Tahun Depan UNBK 100 Persen – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Tahun Depan UNBK 100 Persen

Tahun Depan UNBK 100 Persen

JAKARTA, TIMEX–Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) masih menjadi andalan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tahun depan, khusus untuk jenjang SMA dan SMK sederajat, pelaksanaan UNBK ditargetkan mencapai 100 persen.

Tahun ini pelaksanaan UNBK cukup masif. Catatan dari Kemendikbud menunjukkan untuk kelompok SMA/MA ada 11.096 unit sekolah melaksanaan UNBK dengan jumlah peserta ujian mencapai 1,3 juta siswa lebih. Sedangkan di SMK/MA pelaksanaan UNBK digelar di 9.829 unit sekolah dengan jumlah peserta 1,1 juta siswa lebih.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan tahun depan ditargetkan seluruh siswa SMA dan SMK sederajat melaksanaan UNBK. Kondisi ini dikecualikan untuk daerah yang benar-benar terpencil.

’’Sedangkan untuk SMP sederajat, kita targetkan 70 persen sampai 80 persen siswa mengikuti UNBK,’’ katanya. Hamid menjelaskan pendataan peserta Unas 2018 mulai dikebut Desember mendatang. Dia berharap data peserta Unas 2018, baik itu yang berbasis kertas maupun komputer, bisa lebih detail.

Dia mengatakan basis data yang bakal digunakan Kemendikbud adalah hasil perhitungan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru 2017. Menurut Hamid dengan sistem zonasi, bisa diketahui jumlah siswa dalam satu zona tertentu. Dengan data berbasis zona itu, bisa digunakan untuk penentuan peserta unas tahun depan.

Kemendikbud berkomitmen memperbanyak jumlah peserta UNBK. Diantara keunggulan UNBK adalah menekan potensi kecurangan. Sebab dengan berbasis komputer, bisa menekan potensi soal bocor saat perjalanan dari percetakan sampai ke sekolah.

Kemudian pelaksanaan UNBK juga membuat siswa lebih berkonsentrasi mengerjakan soal ujiannya sendiri. Sebab formasi atau paket soal ujian dalam satu kelas variasinya sangat banyak. Sehingga siswa tidak bisa mencontek karena soal ujiannya diacak antara satu siswa dengan siswa lainnya.

Selain itu unas berbasis komputer juga lebih efisien. Kemendikbud tidak perlu keluar uang untuk tender percetakaan atau penggandaan naskah ujian. Kemudian ongkos distribusi naskah ke sekolah-sekolah juga bisa diminimalisir.

Pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) sekaligus Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, Mansur menjelaskan sampai sekarang di lapangan belum ada persiapan untuk pelaksanaan Unas 2018. ’’Termasuk untuk persiapan UNBK. Katanya 25 Januari 2018 baru ada pendataan sekolah yang UNBK dan yang kertas,’’ jelasnya.

Menurut Mansur Kemendikbud maupun pemerintah daerah harus bersiap sejak dini jika ingin memperbanyak jumlah peserta UNBK. Sebab terkait dengan penyiapan infrastrukturnya. Dia mengatakan infrastruktur komputer untuk sekolah yang akan ditumpangi sekolah lain harus ditambah.

Mansur mengatakan sejatinya pengadaan laboratorium komputer bisa menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Tetapi sayangnya untuk uang dari DAK tidak boleh untuk laboratorium komputer. ’’Saya sudah mengajukan tetapi tidak boleh oleh dinas pendidikan provinsi,’’ jelasnya. Alasannya prioritas DAK tahun depan adalah untuk laboratorium IPA. (wan/jpg/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!