Tahanan Tewas, Kakanwil: Korban Serang Petugas – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

KRIMINAL

Tahanan Tewas, Kakanwil: Korban Serang Petugas

Diduga Dianiaya, Polresta Dalami Sebab Kematian

KUPANG, TIMEX-Satu tersangka kasus dugaan penganiayaan, Mikael Manoh yang menjadi tahanan titipan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kupang meregang nyawa, Selasa (3/10) sekira pukul 21.30 Wita. Mikael diduga tewas akibat dianiaya dalam Rutan pada selasa (3/10) malam sekira pukul 20.30 Wita. Mikael ini merupakan tahanan titipan Kejari Kupang setelah dilakukan tahap dua oleh penyidik Polres Kupang ke Kejari Kupang pada Senin (2/10) lalu. Mikael harus menjalani proses hukum karena terlibat kasus dugaan penganiayaan di Oelamasi, Kabupaten Kupang.

Mikael sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Tingkat III Titus Uly Kupang, namun nyawanya tak tertolong. Mikael tewas dengan kondisi luka serius di kepala bagian belakang dan luka di beberapa bagian tubuh termasuk wajah.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho kepada Timor Express di Mapolresta Rabu (4/10) mengakui kejadian tewasnya tahanan Rutan Kelas IIB Kupang tersebut. “Ada beberapa luka di badan korban. Sebab kematian masih kita tunggu analisa tim medis RS Bhayangkara. Luka yang dialami korban ada di bagian kepala dan punggung,” tegasnya.

Mikael Manoh, lanjut Anthon, merupakan tahanan Kejari Oelamasi karena diduga tersandung kasus penganiayaan.

Korban, demikian Anthon, dititipkan oleh Kejari Kupang di Rutan Klas IIB sejak Senin (2/10). “Kejadiannya sekira pukul 20.30 Wita dan sekira pukul jam 21.30 Wita, oleh pihak Rutan Klas IIB Kupang korban diantar ke RSB. Tiba di RSB, korban dinyatakan sudah meninggal dunia oleh tim medis. Kemungkinan, korban meninggal saat diperjalanan ke RSB. Yang pasti, kasus ini akan kita tangani hingga tuntas dan untuk memperjelas kematian korban kita masih tunggu analisa tim medis,” janjinya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Alnofriwan Zaputra kepada Timor Express di Mapolresta kemarin juga mengaku hal yang sama. Dia tegaskan, sesuai pengakuan pihak Rutan Klas IIB Kupang, korban dianiaya oleh para tahanan Rutan Klas IIB blok C. “Kronologis kejadian tewasnya korban Mikael Manoh sesuai pengakuan pihak Rutan Klas IIB Kupang karena dianiaya. Oleh karena itu maka semua tahanan di Blok C akan diperiksa termasuk petugas Rutan yang piket malam itu. Mereka akan kita panggil dan periksa sebagai saksi,” sebut Kasat Reskrim. Disebutkan, pihak Rutan Klas IIB Kupang mengaku bahwa korban dianiaya oleh tahanan lain di Blok C. Sementara sesuai keterangan petugas Rutan Klas IIB bahwa korban sementara di tahan di ruang isolasi. Mikael, ujar dia, ditahan di ruang isolasi sebagai proses adaptasi.

Akan tetapi, ungkapnya, ada juga laporan ke Polres Kupang Kota dengan pelapor Jimmy Medah dan terlapor Mikael Manoh (Korban, Red). Laporan Jimmy Medah itu, sebut Alnof sapaan akrab Kasat Reskrim, dijelaskan bahwa korban berontak dan berusaha melawan petugas Rutan Klas IIB Kupang yang sementara piket.

Selain merusak pintu ruang isolasi, sebut Alnof, korban diakui juga memukul salah satu petugas Rutan Klas IIB Kupang, Jimmy Medah pakai kayu yang diambil dari pintu ruang isolasi. “Kita melihat fakta saja karena ada yang mati. Petugas lapas kok dipukul tahanan? Sesuai pengakuan Jimmy Medah bahwa ia dipukul oleh korban sehingga tahanan lain membantu menyelamatkan Jimmy Medah sehingga terjadi penganiayaan terhadap korban. Ini keterangan sementara dari Jimmy Medah dan tentunya kita masih harus lidik,” kata Kasat Reskrim.

