Ketebalan Agregat Tidak Sesuai, Pekerjaan Dihentikan – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

RAKYAT TIMOR

Ketebalan Agregat Tidak Sesuai, Pekerjaan Dihentikan

BERHAMBURAN. Material batu kerikil yang digunakan tidak ikut tergilas tapi berhamburan di bahu jalan.

YOHANES SIKI/TIMEX

Konsultan Pengawas Tegur PT Hepi Jaya Abadi

KEFAMENANU, TIMEX – Aktivitas pekerjaan jalan hotmix ruas jalan Kota Kefamenanu terpaksa dihentikan sementara. Pasalnya, ketebalan agregat tidak sesuai, bahkan berpotensi dibongkar bila diketahui campuran agregat tidak sesuai spek.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Antonius Kapitan saat dikonfirmasi, Selasa (19/9) mengaku, konsultan pengawas sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada PT Hepi Jaya Abadi. Kontraktor diminta untuk menghentikan sementara aktivitas pekerjaan lapangan, sebab ditemukan adanya lapisan ketebalan agregat yang tidak sesuai spek.

Dikatakan, selain konsultan pengawas, PPK juga sedang berproses untuk mengeluarkan surat kepada kontraktor untuk melihat ulang hasil pekerjaan sebagaimana rekomendasi konsultan pengawas dan hasil monitoring anggota DPRD TTU.

“Sudah ada surat teguran dari konsultan pengawas. Kita tegaskan lagi dari PPK sebagai koreksi untuk diperhatikan rekanan,” katanya.

Menurutnya, sesuai hasil monitoring didapati ada lapisan agregat A seperti banyak batu pecah tersebar di bahu jalan. Sehingga dalam catatan disarankan untuk dimasukan kembali untuk digilas. Tapi tidak diikuti kontraktor. Padahal, biasanya saat pemadatan tentunya banyak batu pecah terpental keluar, sehingga diatas permukaan tidak tampak batu pecah, bahkan bisa berpengaruh terhadap hasil ketebalan.

“Tapi kami belum pastikan apakah hasilnya masuk atau tidak. Sebab, yang bisa menentukan hasil laboratorium. Sebab agregat A campurannya pakai bobot batu dan sertu,” katanya.

Dikatakan, walaupun di lapangan sudah dilakukan penggilasan, tapi pihaknya belum sampai tahap berikutnya. Sehingga tentunya setelah dilakukan hasil tes laboratorium dan hasilnya tidak sesuai tentu harus di great ulang untuk ditambah lagi.

“Kalau setelah di-sencon hasil komposisinya misalkan 70:30 tapi tidak mencukupi tentu harus dibongkar. Itu prinsip kita jadi tidak ada pembiaran,” tandasnya.

Menurutnya, hasil yang sudah ada bukan sengaja dibiarkan tapi ada tahapannya untuk dilihat kembali. Terbukti seperti yang dilakukan di titik ruas jalan Bansone setelah dilakukan tes ketebalan hasilnya kurang, langsung direkomendasikan untuk tidak melakukan uji sencon di titik lain, sehingga konsultan pengawas mengeluarkan teguran kepada kontraktor untuk diperbaiki.

“Konsultan minta untuk dihentikan dulu karena lokasi yang sudah agregat, ketebalan tidak sesuai sehingga harus ditambah,” katanya.

Dikatakan, ruas jalan hotmix tahun anggaran 2017 bersumber dari DAU dengan pagu Rp 10.234.640.000 untuk 11 titik ruas jalan, volume panjang 7,392 meter. Kontraktor PT Hepi Jaya Abadi, Direktur Hemus Taolin.

Sebelumnya diberitakan, peningkatan ruas jalan hotmix di seputaran Kota Kefamenanu dipertanyakan kualitas pekerjaannya. Diduga, lapisan agregat tidak menggunakan batu pecah, tapi hanya menggunakan kerikil pasir. Bahkan ketebalan agregat tidak sesuai spek.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes saat dikonfirmasi, Kamis (14/9) mengaku masih melakukan pemantauan lapangan bila benar terjadi kelalaian pekerjaan tidak sesuai spek, tentunya pekerjaan jalan tersebut terancam dibongkar untuk diperbaiki. Kualitas pekerjaan harus diperhatikan sehingga bisa bertahan sesuai umur normal produksi pekerjaan jalan. (mg24/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top