakah bahannya sesuai spesifikasi atau tidak. Kita harapkan tahun ini tidak seperti itu lagi,” kata Adrianus Talli saat melakukan reses di Restoran In and Out di Kelurahan Pasir Panjang, Rabu kemarin.

Menurutnya, tahun ini pekerjaan jalan harus berkualitas sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat. Pasalnya, anggaran miliaran yang dipakai untuk membangun jalan ini berasal dari APBD yang merupakan hasil pembayaran pajak oleh masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus menikmati anggaran ini.

Ia mengatakan, berdasarkan pandangannya saat pekerjaan proyek jalan hotmix tahun lalu, sebagian besar pekerjaan tidak memenuhi standar teknis. “Kita keluarkan biaya banyak tapi kita tidak dapat menfaatnya. Bukan sekadar ada aspal, tapi nilai manfaatnya apa. Masa baru satu bulan kerja sudah rusak lagi. Lebih baik pake lapen saja,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Kupang ini.

Pernyataan Adrianus Talli tersebut menanggapi pernyataan yang dilontarkan Lurah Pasir Panjang, Ferdinand Masae dalam sesi tanya jawab dalam acara reses kemarin.

Pada kesempatan itu, Ferdinand mengatakan saat pekerjaan proyek jalan, ia turun langsung ke lapangan. Bahkan ia memantau juga saat malam hari. Dan, menurutnya, pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Ia mencontohkan, jalan-jalan yang dibuat tidak disertai dengan pembenahan drainase. Akibatnya, begitu hujan turun, banjir meluap ke jalan. Aspal pun terkelupas. “Kita cek ternyata hotmix sudah amburadul. Ini karena drainase tidak ada,” kata Ferdinand.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Benny Sain berjanji akan memperhatikan kualitas pekerjaan di lapangan. Ia menjamin pekerjaan tahun ini akan lebih baik. (sam)

Click to comment

Most Popular

To Top