Cabuli Bocah, Penjual Sayur Dituntut 7 Tahun – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Cabuli Bocah, Penjual Sayur Dituntut 7 Tahun

KUPANG, TIMEX– Pencanangan Kota Kupang sebagai kota ramah anak ternyata tak jadi jaminan bagi anak untuk bisa hidup aman. Buktinya, sudah ada banyak kasus kekerasan seksual yang ditangani kepolisian dan disidangkan di Pengadilan negeri (PN) Klas 1A Kupang. Satu kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi dengan terdakwa Erwin Tahun, 18. Terdakwa yang seharian berprofesi sebagai penjual sayur keliling Kota Kupang ini nekad menggagahi korban berinisial YSN, 14. Oleh karena perbuatannya itu maka terdakwa Erwin Tahun dituntut pidana penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Kupang, Noviantje Sina selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsidair 1 tahun penjara.

Sidang tuntutan bagi terdakwa Erwin Tahun digelar Selasa (26/9) lalu sekira pukul 15.00 Wita bertempat di ruang sidang PN Klas 1A Kupang. Noviantje Sina dalam amar tuntutannya tegaskan, setelah memeriksa saksi-saksi, melihat barang bukti dan mendengarkan keterangan terdakwa Erwin Tahun, maka penuntut umum berkesimpulan, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak di bawah umur melakukan persetubuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 jo Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindangan Anak jo Pasal 64 ayat (1) ke- 1 KUHP.

“Menuntut agar majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Kupang yang menyidangkan dan mengadili perkara ini supaya menjatuhkan putusan berupa hukuman penjara selama 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 1 tahun penjara bagi terdakwa Erwin Tahun,” ujar JPU di Kejari Kota Kupang. Atas tuntutan ini, terdakwa Erwin Tahun didampingi penasihat hukumnya Herry Battileo dan Nita Juwita mengaku akan melakukan pembelaan (pledoi) secara tertulis. Selanjutnya, hakim ketua Anak Agung Aripathi Nawaksara yang memimpin persidangan lalu menjadwalkan sidang dengan agenda mendengarkan pledoi terdakwa dan penasihat hukumnya pada pekan depan.

Sekedar diketahui, dalam dakwaan JPU disebutkan, kejadian pencabulan terhadap korban YSN terjadi pada Maret dan April lalu dimana terdakwa melakukan pelecehan seksual terhadap korban sebanyak beberapa kali. Awalnya, terdakwa berpacaran dengan korban. Setelah bertemu, korban dan terdakwa kemudian pergi ke rumah terdakwa di seputaran Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Awalnya, korban dan terdakwa hanya cerita saja. Namun karena muncul kata-kata terdakwa bahwa kalau korban mencintai terdakwa maka harus dibuktikan. Oleh karena itu maka terdakwa melakukan pelecehan seksual terhadap korban hingga berakhir pada hubungan badan. (gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!