Bahasa Reta Masih Memiliki Banyak Penutur – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

PENDIDIKAN

Bahasa Reta Masih Memiliki Banyak Penutur

AMON DJOBO

KUPANG,TIMEX — Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT), menepis pernyataan Badan Bahasa Kemendikbud, bahwa salah satu dari 11 bahasa yang hampir punah, adalah bahasa Reta di Kabupaten Alor, karena bahasa Reta hingga saat ini masih memiliki banyak penutur, terutama di dusun Reta.

Tim Teknis Kantor Bahasa NTT, melalui Erwin Kembaren, di Kantor Bahasa NTT, Selasa (9/10) menjelaskan, bahasa Reta sendiri ada di 2 daratan yaitu di desa Pura selatan Kabupaten Alor dan di Ternate.
Di desa Pura selatan tersebut ada dua dusun yaitu dusun Mala dan dusun Teta. “Dusun Reta-lah yang menggunakan bahasa Reta,” terangnya.
Ia menjelaskan, di Dusun Reta ini, penduduknya merupakan penduduk yang Homogen. Maksudnya adalah di dusun tersebut penuturnya beranak cucu hanya di tempat tersebut dan selalu menggunakan bahasa Reta sehari-hari, dan secara otomatis anak-anak mereka selalu diajarkan bahasa Reta, dan menggunakan bahasa Reta sehari-hari.

Untuk Bahasa Reta yang ada di Pulau Ternate yang kritis, karena masyarakat penutur bahasa Reta dipulau ternate ini merupakan masyarakat yang heterogen dan sudah tercampur dengan penduduk atau penutur bahasa lain.

“Banyak masyarakat penutur bahasa Reta di pulau Ternate telah merantau keluar daerah, sehingga dikatakan kritis atau terancam,” bebernya.

Masyarakat yang keluar daerah atau merantau ini anak-anaknya sudah tidak lagi diajarkan bahasa Reta lagi. “Hal inilah yang mengakibatkan bahasa Reta terancam, karena penuturnya semakin hari semakin berkurang. sedangkan generasi penerusnya tidak lagi menggunakan bahasa tersebut,” jelasnya.

“Khusus untuk masyarakat di Desa Pura Selatan, Dusun Reta Kabupaten Alor, penuturnya masih banyak dan tidak masuk dalam kategori terancam punah atau hilang,” tegasnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Alor sendiri, ada 23 bahasa yang digunakan, dan semuanya masih tetap ada sampai sekarang, sedangkan untuk NTT ada 69 bahasa daerah.

Sementara Bupati Alor, Amon Djobo yang dikonfirmasi terpisah juga menegaskan hal tersebut.
Menurutnya, saat ini bahasa Reta masih memiliki banyak penutur dan tersebar di dua pulau.
“Bahasa Reta tida punah, karena generasinya banyak. Masih terlalu banyak, termasuk saya,” tutup Amon Djobo.(mg25/cel/rum)

Click to comment

Most Popular

To Top