DPRD Kecewa dengan Kebijakan Mutasi Guru – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

DPRD Kecewa dengan Kebijakan Mutasi Guru

Disdik NTT: Kita Sudah Tangguhkan

KUPANG, TIMEX-Pemindahan 11 Guru ASN dari SMA St. Alfonsus Weetabula oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi NTT, mendapat sorotan dari anggota Komisi V, DPRD NTT, Winston Rondo.

Dalam jumpa pers yang digelar di ruang Fraksi Partai Demokrat Provinsi NTT, Jumat (15/9) mengemukakan, pihaknya sangat kecewa dengan proses mutasi guru ASN dari SMA St. Alfonsus Weetabula. Pasalnya, hal ini tidak sesuai dengan roh perjuangan dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Disebutkan, ketika sejumlah aturan terbit, untuk penarikan semua guru PNS dari sekolah swasta, Gubernur NTT getol untuk tidak diberlakukan khususnya di NTT. Sebab, sekolah swasta berperan penting di dunia pendidikan di NTT. Upaya itu, malah membuahkan hasil, dimana tetap dipertahankan banyak guru PNS di sekolah swasta di NTT.

Namun kini terjadi sebaliknya. Dinas Pendidikan NTT memutasikan guru PNS dari sekolah swasta, dan itu terjadi di SMA St. Alfonsus Weetabula.

Atas mutasi itu, bilang dia, pihak Yayasan Pendidikan Nusa Cendana (Yapnusda) yang menyelenggarakan pendidikan itu, telah menyurati Gubernur NTT. Yayasan meminta untuk dikembalikan guru-guru yang dimutasi, agar tidak terhambat proses pendidikan. “Jadi ini kebijakan yang bertabrakan langsung dengan program gubernur,” timpalnya.

Disebutkan, di NTT keberadaan sekolah swasta mencapai sekira 30 sampai 40 persen. Melihat persentasi ini, jelas sekolah swasta sangat berperan dalam mencerdaskan anak bangsa di NTT. Karena itu, tidak sepantasnya dilakukan mutasi guru PNS dari sekolah swasta. “Kejadian ini baru kita dapat dari SMA St. Alfonsus Weetabula. Itupun Romo Marcel P. Lamunde Pr, mengirimi surat ke kita. Kita belum dapat dari seluruh NTT, apakah demikian atau tidak. Kita harap tidak seperti itu,” imbuhnya.

Dia meminta Disdik NTT untuk melakukan kajian yang mendasar, kemudian memutuskan dengan cepat masalah itu. Jika tidak maka anak-anak sekolah tersebut akan terlantar. “Kita tidak boleh main-main dengan nasib anak-anak sekolah. Kita harus beri kepastian,” bilang dia.

Pada kesempatan itu, kembali dia mengaku kecewa dengan kebijakan Disdik NTT, yang selalu menuai kontroversi, pasca pengalihan pengelolaan SMA dan SMK ke provinsi. Harusnya bilang dia, Dinas tidak gegabah dengan mutasi, sebab bisa mengganggu sistem yang telah terbangun. “Kebijakan jangan terus menuai kontroversi. Harus lebih arif dan bijak, sebab semua sekolah baik swasta maupun negeri sama-sama untuk mencerdaskan anak bangsa, terutama di NTT.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Provinsi NTT, Alo Min yang dikonfirmasi membenarkan adanya mutasi guru SMA St. Alfonsus Weetabula. “Kita sudah dapat laporan, kalau ada penolakan dari pihak yayasan, atas pemindahan 11 guru ASN dari sekolah tersebut,” bilang dia.

Pihaknya sudah menghubungi UPT di Weetabula, untuk mendegarkan laporan dan kejadian sebenarnya. Dari laporan, memang ada kesalahan, dimana UPT harusnya tidak melakukan mutasi. “Ada kesalahan. UPT tidak bisa lakukan mutasi,” tegas dia. Karena kesalahan itu, lanjut Alo Min, pihaknya telah tangguhkan mutasi itu. “Kita sudah tangguhkan, sebab mutasi bukan kewenangan UPT,” imbuh dia.

UPT bilang dia, hanya bertugas untuk mendata, melakukan kajian soal jumlah guru dan sebarannya. Data yang ada, kemudian diajukan ke Disdik NTT, untuk dikaji lebih lanjut. Selanjutnya, Kepala Dinas yang akan melakukan mutasi, bukan oleh UPT. “Memang ada kesalahan. Kita sudah tangguhkan. Kita lagi minta UPT untuk kaji sebaran guru, jumlah guru, dan lebih dari itu analisis kebutuhan guru. Dari itu baru kita akan lihat perkembangan lanjutannya. Saat ini sudah ditangguhkan. Moga bisa berjalan seperti biasa,” tuntasnya. (lok)

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!