Personel Gabungan Temukan Obat Kadaluarsa – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Personel Gabungan Temukan Obat Kadaluarsa

DIPERIKSA. Personel gabungan sementara memeriksa obat-obatan yang dijual di salah satu toko obat di Kota Kupang ketika dilakukan razia gabungan pada Kamis (28/9).

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Razia Obat Terlarang di Apotek dan Toko Obat

KUPANG, TIMEX– Guna mengantisipasi peredaran obat terlarang di wilayah Kota Kupang, maka Direktorat Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda NTT bersama beberapa unsur teknis yakni Biddokkes Polda NTT, BPOM NTT dan Dinas Kesehatan melakukan razia. Razia gabungan ini dilakukan selama dua hari yakni Kamis-Jumat (28-29/9) dan semua apotek dan toko obat di wilayah Kota Kupang didatangi. Dari razia tersebut, petugas gabungan menemukan sejumlah obat yang tak layak untuk dijual (Kadaluarsa, Red) namun masih dipajang. Obat-obatan yang kadaluarsa itu kemudian diamankan dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan.

Sesuai pantauan Timor Express dibeberapa apotek dan toko obat yang didatangi personel gabungan, setiap obat yang dipajang tak luput dari pemeriksaan. Tak hanya itu saja, petugas gabungan juga menemukan sejumlah merek obat yang tak layak jual namun masih dipajang. Lebih dari itu, ada toko obat yang tak ada asisten apotekernya. Atas kejadian itu maka tim gabungan langsung memberikan peringatan.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTT sekaligus koordinator Tim III, AKBP Nugroho AS kepada Timor Express disela-sela pelaksanaan kegiatan razia apotek dan toko obat Kamis (28/9) jelaskan, dari hasil razia yang dilakukan sementara, untuk beberapa apotek dan toko obat di wilayah Kecamatan Kelapa Lima ditemukan ada beberapa merek obat yang terpaksa diamankan karena sudah tak layak jual lagi. “Untuk masalah layak dan tidaknya apotek dan toko obat itu jadi kewenangan Dinas Kesehatan untuk melakukan penindakan. Tujuan dari kegiatan razia hari ini (Kamis, Red) hanya pengawasan saja dan jika ada penyimpangan atau pelanggaran maka dilakukan penindakan,” ujar Nugroho.

Diakuinya, ada beberapa merek obat yang tak layak untuk dijual namun masih dipajang. “Memang ada beberapa jenis dan merek obat yang tidak boleh dijual tetapi masih dipajang di etalase. Untuk obat tersebut sudah kita amankan. Selain itu ada juga beberapa pelanggaran yang ditemukan ketika dilakukan razia gabungan. Tapi teknisnya akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” ujar perwira dengan dua melati di pundak ini.

Lebih dari itu, kata dia, pihaknya temukan ada toko obat yang tidak dijaga asisten apoteker. “Untuk wilayah Kecamatan Kelapa Lima dan Kecamatan Kota Lama ada 12 apotek dan satu toko obat,” ungkapnya. Fransiskus Solo salah satu penanggung jawab apotek kepada Timor Express jelaskan, pihaknya tidak menjual obat-obat yang dilarang oleh pemerintah. “Kami tidak jual obat-obat yang dilarang oleh pemerintah. Tapi, ada beberapa jenis obat yang dijual namun itu kalau dijual juga harus sesuai resep dokter,” tutup dia. (gat)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!