Dia mengaku, akan segera menghubungi pihak keluarga koran untuk dimintai keterangan. “Keluarga korban belum buat laporan polisi. Tapi mau dibuat laporan polisi atau tidak tetap kita akan proses kasus ini hingga tuntas. Korban sudah divisum luar dan hasil visum luarnya korban mengalami luka cukup serius di kepala bagian belakang,” aku Alnof.

Mengenai laporan petugas Rutan Klas IIB Kupang Jimmy Medah, Alnof tegaskan bahwa pihaknya sudah menerima laporan itu. “Kita akan segera lidik laporan Jimmy dan segera gelar. Karena terlapornya juga meninggal maka jelas laporan Jimmy Medah akan segera kita SP3. Jimmy Medah juga sudah divisum untuk memastikan luka yang dialami karena diduga dipukul oleh korban,” urainya.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Kupang, Angga Apriyanto yang dihubungi Timor Express melalui telepon genggamnya kemarin mengaku Mikael Manoh adalah tahanan Kejari Kupang karena kasus penganiayaan. “Iya, dia (Mikael Manoh, Red) adalah tahanan Kejari Kupang karena kasus penganiayaan. Dia sudah meninggal. Tapi kita belum tahu dia meninggal karena apa. Tapi yang jelas, saat dilakukan tahap dua dari penyidik Polres Kupang ke kita, dia (Mikael Manoh) dalam kondisi sehat dan ada surat keterangan kesehatan dari dokter. Dia kita titipkan di Rutan Klas IIB Kupang sejak Senin (2/10),” urai Angga.

Kakanwil: Korban Serang Petugas

Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Muhammad Diah angkat bicara terkait tewasnya tahanan di rutan. Dia mengaku telah mendatangi rutan untuk mendapatkan informasi tersebut. Dari keterangan pihak rutan, disebutkan bahwa pada awal dititipkan oleh pihak kejaksaan, tahanan (korban, red) dalam kondisi normal, sehingga dimasukan dalam ruang pengenalan lingkungan bersama tahanan lainnya. Namun, tahanan kemudian menunjukan tanda-tanda depresi dan menyerang tahanan yang lain. Atas dasar itulah korban kemudian dimasukan dalam ruang isolasi.

Selasa (3/10) malam, sebut Muhammad, tahanan mengamuk. Dia menjebol pintu ruang isolasi, kemudian keluar membawa bongkahan papan dan menyerang petugas jaga secara membabi buta. Dia juga melempari kamar tahanan. Kejadian itu, kata dia, bertepatan dengan waktu Isya, sehingga ada warga binaan yang izin untuk beribadah di masjid. Kejadian itu kemudian dilihat warga binaan lain, yang selanjutnya langsung membantu petugas jaga. “Pada saat itulah, korban terjatuh dan kepalanya terbentur, sehingga mengakibatkan dia meninggal dunia,” katanya.

Pasca kejadian ini, Muhammad mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan melakukan olah TKP. Sedangkan hasil visum terhadap korban, masih ditunggu dari pihak rumah sakit. Dia juga telah meminta Kepala Rutan untuk membuat laporan secara tertulis dan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Kupang di Oelamasi.

Muhammad dengan tegas membantah dugaan yang menyebutkan tahanan meninggal karena dianiaya oleh petugas rutan. Sebaliknya, kata dia, petugasnya justru dalam keaadan terancam lantaran diserang dan dianiaya oleh tahanan menggunakan kayu. “Semuanya sudah sesuai protap. Tentunya petugas akan berusaha mengamankan agar tahanan tidak mencelakai orang lain dan mencelakakan diri sendiri. Tapi karena petugas jaga hanya satu orang dan kejadiannya begitu singkat, maka kejadiannya seperti sekarang ini,” ungkapnya. (gat/r2/aln)

Click to comment

Most Popular

To Top