Diduga Dipisau, Oknum Mahasiswa Tewas – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

KRIMINAL

Diduga Dipisau, Oknum Mahasiswa Tewas

Ditemukan Luka Tusuk dan Lebam di Tubuh

KUPANG, TIMEX-Niat mencari makan malam sambil melepas kepenatan malah berujung duka. Mozino Afonso, 22, salah satu penghuni kos Tongkat, ditemukan bersimbah darah di depan rumah salah satu warga di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu dini hari (4/10) sekira pukul 01.10 Wita. Tepatnya di Bukit Cinta, Jalan Herman Johanes.

Oknum mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana (Fapet Undana) ini ditemukan seorang temannya, Jimy Mali dengan kondisi bersimbah darah dengan satu luka akibat tikaman benda tajam dibagian punggung kiri, luka dan lebam dibagian wajah. Oleh Jimy Mali dan warga yang ada di tempat kejadian perkara (TKP), korban dugaan penganiayaan berat itu langsung dilarikan ke RS Siloam, Kupang untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa Mozino Afonso tak tertolong.

Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma yang dikonfirmasi Timor Express melalui Kasat Reskrim, Iptu Simson L. Amalo, Rabu (4/10) membenarkan kejadian tersebut.

Ditegaskan Simson, korban Mozino Afonso, 22, salah satu penghuni kos Tongkat, diduga dianiaya sekelompok pemuda saat korban hendak singgah ke salah satu temannya bernama Idus yang kos di seputaran Bukit Cinta. “Korban dan Jimy Mali saat menuju kos temannya sempat melihat sekelompok pemuda sementara melakukan sweeping penghuni kos. Ketika berusaha berbalik arah untuk menyelamatkan diri, sepeda motor yang dikemudikan korban sambil membonceng Jimy Mali hilang keseimbangan sehingga jatuh,” sebut Kasat Reskrim Polres Kupang.

Karena takut diserang, Jimy Mali sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke salah satu rumah warga. Saat itu, Jimy tak melihat kemana korban menyelamatkan diri. Namun, selang beberapa menit kemudian Jimy keluar dari persembunyiannya dan melihat ke TKP. Jimy malah menemukan korban Mozino Afonso dalam kondisi bersimbah darah dan sementara tergeletak di jalan. “Jimy Mali bersama warga yang ada di TKP lalu melarikan korban Mozino Afonso ke RS Siloam, Kupang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa korban tak tertolong. Diduga korban kehabisan darah,” jelas Simson.

Tak lupa, dirinya juga mengkronologiskan, berdasarkan pengakuan saksi Silvianus de Araujo, 20, bahwa sekira pukul 21.00 Wita, korban bersama lima orang temannya masing-masing Silvianus de Araujo, Stefanus Bria Klau, Mateus Seran, Jefrianus Ximenes dan Jimy Mali keluar dari kos dengan tujuan jalan-jalan di seputaran Bandara El Tari Kupang. Selain jalan-jalan, korban dan teman-temannya itu berniat cari makan malam.

“Ketika keluar dari kos, korban dan teman-temannya berboncengan sepeda motor. Setelah makan nasi goreng sambil ngobrol, di aeral Bandara El Tari, Kupang, korban dan rekan-rekannya kemudian kembali ke kos. Tapi, korban dan seorang temannya, Jimy Mali malah menuju ke kos seorang temannya Idus. Saat itu waktu menunjukan pukul 00.30 Wita,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang.

Sebelum sampai ke kos teman mereka Idus di seputaran Bukit Cinta, korban dan Jimy Mali melihat ada sekelompok pemuda sementara melakukan sweeping penghuni kos. Saat itu, lanjut Kasat Reskrim, korban dan temannya berniat balik arah meninggalkan TKP karena takut. Namun nahas. Motor yang ditumpangi jatuh karena hilang keseimbangan. “Jimy Mali sempat menyelamtkan diri dengan barlari ke rumah warga yang ada di TKP. Saat itu, Jimy Mali tak tahu kemana korban berlari. Selang beberapa menit kemudian, Jimy Mali keluar dari persembunyiannya hendak memastikan kondisi di luar. Dan Jimy menemukan korban sementara tergelatak di tanah dengan kondisi bersumbah darah dan wajah lebam serta luka-luka,” sebut Kasat Reskrim.

Dirinya tegaskan, pihaknya saat ini sudah memintai keterangan dari para saksi yang ada di TKP. “Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan. Saat ini kita masih lacak beradaan pelaku. Kita juga sudah lakukan olah TKP untuk memastikan kondisi korban saat ditemukan,” sebut Kasat Reskrim sembari tegaskan, pihaknya juga masih mencaritahu motif korban dianiaya hingga tewas oleh sekelompok pemuda di TKP. (gat/aln)

Click to comment

Most Popular

To Top