Victor – Nurdin Segera Bertemu Finalisasi Koalisi Nasdem-Golkar – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Victor – Nurdin Segera Bertemu Finalisasi Koalisi Nasdem-Golkar

Marianus dan Robert Daftar di DPP PDIP

KUPANG, TIMEX-Koalisi Partai Nasdem dan Golkar akan segera tuntas. Dalam satu atau dua hari ini, petinggi Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat dan Petinggi Golkar, Nurdin Halid akan segera bertemu, untuk menuntaskan koalisi Nasdem-Golkar. Hal ini dikatakan Plt. Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena dalam jumpa pers, Rabu (20/9) di kantor Golkar NTT.

Dikemukakan, Golkar dalam penetapan pasangan balon gubernur-wagub, bupati dan wabup, selalu berpatokan pada juklak 06 Golkar.
Dan pada Rapat Pleno 4 September lalu, dirinya ditetapkan sebagai balon Gubernur NTT.

Untuk koalisi, terang dia, pihak terus membangun komunikasi intensif dengan Partai Nasdem. Namun tidak menutup kemungkinan, Golkar juga membuka komunikasi dengan partai lain, untuk membangun koalisi besar bersama partai pendukung pemerintah lainnya.

“Dalam waktu dekat, Abang Victor dan Abang Nurdin akan bertemu untuk membahas dan finalisasi koalisi. Kita tunggu saja,” bilangnya.

Menyoal banyak saran soal Melki Laka Lena harus maju sebagai gubernur, apalagi survei lebih tinggi, dia menyebutkan memang bisa saja seperti itu. Namun ada sejumlah variabel yang harus dilihat dalam koalisi. Tentunya ada sejumlah pertimbangan yang perlu dikaji, sebab survei hanya salah satu faktor penentu diantara sejumlah faktor penentu lain

Sementara itu, Ketua Harian DPD I Golkar, Muhammad Ansor menjelaskan, pihaknya kini menunggu keputusan final koalisi. Jika sudah final, DPD Golkar NTT siap amankan keputusan.

Dia mengemukakan, dalam rapat tadi, semua masukan dari semua penguris sudah diterima soal pilgub, dan nantinya akan disampaikan ke DPP Golkar.

Kewenangan penentuan koalisi dan paket jelasnya, akan diputuskan DPP dengan segala pertimbangan politik. “Setiap partai pastinya ingin menang. Nanti kita akan lihat,” paparnya.

Kordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu DPD I Golkar NTT, Anwar Pua Geno mengemukakan, pihaknya menyerahkan semua keputusan ke DPP Golkar. DPD menanti semua keputusan dan siap mengamankan dan memenangkan.

Pada kesempatan itu, dia juga meminta agar tidak boleh ada orang lain yang berbicara mengatasnamakan partai Golkar. Biarkan Golkar yang berbicara sendiri apa yang dijalankan terutama soal Pilgub. “Orang di luar Golkar jangan bicara atas nama Golkar. Biarkan kami yang bicara atas nama Golkar,” tuntasnya.

Pada bagian yang sama, Sekretaris DPD Golkar NTT, Thomas Tiba menjelaskan khusus soal Musdalub Golkar.

Dikemukakan, pihaknya belum membicarakan soal musdalub. Kedepan akan ditetapkan jadwal untuk rapat DPD lagi. Setelah dibahas dan ditetapkan, pihaknya kemudian dilaporkan ke DPP.

Setelah akan disesuaikan, sehingga bisa berjalan secepatnya, untuk memilih ketua DPD I Golkar secara defenitif.
Dia menjelaskan, pihaknya dalam Musdalub nanti, akan mengedepakan musyawarah mufakat. Hal ini penting dilakukan agar, soliditas tetap terjaga menghadapi Pilgub, Pemilu dan Pilpres.

