Cari Tersangka, Penyidik ‘Jemput Bola’ – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Cari Tersangka, Penyidik ‘Jemput Bola’

Dugaan Penganiayaan Christopel Usnak di Laguna Seka

KUPANG, TIMEX–Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kupang Kota masih berjuang keras untuk mengungkap tersangka dan motif di balik kasus dugaan penganiayaan di pertigaan Jalan A. Yani dan Jalan Kelimutu, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama atau sekitar Hotel Laguna hingga seputaran Katedral (Laguna Seka), yang mengakibatkan Christopel Usnak meninggal dunia.

Agar kasus ini cepat terungkap, penyidik kini menerapkan sistim ‘jemput bola’ dalam pemeriksaan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian di lokasi.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Kasat Reskrim, AKP Alnofriwan Zaputra, mengatakan, pihaknya sampai dengan saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Christopel. Namun, beberapa orang saksi yang saat itu berada di lokasi, sudah dimintai keterangannya.

“Kita masih mengumpulkan saksi-saksi. Sejauh ini sudah ada lima saksi yang diperiksa,” ujar Alnofriwan kepada Timor Express, Senin (9/10) malam tadi.

Belum ditetapkanya tersangka dalam kasus ini, menurut Alnofriwan, dikarenakan keterangan saksi-saksi tidak ada yang mengarah ke tersangka. Sebab semua saksi tidak mengetahui duduk kasus ini secara jelas, lantaran tidak melihat kejadian itu secara langsung di lokasi. “Ada saksi yang melihat, tapi cuma samar-samar, karena kondisinya gelap dan banyak orang. Jadi kita belum bisa menentukan siapa tersangkanya,” katanya.

Untuk mencari saksi-saksi tambahan agar tersangka dalam kasus Christopel cepat terungkap, Alnofriwan mengatakan, penyidik saat ini langsung ke lapangan untuk menjemput bola. Dengan sistem ini, penyidik langsung mendatangi saksi-saksi lain yang disebut oleh saksi yang telah diperiksa.

“Kalau satu saksi sebut nama saksi lain, kita langsung bertemu saksi yang disebutkan itu. Kalau muncul nama saksi lain lagi, kita kejar lagi. Kita minta kerja samanya saja. Kalau dia bisa kasih keterangan, ya kita ambil keterangan,” kata Alnofriwan sembari menyebutkan kalau beberapa penyidik belum kembali ke kantor karena masih berada di lapangan.

Alnofriwan menambahkan, sistem jemput bola sudah seharusnya dilakukan. Sebab apabila mengikuti proses penyidikan yang sesungguhnya, khususunya berkaitan dengan pemanggilan saksi, maka penyidik wajib memberikan panggilan secara tertulis.

Selain itu, tenggat waktu surat panggilan, paling lambat 3 (tiga) hari setelah saksi menerima surat panggilan. Dan apabila saksi yang dipanggil tidak hadir sesuai waktu yang ditetapkan dalam surat panggilan, maka penyidik akan menerbitkan surat panggilan kedua.

“Kalau kita ikut mekanisme ini, pasti prosesnya lambat. Sedangkan banyak pihak berharap agar kasus ini cepat terungkap,” terangnya.

Sistem jemput bola, lanjut Alnofriwan, akan dilakukan sampai penyidik menemukan gambaran mengenai tersangka. Dan jika keterangan para saksi sudah mengarah pada tersangka, maka sistem ini akan dikurangi. “Sekali lagi, upaya jemput bola kita lakukan agar kita cepat menemukan dan menetapkan tersangka,” ungkapnya.

Seperti diberitakan kemarin, Minggu (8/10) sekira pukul 03.00 Wita, Christopel Usnak, 31, ditemukan tak bernyawa di pertigaan Jalan Ahamd Yani dan Jalan Kelimutu, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. Di lokasi itu kerap digunakan sebagai lokasi balapan liar. Bahkan ada nama yang diberikan untuk lokasi balapan liar tersebut yakni Laguna Seka (Hotel Laguna dan sekitar Katedral).

Korban diduga dianiaya oleh pelaku yang berada di lokasi kejadian saat itu. Koran yang saat kejadian itu juga bersama dengan beberapa rekannya dikeroyok para pelaku menggunakan batu dan kayu. Penganiayaan itu terjadi beberapa saat setelah aparat Kepolisian mengamankan beberapa pelaku balapan liar. (r2/ito)

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!