Bimbing Anak dengan Metode Akselerasi – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

PENDIDIKAN

Bimbing Anak dengan Metode Akselerasi

SIAP MENDIDIK.Prescella Ang (kanan belakang), Nageep Gounjaria (kanan dua) dan Yoseph Ciputra (kanan tiga) bersama para staf pengajar di CMA dan English Faster Cabang NTT, Selasa (19/9).

CARLENS BISING/TIMEX

CMA dan English Faster Pertama di NTT

KUPANG, TIMEX-Lembaga pendidikan Classical Mental Arithmetic (CMA) dan English Faster hadir pertama kali di NTT, khususnya di Kota Kupang. Dengan metode ajar akselerasi, siswa-siswa yang dididik akan dengan cepat menguasai materi yang diajarkan, yakni sempoa dua tangan dan empat keterampilan berbahasa Inggris.

“Program kami yang pertama adalah sempoa dua tangan. Ini program dari Taiwan yang bertujuan untuk melatih konsentrasi dan meningkatkan kemampuan memori otak anak,” jelas perwakilan CMA Jakarta, Prescella Ang kepada Timor Express di kantor cabang CMA NTT di Jalan Frans Seda Kota Kupang, Selasa (19/9).

Prescella yang didampingi pendiri Cabang Kupang, Yoseph Ciputra itu menjelaskan, CMA merupakan lembaga pendidikan yang sudah berdiri sejak tahun 1984 dan sudah membuka cabang di beberapa negara, termasuk Indonesia. “Di Indonesia sudah 15 cabang, termasuk di NTT. Proses belajar mengajar menggunakan multi media dengan dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,” jelas Pescella lagi.

Saat ini, CMA sudah memiliki 1.500 murid di seluruh Indonesia dengan usia mulai 3-15 tahun. Menurut dia, dengan sistem belajar yang digunakan tersebut, anak-anak bisa sekolah di lembaga pendidikan berkelas nasional dan internasional.

Para pengajar pun diseleksi dari putra-putri daerah yang sangat profesional dan memiliki kemampuan sangat mumpuni di bidangnya. Bahkan satu pengajar terpilih dari sekira 60 pelamar. Dia pun beralasan, tenaga pengajar pokal akan lebih menguasai karakter anak-anak NTT. Pihaknya menyediakan enam kelas belajar dengan kelompok belajar maksimal 10 orang.

Para pengajar, lanjut dia, sudah dilatih khusus, bagaimana mentransfer ilmu kepada anak-anak. Sehingga pengajar bukan sekadar pintar, tetapi harus mampu membagi ilmu kepada anak-anak dan membuat mereka selalu ingat dengan ilmu yang diberikan. “Jadi kalau mau pintar, belajarlah di CMA dan English Faster Kupang,” imbuh dia.

Sementara Akademik Direktur English Faster Indonesia, Nageeb Gounjaria menambahkan, program kedua, yakni English Faster merupakan salah satu sistem belajar bahasa Inggris yang menggunakan kurikulum Singapura dan berdasarkan standar Cambridge.

Sebagai Founder English Faster, Nageeb mengaku telah melakukan banyak riset untuk menemukan metode belajar akselerasi yang paling efektif bagi anak-anak untuk belajar bahasa Inggris.

“Kami fokus pada empat keterampilan berbahasa Inggris, yakni mendengar (listening), bicara (speaking), baca (reading) dan menulis (writing). Guru-guru kami tidak hanya berkualitas, tetapi juga terlatih dengan baik dalam mengajar dengan cara mudah dan menyenangkan,” jelas Nageeb dalam bahasa Inggris.

Dia tambahkan, untuk mwenguasai bahasa Inggris, anak-anak akan dibekali dengan grammar. Namun salah satu kendala bagi orang Indonesia pada umumnya adalah kurangnya budaya membaca sehingga minim kosa kata. Dan untuk hal ini, pihaknya juga memiliki metode khusus untuk mendidik anak-anak cara untuk mengingat apa yang diajarkan. “Nanti anak-anak akan lebih cepat dari yang kita kira,” sambung dia.

Yoseph Ciputra pada kesempatan itu menambahkan, untuk program sempoa dua tangan merupakan metode yang baru pertama hadir di NTT. Metode ini menurut dia sangat efektif, karena dengan mengaktifkan dua tangan, juga akan mengaktifkan otak kiri dan otak kanan. “Jadi sempoa ini akan mempengaruhi kecerdasan anak di semua mata pelajaran di sekolahnya. Untuk saat ini kami masih promo dengan memberikan diskon. Untuk yang mendaftar sekaligus dua program, diskon sampai Rp 1 juta,” tutup dia. (cel/lok)

Click to comment

Most Popular

To Top