Eurico: Kami Tidak Ganggu Timor Leste – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Eurico: Kami Tidak Ganggu Timor Leste

TUNTUT KOMPENSASI. Mantan Wakil Panglima PPI, Eurico Guterres (depan) saat memimpin demo mantan pejuang Timtim, Senin (25/9) di Halaman Kantor Gubernur NTT.

FERDY TALOK/TIMEX

Ribuan Mantan Pejuang Timtim Demo Tuntut Kompensasi

KUPANG, TIMEX-Mantan pejuang Timor-Timur tahun 1999 menggelar aksi damai, Senin (25/9) di Halaman Kantor Gubernur NTT. Ribuan mantan pejuang yang dipimpin Eurico Guterres itu menuntut kompensasi sebagai mantan pejuang. Mereka menegaskan tidak mengganggu keamanan di NTT dan Timor Leste.

Di tengah terik matahari, para peserta aksi damai menggelar sejumlah orasi. Mereka menuntut mantan pejuang Timtim tahun 1999 diperhatikan nasibnya. Sekira tiga jam melakukan aksi di Jalan El Tari, kemudian massa dipersilakan masuk ke halaman Kantor Gubernur. Itu pun setelah komunikasi panjang polisi dan para pendemo.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton Nugroho turun langsung memimpin pengamanan aksi damai itu. Sekira pukul 12:00 Wita, 50 delegasi eks pejuang Timtim diperbolehkan masuk ke Ruang Rapat Gubernur untuk menyerahkan pernyataan sikap. Hadir mendampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya antara lain Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Kajati NTT Sunarta, Danlanud El Tari Kolonel Pnb. Ronny Irianto Moningka serta utusan Danrem dan Danlatamal Kupang.

Sementara dari eks pejuang Timtim hadir Eurico Guterres, Hukman Reni, Joanico dan sejumlah pejuang lainnya. Eurico Guterres di hadapan Gubernur NTT dan Forkopimda NTT menyebutkan, pihaknya hanya melakukan aksi damai dan tidak berniat melakukan hal-hal yang tidak baik. “Informasi yang beredar akan ada demo besar-besaran. Namun, tidak seperti itu. Kehadiran kami para pejuang untuk menuntut perhatian pemerintah. Kami tidak akan ganggu keamanan NTT dan tidak mengganggu Timor Leste,” kata Eurico.

Disebutkan, terhitung 4 September 2017, 18 tahun sudah pihaknya meninggalkan Timor-Timur (kini Timor Leste) karena kecintaan terhadap Indonesia. Sejak 2010 silam, pihaknya sudah menyampaikan tuntutan untuk ditindaklanjuti. Pihaknya sebenarnya hanya ingin dihargai dan diakui. Jika semua pejuang telah mendapatkan hal itu, maka semua masalah selesai. “Kami datang tidak untuk meminta bantuan. Kami mau supaya kami eks pejuang Timtim 1999 silam diperhatikan. Apalagi nasib para eks pejuang Timtim dalam kondisi yang memprihatinkan,” paparnya.

Eurico mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya beraudiens di Kemenhan. Namun, yang didapat hanya Perpres Nomor 25 Tahun 2015, tentang bantuan untuk warga eks Timtim di luar NTT. Padahal, pihaknya membawa aspirasi bukan masalah pengungsi, tetapi aspirasi para eks pejuang Timtim 1999. “Ini perjuangan khusus melawan Xanana dulu, bukan untuk bantuan,” tegas Eurico.

Pada kesempatan itu, Eurico yang merupakan mantan Wakil Panglima PPI itu menyebutkan, pertama, status warga eks Provinsi Timor-Timur. Sebab menurut PBB pihaknya sebagai warga Timor Leste yang masih berada di Indonesia. Perlu Kepres, Perpres atau lainnya untuk kepastian status kependudukan.

Kedua, perlu ada kepastian hukum terutama nama yang masuk International Serious Crime yang dikeluarkan oleh PBB. Jadi harus ada penghapusan daftar nama itu. Pihaknya diyakinkan kalau nama itu dihapus oleh Xanana, padahal ini masalah internasional. Ketiga, para eks pejuang Timtim diberikan kompensasi. Pasalnya, semua berjuang untuk Indonesia. Di Aceh, pasca kesepakatan Helsinsky, semua diberi kompensasi.

Keempat, semua eks pejuang diberikan penghargaan. Hal ini merupakan sebuah kebanggaan sebagai eks pejuang. Kelima, PNS, TNI dan Polri diberikan pangkat setingkat lebih tinggi. “Ini tinggal keputusan Kapolri, Panglima TNI dan Mendagri atau Menpan-RB,” kata Eurico. Keenam, ada kemudahan untuk anak-anak eks pejuang yang mengikuti tes Polisi dan TNI. Ketujuh, aset warga Indonesia di Timor Leste diupayakan untuk diganti dan Kedelapan jasad pahlawan yang berada di setiap distrik di Timor Leste dipindahkan menjadi satu.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam jawabannya menegaskan, akan segera menindaklanjuti seluruh tuntutan eks pejuang Timtim itu. “Ini urusan menghargai dan mengakui sebagai pejuang. Kami akan rapat Forkopimda untuk segera tindak lanjuti,” katanya.

Dirinya akan mengutus kepala biro atau asisten untuk mengantar semua tuntutan kepada presiden. Pihaknya juga akan bersurat kepada presiden untuk bertemu dengan presiden. “Kalau bisa maka kita akan undang perwakilan untuk ikut,” pungkasnya. (lok/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top