Laguna Seka Makan Korban – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

RAGAM

Laguna Seka Makan Korban

KORBAN LAGUNA SEKA. Korban Christopel Usnak saat berada di IPJ RSUD Prof. Dr. W/Z. Johannes Kupang, Minggu (9/10).

IST

Christopel Usnak, Diduga Dianiaya Pelaku Balap Liar

Korban Sempat Pesta Miras Sambil Nonton Balap Liar

KUPANG, TIMEX-Kasus penganiayaan hingga mengakibatkan orang meninggal dunia seakan tak pernah sepi di Kota Kupang. Belum lama ini, kasus tewasnya Arthur Armindo Baun alias Bombom yang diduga dianiaya hingga tewas sempat mengejutkan warga Kota Kupang. Minggu (8/10) sekira pukul 03.00 Wita, satu korban dugaan penganiayaan, Christopel Usnak, 31, ditemukan tak bernyawa di pertigaan Jalan Ahamd Yani dan Jalan Kelimutu, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Oleh sekuriti Bank Mandiri, korban yang juga warga Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo itu langsung dilarikan ke RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Timor Express dari beberapa sumber tepercaya menyebutkan bahwa korban diduga tewas karena dianiaya sekelompok pemuda di tempat kejadian perkara. Saksi Polce Nenbau, 26, mengaku, sebelumnya korban dan beberapa orang rekannya masing-masing Yoga, Kus dan Reni duduk-duduk di TKP yakni Hotel Laguna dan Seputaran Katedral (Laguna Seka) sambil menenggak minuman keras lokal jenis Sopi.

Sekira pukul 03.00 Wita, Polce kembali ke rumahnya. Selanjutnya, Reni juga mengikuti Polce kembali ke rumah. Selang beberapa menit kemudian, Polce mendapat informasi bahwa korban sudah dikeroyok sekelompok pemuda. Polce sempat pergi ke TKP untuk memastikan kebenaran informasi yang diperoleh. Namun, ketika tiba di TKP, korban Christopel Usnak sudah dibawa ke RSUD Prof. Dr.W.Z. Johannes Kupang.

Sebelum mendapat informasi korban dianiaya, korban bersama Polce, Kus dan Engki duduk-duduk di seputaran ‘Laguna Seka’ sambil menikmati miras sambil menikmati balapan liar di Laguna Seka. Ketika sementara nonton balap liar tersebut, sempat ada patroli oleh anggota Polresta untuk membubarkan aktvitas balap liar tersebut. Ada beberapa pelaku balap liar yang sempat diamankan dan dibina oleh aparat Polres Kupang Kota.

Saat itu, korban diduga ikut menasehati pemuda yang tertangkap melakukan balap liar malam itu. Yoga M. Silla, 17, sempat mendengar keributan akibat lemparan batu. Karena itu maka Yoga M. Silla ingin memastikan sebab lemparan batu tersebut dengan meninggalkan korban yang sementara asyik menasehati para pelaku balap liar yang ditangkap. Saat kembali, Yoga melihat korban sudah tergeletak di pinggir jalan dengan luka di bagian kepala.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Dorkas Ratu Djara, 32. Menurut Dorkas, malam itu ketika sementara tidur, ia mendengar keributan di TKP. Saat itu waktu menunjukan pukul 03.00 Wita. Ketika membuka pintu kios miliknya, Dorkas melihat korban sudah tergeletak di jalan dengan kondisi kepala keluar darah. Dorkas mengaku, korban lalu dievakuasi ke RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam.

Saksi Hery Lada, 37, mengaku, malam itu ketika dirinya hendak membeli rokok di TKP, ia tidak tahu kalau telah terjadi keributan. Namun, ia melihat korban sudah tergeletak di jalan dan sementara dianiaya dengan cara dipukul oleh beberapa pelaku. Ketika saksi Hery Lada menegur supaya korban tidak dipukul oleh pelaku, salah satu pelaku justru balik menantang saksi Hery lada untuk berkelahi. Saat itu, pelaku tersebut sementara memegang sebatang balok kayu. Namun, tak begitu lama para pelaku langsung meninggalkan TKP.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Kasat Reskrim, AKP Alnofriwan Zaputra menegaskan, pihaknya sudah menangani kejadian tewasnya Christopel Usnak. “Kita sementara lakukan penyelidikan dan saksi-saksi sudah kita mintai keterangan. Para pelaku sementara dalam pengejaran dan identitas mereka sudah kita kantongi,” ucapnya singkat. (gat/ito)

 

Click to comment

Most Popular

To Top