Kacab Pelni Kupang Diciduk di Hotel – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Kacab Pelni Kupang Diciduk di Hotel

Jadi Tersangka Kasus Pungli

KUPANG, TIMEX-Hanya dua minggu setelah operasi tangkap tangan (OTT), status Kepala Cabang (Kacab) PT. Pelni Kupang, Adrian berubah dari saksi menjadi tersangka. Senin (2/10) malam Adrian diciduk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda NTT di Hotel Amaris Kupang, Jalan Bundaran PU, Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Saat OTT, Selasa (19/9) lalu, Adrian ditangkap bersama sembilan staf dan petugas lapangan PT. Pelni Cabang Kupang. Namun, setelah diperiksa, Adrian dilepas dan hanya dikenakan wajib lapor. Meski demikian, setelah penyidik Polda NTT melakukan penyelidikan lebih mendalam, status Adrian akhirnya naik menjadi tersangka.

Sebanyak 20 orang saksi yang diperiksa menyebutkan ada peran Adrian dalam kasus OTT tersebut. Karena itu dirinya ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus tersebut. Saat ini Adrian ditahan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota sambil menunggu proses penyidikan untuk dirinya.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Jules A. Abast kepada Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (3/10) menegaskan, Kacab PT. Pelni Kupang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Pungli. “Malam tadi (Senin, Red) sekira pukul 21.45 Wita, Tim Saber Pungli Polda NTT telah melakukan penangkapan terhadap Kacab PT. Pelni, Adrian. Ini untuk menindaklanjuti kasus OTT pada Selasa lalu (19/9). Dari hasil gelar perkara pasca dilakukan pemeriksaan untuk 20 orang saksi serta keterangan dari delapan orang tersangka maka tim penyidik berkesimpulan status Adrian yang sebelumnya hanya sebagai saksi dapat dinaikkan sebagai tersangka,” ujar Jules.

Diakui perwira dengan tiga melati di pundak ini, penangkapan Adrian dilakukan di Hotel Amaris, Jalan Bundaran PU, Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Saat ditangkap, Adrian sementara ditemani dua orang yakni keluarga dan sopirnya.

“Penangkapan yang dilakukan untuk tersangka Adrian dilakukan karena dikhawatirkan yang bersangkutan diduga penyidik sewaktu-waktu dapat meninggalkan Kota Kupang. Selama proses penyidikan, dia akan tetap ditahan. Saat ini penahanan untuk dirinya kita lakukan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota,” sebut Jules.
Diakuinya, status tersangka untuk Adrian sudah memenuhi dua alat bukti. “Dia kita sangka dengan Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dan ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 20 penjara atau bahkan seumur hidup. Untuk kasus pungutan liar itu, ada uang hasil pungutan staf lapangan yang diterima dan diketahui pungli tersebut,” sebut Jules.
Dirinya juga menyinggung soal masih berpeluang adanya penambahan tersangka lagi untuk kasus OTT itu. “Ada dua yang masih berstatus saksi masing-masing berinisial ML (Kabag Administrasi Keuangan) dan MB (Bendahara dan Kasir),” jelas Jules.

Kedua saksi ini, lanjut mantan Kapolres Manggarai Barat ini, masih terus dilakukan pendalaman atas peran masing-masing. Sementara pada Selasa (2/10) kemarin, penyidik juga sudah melakukan tahap satu berkas tujuh orang tersangka masing-masing berinisial AL, RD, ML, GB, NAS, KIB dan ID. Tahap satu berkas ketujuh tersangka ini dilakukan sekira pukul 13.00 ke jaksa peneliti berkas Kejati NTT.

Saat OTT lalu, Tim Saber mengamankan uang tunai Rp 10 juta lebih dari petugas di Pelabuan Tanjung Lontar Tenau. Operasi tangkap tangan itu dilakukan mulai dari area Pelabuhan Tanjung Lontar, Tenau, Kupang. Tim Saber Pungli berhasil menangkap basah enam orang staf PT. Pelni Cabang Kupang yang sementara menjalankan tugas.

Dari tangan mereka, Tim Saber Pungli Polda NTT dibawa pimpinan AKBP Josua Tampubolon berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 10 juta lebih. Usai menangkap keenam orang staf lapangan ini, Tim Saber Pungli Polda NTT kemudian bergerak ke Kantor PT. Pelni Cabang Kupang di wilayah Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, Kota Kupang dan melakukan penggeledahan.

Satu buah brankas berukuran kecil yang diduga berisi uang serta empat jepit berkas masing-masing diisi dalam map. Tak hanya barang bukti yang dibawa Tim Saber Pungli ke Polda NTT. Enam orang staf yang diditangkap yakni Hendrik, Welly, Ary Don Djawas, Cici, Alon dan Glen juga ikut serta. Di Kantor PT. Pelni Cabang Kupang, Tim Saber Pungli Polda NTT juga membawa beberapa pejabat utama PT. Pelni yakni Kepala Cabang Adrian, Kepala Operasional Harry, Kepala Keuangan dan Kasir/Bendahara Mery Bunga. Dengan demikian maka total pimpinan dan staf PT. Pelni Cabang Kupang yang digiring ke Mapolda NTT berjumlah 10 orang.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, hanya delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Dua orang lainnya yakni Adrian dan kasir/bendahara Mery Bunga hanya wajib lapor. Penyidik akhirnya menetapkan Adrian juga sebagai tersangka dan kini ditahan. Namun, pengembangan kasus ini masih terus dilakukan. (gat/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!