Marianus Belum Teruji dalam Survei – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

POLITIK

Marianus Belum Teruji dalam Survei

Tarik Minat Parpol, Dongkrak Elektabilitas

KUPANG, TIMEX-Munculnya nama Marianus Sae dalam bursa Pilgub NTT cukup memberi warna baru. Namun, kerja politik ke depan memang membutuhkan keseriusan untuk mendapat dukungan partai politik, termasuk memastikan figur pendamping yang mumpuni.

Pengamat Politik dari FISIP Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang ketika dihubungi koran ini, Minggu (17/9), mengatakan, munculnya nama Marianus Sae merupakan kecerdikan tersendiri dari PKB yang menawarkan figur alternatif untuk menjembatani dikotomi figur tua-muda. Marianus Sae, menurutnya merupakan salah satu bupati yang sukses membangun daerah khususnya Kabupaten Ngada. “Karena itu, tidak salah kalau PKB mendorong beliau menjadi calon gubernur,” ungkap Ahmad Atang, kemarin.

Dikatakan, jika dilihat dari momentum kemunculannya belum dianggap terlambat karena partai politik belum benar-benar melakukan koalisi permanen. Sehingga masih ada waktu yang cukup bagi Marianus dan PKB untuk membangun lobi-lobi politik, termasuk mancari figur yang menjadi wakilnya.

Menurut Ahmad, keseriusan Marianus untuk maju sebagai calon gubernur akan menambah daftar figur yang telah ada. Sehingga kontestasinya semakin ketat. Kondisi ini membuka ruang untuk dilakukan kalkulasi soal peluang. “Bagi saya, yang harus dilakukan oleh Marianus adalah memastikan elektabilitas sebagai prasyarat untuk mendapatkan kendaraan politik. Jika elektabilitas tinggi, tentu partai akan datang dengan sendirinya, sebab partai pada saat sekarang justru memilih figur karena popularitas dan elektabilitas tinggi,” ujar Atang.

Sebagai figur yang baru dimunculkan, urai dia, posisi Bupati Ngada itu belum teruji berdasarkan hasil survei. Kerja-kerja politik ke depan memamg harus serius dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari partai politik sebagai langkah awal dan selanjutnya memastikan figur wakil. “Memang ini butuh keseriusan. Bila tidak maka akan tertinggal. Pasalnya, popularitas dan elektabilitas telah menjadi patokan figur diusung,” ungkapnya.

Masih menurutnya, jika gambaran elektabilitas belum terlihat jelas, tentunya menjadi tantangan tersendiri dalam merebut hati parpol. Sebab semua partai lagi berkompetisi untuk mendapat figur terbaik untuk didorong. Pasalnya, kemenangan akan menjadi modal dasar partai untuk bertarung dalam Pileg dan Pilpres 2019.

“Jangan sampai terlambat bergerak jika ingin menjadi kandidat Gubernur NTT nanti. Semua figur yang ada, tentunya telah memasang kuda-kuda dukungan partai, apalagi sudah sekian lama menyatakan kesiapan untuk maju,” tukas dia.

Sementara itu, Pengamat Politik FISIP Undana Kupang, Pius Bere yang diminta pendapatnya menjelaskan, pada prinsipnya semua WNI yg memenuhi syarat dapat mengikuti hajatan politik, termasuk Marianus Sae.

Soal peluang, menurutnya, semua kandidat memiliki peluang yang sama karena sampai saat ini semua masih berproses dan hanya dua atau tiga partai yang memastikan berkoalisi mengusung calon. Diantaranya, Gerindra dan PAN, dan bisa saja ikutan PKS untuk berkoalisi.

Dikemukakan, hingga kini Nasdem dan Golkar belum juga final untuk mengusung balon yang dielus yakni Jacki Uly-Melki Laka Lena. Demikian pula dengan partai yang lain.

Karena itu, menurut Pius, sangat tergantung pada kerja keras kandidat dan tim sukses dalam meyakinkan partai politik maupun masyarakat pemilih. “Kita bisa belajar dari Pilkada DKI era Jokowi-Ahok versus Fauzi Wibowo dan paketnya. Berkat kerja keras menyakinkan parpol dan masyarakat DKI, keduanya mendapat dukungan mayoritas,” kata Pius.

Hal ini juga menurut Pius, harus bisa dibuat oleh Marianus Sae dan tim demi meningkatkan elektabilitas dalam Pilgub yang bakal dihelat 2018 mendatang. “Ini butuh kerja luar biasa,” tuntasnya.

