Penyidik Dalami Motif Pembacokan Paulus Nafi – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Penyidik Dalami Motif Pembacokan Paulus Nafi

KUPANG, TIMEX– Pasca diotopsi Tim Biddokkes Polda NTT di RS Bhayangkara Titus Uly, Kupang Senin (2/10), jasad Paulus Nafi, 23, langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. Sementara tersangka pembacokan, Adi Dillak, 27, sudah diamankan aparat kepolisian Polres Kupang Kota dan langsung dijebloskan ke dalam sel. Barang bukti berupa sebilah parang yang dipakai tersangka untuk membacok korban sebanyak dua kali persis di leher belakang hingga tewas juga sudah diamankan. Namun demikian, penyidik Subnit III Satreskrim Polres Kupang Kota terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

Kepada Timor Express di Mapolres Kupang Kota petang kemarin, kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Alnofriwan Zaputra tegaskan, Adi Dillak saat ini sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota. “Tersangka Adi Naffi sudah diperiksa penyidik dan saat ini dia sementara kita tahan. Sejauh ini, saksi yang mengetahui kejadian pembacokan itu sudah kita mintai keterangan yakni ACH, 10, ponakan korban. Kita masih butuh saksi orang dewasa untuk mendapat banyak keterangan lagi. Namun jika tidak maka saksi ACH yang masih di bawah umur itu saja sudah cukup. Dua saksi orang dewasa lain yakni Dedi Setiadi Kurniawan Yohanes dan Leni Alfionita Flirida Yohanes saja sudah cukup,” tegas Kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Diakuinya, pihaknya juga sudah menyiapkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan akan segera dikirimkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang. “Karena kasus ini sudah jelas, maka penyidik juga sudah siapkan SPDP. Secepatnya kita kirimkan SPDP itu sehingga proses pemberkasan bagi tersangka segera dilakukan penyidik,” urai Alnof. Mengenai saksi mata ACH, dirinya tegaskan, ketika diperiksa penyidik juga didampingi orang tuanya termasuk pekerja sosial (Peksos) dari Dinas Sosial. “Kita berharap agar tersangka mau bekerjasama dan jujur mengatakan yang sebenarnya supaya kasus pembacokan ini bisa terselesaikan dengan cepat,” ujar Kasat Reskrim.

“Motif pembacokan yang dilakukan tersangka ke korban karena dendam lama antara pelaku dan korban. Kita masih terus gali keterangan dari tersangka. Ada berbagai cara yang akan kita terapkan dalam pemeriksaan sehingga kita bisa dapatkan keterangan yang akurat,” sebut Kasat Reskrim sembari tegaskan pihaknya akan segera menggelar kasus untuk kejadian pembacokan itu. (gat)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!