 

Persaingan untuk mendapat dukungan dari PDI Perjuangan kian sengit. Pasalnya, ada dua kandidat Gubernur NTT, setelah Aloysius Lele Madja, mendaftarkan diri di DPP PDIP pasca penutupan beberapa waktu lalu. Adapun dua kandidat yang mendaftarkan diri di DPP PDIP yakni Marianus Sae dan Robert Soter Marut. Dengan demikian tiga orang mendaftar langsung di DPP PDIP.

Ketua Desk Pilkada DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa kepada wartawan di Gedung DPRD NTT, Rabu (20/9) mengatakan, bakal calon (Balon) Gubernur NTT yang mendaftar di PDIP bertambah. Pasalnya, belum lama ini, ada dua bakal calon mendaftar ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Sebelumnya Aloysius Lele Madja mendaftar di DPP PDIP.

Yunus menjelaskan, Marianus sae dan Robert Marut mendaftar sebagai Balon Gubernur NTT. Marianus Sae merupakan Bupati Ngada dua periode dan Robert Soter Marut merupakan jenderal yang pensiun dari TNI Angkatan Udara.

Dengan mendaftarnya Marianus Sae dan Robert Marut, maka telah ada 14 Balon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar ke PDIP. Tiga diantaranya mendaftar di DPP. “Jadi total yang mendaftar di PDIP sebanyak 14 orang,” ungkap Yunus.

Dia melanjutkan, Marianus Sae baru saja mendaftarkan diri di ke DPP PDIP. Sedangkan Robert Marut mendaftarkan diri beberapa pekan lalu.

Berdasarkan aturan partai, setiap kandidat diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri di DPP PDIP jika pendaftaran di daerah telah selesai dilaksanakan. “Aturan kita memperbolehkan hal itu. Kita terbuka dan beri kesempatan kepada semua,” tuturnya.

Walau mendaftar di DPP PDIP, terang Yunus, setiap Balon harus menyerahkan dokumen kepada DPD PDIP NTT. Hal ini untuk diikutkan dalam pleno DPD PDIP NTT sebelum diserahkan kepada DPP PDIP. “Jadi setelah daftar di DPP, harus serahkan berkas ke kita. Hal itu sudah dilakukan oleh Aloysius Lele Madja usai mendaftarkan ke di DPP. Dia (Aloysius) antar berkas ke kita. Hal yang sama juga dengan Marinus dan Robert,” ujar Yunus.

Anggota DPRD NTT itu mengemukakan, dalam pekan ini atau pekan depan, Desk Pilkada DPD PDIP NTT akan menggelar rapat pleno terkait Balon gubernur dan Wagub NTT. Karena itu, baik Marianus dan Robert diminta segera masukan berkas ke DPD PDIP NTT.

Rapat pleno yang digelar, lanjut dia, untuk memeriksa kelengkapan dokumen administrasi, analisa peta politik dan peta politik Balon yang mendaftar serta survei. “Bila rapat pleno menyetujui seluruh Balon itu, maka dokumennya akan diusulkan ke DPP untuk mengikuti fit and proper test,” ujarnya.

Disinggung soal koalisi PDIP dan Hanura, Yunus menjelaskan, hingga kini belum ada keputusan koalisi, sebab berkas para Balon masih di tangan DPD PDIP NTT. Bahkan, ada dua Balon yang sudah mendaftar di DPP, belum menyerahkan berkas ke DPD. “Jadi bagaimana bisa ditetapkan koalisi maupun Balon yang diusung,” ujarnya bertanya.

Yunus menjelaskan, PDIP memiliki mekanisme baku untuk penjaringan dan penyaringan Balon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Karena itu, dia menjelaskan tidak bisa ada yang mengklaim dukungan. Masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui dalam penyaringan yakni survei, fit and proper test dan sekolah politik. “Jika ada yang dipanggil menjalani sekolah politik, maka dipastikan akan diusung PDIP. Bila belum maka tidak mungkin terjadi,” tukasnya. (lok/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!