Banyak Pemda di NTT Tak Manfaatkan SIMDA – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

EKONOMI BISNIS

Banyak Pemda di NTT Tak Manfaatkan SIMDA

TEKEN.Plt.Ditur Bank NTT, Eduard Bria Seran membubuhkan tandatangan nota kesepahaman tentang sistem pembayaran SP2D Online disaksikan para bupati, Kepala BPKP NTT, Kisyadi, Kepala OJK NTT, Winter Marbun di Hotel Aston Kupang, Jumat (22/9)

CARLENS BISING/TIMEX

Bank NTT Inisiasi Koneksi SP2D Online

KUPANG, TIMEX-Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT, Kisyadi menyayangkan sikap sejumlah pemerintah daerah yang tidak memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen daerah (SIMDA).

Padahal menurut Kisyadi, SIMDA bisa membantu pemerindah daerah, mempermudah dan memperbaiki sistem pelaporan. Saat ini, kata Kisyadi, baru 19 dari 23 pemerintah daerah di NTT yang memiliki SIMDA.

“Dan saya harus jujur, bahwa dari 19 itu, hanya beberapa saja. Ada beberapa yang buat laporan masih di luar SIMDA. Ini yang kami sangat sayangkan. Kenapa tidak cepat laporan keuangannya. Aturannya, maksimal sampai Maret sudah ada laporannya, tetapi ada pemda yang sampai September,” beber Kisyadi dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman pembayaran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online yang diinisiasi Bank NTT dan Pemprov NTT di Hotel Aston Kupang, Jumat (22/9).

Dalam kegiatan yang dibuka Gubernur NTT, Frans Lebu Raya itu, Kisyadi menjelaskan, SIMDA terdiri dari beberapa bagian, yakni SIMDA keuangan, SIMDA gaji dan SIMDA pendapatan. Untuk SIMDA keuangan, kata dia, lebih dari 100 daerah di Indonesia sudah mengintegrasikan dengan bank daerah.

Pada kesempatan itu, BPKP NTT, Bank NTT dan empat kabupaten, masing-masing Sumba Tengah, Sabu Raijua, TTS dan Sumba Timur menandatangani nota kesepahaman
tentang sistem pembayaran SP2D Online menggunakan aplikasi SIMDA yang terkoneksi core Banking Bank NTT.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Perwakilan OJK NTT, Winter Marbun, Bupati TTS, Paul VR. Mella, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, Plt Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke dan Bupati Sumba Tengah, Umbu Sapi Pateduk serta Plt.Dirut Bank NTT, Eduard Bria Seran dan jajaran.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutanya mengatakan, pemanfaatan sisten online tersebut sebagai upaya untuk memperbaiki manajemen pemerintah. Selain itu juga untuk memaksimalkan kinerja aparat pemerintah. Sehingga dibutuhkan komitmen bersama dalam pemanfaatannya. Perbaikan sistem, lanjut dia adalah suatu keharusan.

“Saat ini BPK, BPKP dan KPK mendorong supaya online sistem bisa dilakukan secara bersama. Memang membutuhkan proses dan waktu. tetapi yang paling penting adalah komitmen kita semua,” kata gubernur.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top