Adrianus Sinlaeloe Ditemukan Tak Bernyawa – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

RAGAM

Adrianus Sinlaeloe Ditemukan Tak Bernyawa

DITEMUKAN TEWAS. Anggota Tim Inafis Polres Kupang Kota, Bripka Yopi Carsten sementara mengindentifikasi jasad Marthen Adrianus Sinlaeloe alias Adi Papa Sinlaeloe yang ditemukan tewas di dsalam rumahnya pada Sabtu malam (7/10).

IST

Di Dalam Rumah, Diduga Pecah Pembuluh Darah

KUPANG, TIMEX– Temuan jasad, Jemi Djibaida baru saja menggegerkan warga di lingkungan RT 10/RW 03, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Jumat (6/10) sekira pukul 07.30 Wita. Jemi Djubaida ditemukan sudah membusuk dalam rumahnya. Sabtu (7/10) sekira pukul 22.30 Wita, warga Jalan Kefas, lingkungan RT 03/RW 01, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo Kota Kupang dibuat geger dengan temuan jasad Marthen Adrianus Sinlaeloe alias Adi Papa Sinlaeloe, 64. Jasad Marthen Adrianus Sinlaeloe saat ditemukan sementara tergeletak di lantai di dalam rumahnya dengan kondisi tubuh mengeluarkan darah. Korban yang juga pensiun pegawai TVRI Kabupaten TTU ini pertama kali diketahui anaknya, Andre Sinlaeloe.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Lapolsek Oebobo, AKP Fajar Virgantara Sjarifuddin membenarkan adanya temuan jasad berjenis kelamin laki-laki atas nama Marthen Adrianus Sinlaeloe alias Adi Papa Sinlaeloe. Dikatakan Fajar, sesuai pengakuan saksi Ros Fanggidae, 46, bahwa sekira pukul 22.35 Wita, saksi mendengar suara tangisan anak korban, Andre Sinlaeloe. “Saksi Ros Fanggide sempat mendengar tangisan anak korban. Saksi dan warga lain lalu menghampiri Andre Sinlaeloe dan bertanyakan kenapa menangis. Saat itu Andre Sinlaeloe mengaku bahwa ayahnya (Korban,Red) sudah meninggal di dalam rumah,” ujar Kapolsek Oebobo. Namun saat itu, pintu pagar dan rumah dalam kondisi terkunci.

Pengakuan yang sama, kata Kapolsek Oebobo, juga disampaikan saksi Jefri Sinlaeloe, 43. Dikatakan Fajar, saksi Jefri Sinlaeloe mengaku bahwa sekira pukul 22.50 Wita dirinya mendapat kabar dari Andre Sinlaeloe melalui telepon genggam bahwa korban sudah meninggal dunia di dalam rumah. “Kami dapat telepon dari Andre bahwa Adi papa sudah meninggal. Kami semua bersaudara langsung berkumpul. Ternyata benar, Adi Papa sudah meninggal,” sebut Jefri.

Pihak Polsek Oebobo yang mendapat informasi langsung bergerak ke lokasi kejadian. “Sekira pukul 23.15 Wita, saya dan anggota langsung tiba di rumah korban. Kita dapati pagar dan pintu rumah dalam kondisi terkunci. Kita ambil sikap diskresi (Buka Paksa, Red) pintu pagar dan rumah pakai besi gali. Korban ditemukan tidur di lantai dengan posisi badan menyamping kiri. Jasad Korban juga berlumuran darah. Sesuai pengakuan keluarga bahwa korban punya riwayat sakit jantung dan diduga korban meninggal dunia karena pembuluh darahnya pecah,” kata Kapolsek Oebobo. Keluarga, katanya, juga menolak dilakukan otopsi pada jasad korban. (gat)

Click to comment

Most Popular

To Top