Puluhan Anggota Minta Kembalikan Tabungan – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

EKONOMI BISNIS

Puluhan Anggota Minta Kembalikan Tabungan

DAFTAR NAMA.Puluhan anggota koperasi Warna Pelangi Express mendaftarkan namanya pada panitia untuk mundur dari keanggotaan koperasi tersebut, Sabtu (7/10).

CARLENS BISING/TIMEX

Koperasi WP Express Gelar Rapat Anggota Luar Biasa

KUPANG, TIMEX-Puluhan anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Warna Pelangi Express Kupang berebutan mendaftarkan namanya ke panitia untuk mundur sebagai anggota koperasi tersebut. Tidak hanya mundur, mereka mendesak pengurus untuk mengembalikan seluruh dana yang sudah disetor ke koperasi tersebut.

Peristiwa ini berawal saat dilakukan Rapat Anggota Luar Biasa yang berlangsung di Hotel Gajah Mada Indah, Fontein Kota Kupang, Sabtu (7/10).

Rapat tersebut bertujuan untuk membahas dan memberi pertanggungjawaban keuangan, hak dan kewajiban kepada anggota. Pasalnya, koperasi yang baru berdiri 1 Oktober 2016 itu sedang dilanda masalah. Bahkan dalam rapat tersebut, dibacakan tiga laporan keuangan yang berbeda, yakni dari pengurus lama, Magdalena Lapudo’oh sebagai ketua, karateker Eben Malaikosa serta auditor eksternal dari Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.

Anggota DPRD Kota Kupang, Daniel Hurek pada kesempatan itu menjelaskan, dirinya menerima aduan dari pengurus terkait adanya kepengurusan ganda koperasi tersebut saat dirinya melakukan reses di Fontein. Sehingga, melalui proses mediasi bersama dinas koperasi dan kesbangpol Kota Kupang, pihaknya meminta Fakultas Ekonomi UKAW untuk melakukan audit eksternal.

“Ada beberapa masalah yang kita temukan, bahwa koperasi ini masih menggunakan sistem manual, sehingga pemindahan saldo ada yang keliru, lalu, pembukuannya ganda,” jelas Daniel Hurek yang menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai anggota DPRD, bukan sebagai pengurus atau anggota koperasi tersebut.

Dari ketiga laporan keuangan yang dibacakan secara bergantian, koperasi tersebut memiliki kekayaan sekira Rp 330 juta. Hampir Rp 190 juta ada di tangan anggota dalam bentuk pinjaman harian, mingguan dan juga bulanan. Sayang, semua pinjaman macet. Bahkan sisa hasil usaha koperasi tersebut minus saat Januari 2017.

Eben Malaikosa yang sebelumnya sebagai pengawas, ditunjuk menjadi karateker sejak Januari 2017 hingga diadakan audit eksternal pada Mei. Menurut dia, hingga Mei 2017, saldo kas koperasi tersebut sekira Rp 1 juta.

Mendengar penjelasan pengurus dan auditor, puluhan anggota yang hadir pada kesempatan itu mendesak pengurus untuk mengembalikan uang mereka karena mereka ingin keluar dari koperasi tersebut.

“Saya masuk 4 November 2016 dan sudah setor Rp 810 ribu. Janjinya bilang setelah tiga bulan bisa pinjam, tetapi sampai sekarang tidak bisa. Saya minta kembalikan uang saya,” kata Yuliana Fatu, salah satu anggota asal Kelurahan Lasiana.

Sebagian besar anggota pun menolak laporan keuangan pengurus dan ingin keluar dari koperasi tersebut. Anggota lainnya, Magdalena Dao menegaskan akan keluar dari koperasi tersebut dengan catatan uang yang sudah dia setor harus dikembalikan. “Karena aturannya, setelah tiga bulan jadi anggota, harusnya sudah pinjam, tapi sampai sekarang belum pernah pinjam,” tandas Magdalena.

Para anggota juga menuntut pengurus untuk memberikan kepastian. Pasalnya, saat ini koperasi tersebut belum memiliki kantor yang jelas. Bahkan sesuai undangan yang diterima koran ini, koperasi tersebut beralamat di Jln.Gerbang Madya Kelapa Lima. Namun menurut pengurus, kantor tersebut sudah tidak ada karena habis masa kontrak.

Menanggapi tuntutan tersebut, Eben Malaikosa jelaskan, untuk menjadi anggota ada prosedurnya, sehingga keluarpun harus melalui mekanisme. Para pengurus pun meminta waktu untuk mengumpulkan kembali dana yang beredar dalam bentuk pinjaman di anggota. “Kami minta waktu sekira satu bulan begitu. Karena saat ini saldo kita kurang sari Rp 10 juta. Memang sudah sekira 70 anggota yang mundur,” kata Eben.

Sementara itu, data yang diperoleh koran ini menyebutkan, dari 360 anggota yang terdaftar memiliki jumlah tabungan berbeda. Dimulai dari simpanan Rp 110 ribu pada awal masuk, hingga Rp 810 ribu per anggota. Sementara para pendiri yang berjumlah hampir 20 orang, menyetor simpanan sukarela rata-rata Rp 500 ribu per orang. Dana-dana yang terkumpul itulah yang digunakan untuk menghidupkan koperasi tersebut.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top