Sebelumnya, pekan lalu, saat mengunjungi Graha Pena Timor Express, Marianus Sae mengatakan, walaupun dirinya baru menyatakan kesiapan untuk maju dalam Pilgub NTT, namun belum terlambat. “Bagi saya belum terlambat karena calon yang ada sekarang juga belum ada resmi berkoalisi,” kata Marianus.

Dia juga mengakui, PKB sudah menyatakan memberi dukungan kepada dirinya. Karena itu, dia akan menjalin komunikasi dengan partai politik yang lain. Dia menyebut, Hanura, PKPI dan beberapa Parpol lain akan didekatinya.

PDIP Antar Berkas ke DPP

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP NTT menunjukan langkah maju dalam memproses berkas para bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang telah mendaftar beberapa bulan lalu. Sesuai rencana, dalam pekan ini, DPD PDIP akan mengatar semua dokumen ke DPP untuk diproses lebih lanjut.

Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Matara yang dihubungi Timor Express, Minggu (17/9) mengemukakan, pihaknya tengah menyelesaikan seluruh proses di tingkat DPP, terutama terkait berkas yang harus diajukan oleh para kandidat gubernur dan wakil gubernur NTT. “Memang ada beberapa berkas yang masih kurang dari para bakal calon. Kita sudah komunikasikan untuk dibereskan semua dokumen, untuk dibawa ke DPP,” paparnya.

Jika dalam pekan ini tuntas, paparnya, pihaknya akan langsung mengantar ke DPP PDIP untuk diproses lebih lanjut. Pasalnya, ketika berkas sudah diantar, maka itu merupakan domain dari DPP. Pihaknya sebagai DPD, hanya dinformasikan hal-hal penting untuk disesuaikan. “Pekan ini kalau sudah beres kita antar ke DPP. Untuk urusan selanjutnya ada di DPP. Semua diatur oleh DPP,” terang dia.

Karena itu, dirinya menegaskan, semua figur yang melamar di PDIP memiliki peluang yang sama untuk ditetapkan sebagai calon. PDIP, jelasnya, memiliki mekanisme yang jelas dan harus diikuti tahap per tahap.

Tahapan selanjutnya yakni fit and proper tes. “Akan dijadwalkan untuk fit and proper test. Jadi belum ada penetapan,” ungkapnya lagi.

Wakil Ketua DPRD NTT itu melanjutkan, setelah fit and proper test, akan ada tahapan lainnya. Biasanya, jelas Nelson, akan dibuka sekolah partai yang digelar DPP. “Jika ada yang diundang mengikuti sekolah partai, itu menjadi tanda akan didukung oleh DPP,” jelasnya.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu, DPP telah melakukan fit and proper test terhadap para bakal calon bupati/wakil bupati dari 10 kabupaten yang mendaftarkan diri di PDIP. “Mereka diuji oleh DPP langsung. Memang itu domain DPP. Sebab di sana akan ada sejumlah penilain,” jelas Nelson.

Pada kesempatan itu, Nelson memastikan semua proses sedang berjalan dan DPD segera menuntaskan semua berkas yang dibutuhkan untuk segera diantar ke DPP. Jika tidak ada hambatan, pekan ini semua sudah diantar untuk diteliti lebih jauh.

Sementara itu, salah satu bakal calon gubernur NTT yang juga mendaftar di PDIP, Hery Wadu kepada koran ini optimistis mendapat dukungan dari PDIP. “Memang kita dengar di mana-mana menguat nama-nama tertentu. Namun, sejauh belum ada keputusan resmi dari partai, maka semua bakal calon memiliki peluang yang sama. Kita punya peluang yang sama, karena belum ada yang ditetapkan oleh PDIP,” terang dia.

Disebutkan, dirinya memiliki jaringan yang bisa memastikan hal itu. Dirinya bersama tim terus bergerak ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi diri, selain berkomunikasi dengan petinggi-petinggi partai. “Komunikasi ke rakyat dan pimpinan partai terus berjalan. Jalan politik belum tertutup,” paparnya.

Dikemukakan, dirinya masih memegang teguh apa yang menjadi pesan Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya ketika dirinya melapor diri untuk maju di Pilgub NTT. Pesan Lebu Raya adalah figur muda dibutuhkan untuk membangun NTT. NTT sebagai provinsi kepulauan, jelas membutuhkan banyak energi kepala daerah. (lok/ito)

 

Click to comment

Most Popular

To Top