13 Balon Adu Program di PKB – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

POLITIK

13 Balon Adu Program di PKB

ADU VISI MISI. Para bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT saat pemaparan visi dan misi, Senin (9/10) di Hotel Naka, Kupang.

FENTY ANIN/TIMEX

PDIP Siap Undang Bakal Calon

KUPANG, TIMEX-Sebanyak 11 bakal calon gubernur (Bacagub) dan dua bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) NTT menyampaikan visi dan misi masing-masing di hadapan pengurus DPW PKB NTT, Senin (9/10). 13 kandidat ini memiliki satu tujuan utama yakni membawa NTT keluar dari kemiskinan menuju masyarakat yang sejahtera.

Bacagub yang menyampaikan visi dan misinya adalah Benny K. Harman, Ibrahim A. Medah, Ayub Titu Eki, Marianus Sae, Benny Bosu-Melkianus Adu, Robert Marut, Hery Wadu, Honing Sani, J. Suny dan Hironimus Fernandez. Sementara untuk Bacawagub yaitu Ignasius Herlyanto Djou dan Umbu Pati Lende.
Musyawarah Pimpinan Wilayah V DPW PKB NTT ini berlangsung di Hotel Naka, Senin (9/10). Hadir 15 Ketua DPC dan pengurus DPW PKB NTT.

Ketua DPW PKB NTT, Yucundianus Lepa dalam sambutannya mengatakan, pemaparan visi dan misi oleh Bacagub dan Bacawagub yang mendaftar di PKB merupakan momen untuk menyampaikan apa yang akan dilakukan dalam membangun NTT.

Yucun mengatakan, masalah yang selalu mengganggu dan menjadi pikiran dan menghantui masyarakat NTT adalah kemiskinan. “Daerah-daerah kita masih banyak yang belum terjangkau. NTT masih terbelakang,” katanya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban partai politik untuk masyarakat NTT, kata Yucun, yakni dengan menjaring calon pemimpin yang dapat menyelesaikan masalah di NTT.

Dia mengatakan, permasalahannya sangat kompleks. Tak hanya kemiskinan, Yucun juga menyebut ekonomi, pendidikan dan kesehatan juga menjadi masalah serius di NTT.

Bacagub, Benny K. Harman dalam pemaparannya mengatakan, pengembangan fisik dan pengembangan SDM merupakan kata kunci dalam mengatasi kompleksitas masalah di NTT. Namun, menurutnya, semua bisa jalan jika didukung pemerintahan yang bersih, konsisten menegakkan aturan dan tidak mengutamakan kepentingan golongan dan kelompok. Juga tidak membeda-bedakan suku, dan membangun kesetaraan keadilan sosial.

“Daerah ini tidak mungkin dibangun tanpa birokrasi. Misinya yaitu mempercepat dinamika ekonomi wilayah dengan konektifitas sebagai prinsipnya. Peningkatan sarana dan prasarana infrasturktur, penegakan hukum untuk menjadikan NTT sebagai rumah yang aman bagi rakyat NTT. Saya menjadi Cagub karena saya ingin membalas budi masyarakat NTT yang telah memilih saya menjadi wakil mereka di pusat,” katanya.

Selanujutnya, Marianus Sae mengatakan, pada tahun 2010 semua kabupaten di NTT menjadi daerah tertinggal. Yang menjadi masalah utama adalah infrastruktur. Karena itu, menurutnya jika infrastruktur dibenahi maka semua proses perekoniam, baik pertanian, kesehatan dan pendidikan akan mudah ditingkatkan.

“Salah satu kendala yaitu infrastruktur. Jika infrastruktur dibenahi maka masyarakat akan mendapat akses dengan lancar baik dalam roda perekonomian dan aspek lainnya,” tegasnya.

Karena itu dirinya ingin membangun mulai dari desa karena 80 persen masyarakat ada di desa. “Kenapa di desa? Karena infrastruktur yang tidak tersedia makanya potensi yang ada tidak bisa dikembangkan,” ungkapnya.

Bacagub lainnya, Beni Bosu mengatakan, menjadi pemimpin harus menjadi pribadi yang takut akan Tuhan. NTT membutuhkan pemimpin yang bekerja cepat, pemimpin yang benar, tidak hanya mengumbar janji manis dengan visi misi. “Yang utama adalah revolusi kedaulatan pangan,” tegas Beni Bosu.

Menurutnya, masalah benih menjadi permasalahan mendasar. Setiap tahun pemerintah membeli benih dari luar negeri. Jika benih dikembangkan maka masyarakat akan sejahtera dan menjadikan masyarakat mandiri dalam ekonomi.

“Ini yang saya akan rubah untuk menjadi aset NTT dengan masyarakat NTT menjadi pelaku usaha. Bicara pangan, kita bicara perut rakyat. Selain itu harus ada asuransi,” terangnya.

Bacagub dan Bacawagub lainnya juga menyampaikan visi dan misi masing-masing dengan sasaran utamanya sama yakni mengatasi masalah kemiskinan di NTT. Menurut mereka butuh pemimpin yang memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mengatasi masalah kemiskinan yang cukup tinggi di NTT ini.

PDIP Siap Undang Bakal Calon

DPP PDIP telah mematangkan rencana pelaksanaan fit and proper test terhadap para Bacagub dan Bacawagub Provinsi NTT yang telah mendaftar di PDIP.
DPP PDIP telah menginstruksikan DPD PDIP NTT untuk berkomunikasi dengan seluruh bakal calon guna mengikuti agenda dimaksud pada Selasa (17/10). Sesuai agenda, tahapan penyaringan tersebut bakal dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di Kantor DPP PDIP, Jl. Diponegoro, No. 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam surat DPP PDIP Nomor 3327/IN/DPP/X/2017 tanggal 3 Oktober 2017 yang ditandatangani Ketua Bambang D.H dan Sekjen Hasto Kristiyanto juga disebutkan biaya fit and proper test setiap bakal calon sebesar Rp 3 juta per orang dan dibayarkan pada saat registrasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Parera kepada Timor Express, Senin (9/10) mengatakan, persiapan terus dilakukan untuk mensukseskan agenda dimaksud. DPP PDIP, kata Andreas, juga bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) selaku organisasi profesional sarjana psikologi Indonesia yang telah diakui secara nasional dan internasional.

“DPP segera undang para bakal calon untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dan akan dilanjutkan dengan survei,” kata Andreas.
Anggota Komisi I DPR RI itu menjelaskan, sambil menyiapkan agenda dimaksud jajaran PDIP dari tingkat DPP, DPD dan DPC juga tengah fokus melakukan persiapan pendaftaran Parpol ke KPU. “Ya, urusan Pilkada nanti setelah pendaftaran beres,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa mengatakan, undangan fit and proper test dari DPP telah disiapkan. “Ya, sudah ada (undangan). Dalam waktu dekat kami akan komunikasikan dengan para bakal calon,” singkat Yunus.(mg25/joo/fmc/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top