Bayi 4 Bulan Dibuang Dekat Bandara – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

RAGAM

Bayi 4 Bulan Dibuang Dekat Bandara

JADI TENAR. Bayi yang ditemukan di cela batu dekat Bandara El Tari Kupang, Selasa (10/10) pagi

GATRA BANUNAEK/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Selasa pagi kemarin sekira pukul 07.45 Wita, warga Kota Kupang dihebohkan dengan penemuan bayi berusia sekira empat bulan di dekat Bandara El Tari Kupang. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu diletakan di celah-celah batu di tanah lapang tak jauh dari Pos POM TNI AU, dekat pintu masuk bandara.

Empat pejalan kaki, Didik Susilo, Restu Aji Nugroho, Iksan Hanafi dan Muhammad Susilo mendengar suara tangisan bayi itu saat ketiganya hendak ke bandara. Sontak kejadian di wilayah RT 01/RW 01, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, itu membuat heboh. Bukan hanya warga sekitar tetapi satu Kota Kupang. Bahkan sepanjang kemarin menjadi viral di media sosial.

Bayi X itu ditemukan sementara terbungkus kain warna hijau dengan posisi tidur menengadah ke langit dan diletakkan di antara celah batu.

Keempat saksi lalu menyampaikan ke salah satu penjual bakso di dekat lokasi temuan, Bibit. Selanjutnya, Bibit menyampaikan informasi itu ke piket POM AU, Praka Herry. Kemudian mereka bersama menuju ke lokasi dan mendapati bayi X itu sementara menangis. Tak menunggu lama, bayi tersebut langsung dilarikan ke RS TNI AU El Tari untuk mendapatkan pertolongan oleh tim medis.

Saksi Muhammad Susilo mengaku, pagi kemarin sekira pukul 07.00 Wita, ia bersama tiga orang rekannya sementara jalan kaki menuju Bandara El Tari Kupang. Namun, sebelum tiba di Bandara El Tari Kupang, mereka mendengar tangisan bayi. “Kami rencananya mau ke bandara. Tapi di perjalanan kami dengar tangisan bayi. Setelah kami lihat ternyata bayi sementara terbungkus kain dan tersimpan di antara celah batu. Setelah lihat bahwa itu adalah bayi kami langsung beritahu Bibit dan Bibit lalu sampaikan lagi ke anggota TNI AU yang sementara piket,” ujar Muhammad.

Di RS TNI AU El Tari Kupang, bayi X itu kemudian diberi minum susu dan diperiksa kesehatannya. Selanjutnya, anggota Polres Kupang Kota langsung mengevakuasi bayi X itu ke RS Bhayangkara Titus Uly Kupang. Di RS TNI AU El Tari Kupang, bayi X itu terlihat agresif meski sempat menangis karena ditinggal orang tuanya. Ada beberapa orang ibu yang merasa empati berkesempatan mengendong bayi tersebut. Baju warna kuning putih yang dikenakan tampak masih baru.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho mengatakan, sesaat setelah penemuan bayi itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan TNI AU. Setelah sempat mendapat perawatan di RS TNI AU El Tari, bayi tersebut dilarikan ke RS Bhayangkara Titus Uly Kupang. Hingga malam tadi, bayi itu masih dirawat di RS Bhayangkara Titus Uly Kupang.

“Bayi X yang ditemukan empat orang saksi itu berjenis kelamin laki-laki dengan umur sekira 3-4 bulan. Ada yang belum diberi titipan Tuhan masih sabar menunggu. Ini sudah dikasih anugerah malah disia-siakan. Semoga anak ini kelak menjadi anak hebat yang bisa dibanggakan oleh siapa yang beruntung merawatnya. Dan untuk yang menyia-nyiakan anak itu akan menyesal tiada ampun,” ujar Anton.

Mengenai pemilik bayi tersebut, Anton mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk mencari tahu pemilik bayi tersebut. Pemilik bayi yang adalah orang tua dari bayi tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. (gat/ito)

Viral di Media Sosial

BAYI x yang ditemukan pagi kemarin itu langsung viral di media sosial beberapa saat setelah ditemukan hingga malam tadi. Foto, video dan informasi tentang bayi X tersebut viral di facebook, Whatsapp, Instagram, BBM dan media sosial lainnya. Sontak pengguna medsos memberikan simpati dan empati terhadap sang bayi.

Ada yang langsung datang ke RS TNI AU El Tari untuk melihat dan berkesempatan untuk menggendong bayi tersebut. Bahkan ada yang siap menjadi orang tua dari sang bayi. Tak sedikit pula yang menghujat orang tua dari bayi tersebut.

Ibu Christien, salah satu warga Baumata Barat yang mengetahui kasus pembuangan bayi ini di WA grup sempat menyampaikan ke koran ini untuk mengadopsi bayi malang tersebut. Ibu Christien bahkan sempat bertanya ke koran ini bagaimana cara yang ditempuh agar bisa menjadi pengasuh sang bayi. Koran ini hanya menyarankan ke Ibu Christien agar dapat bertemu aparat kepolisian yang menangani penemuan bayi ini agar menyampaikan niat mulia mengasuh bayi tersebut.

Sementara itu, Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho. Anthon menyarankan, kalau pemilik bayi X itu memang tak sanggup merawat karena beban hidup maka bisa diserahkan ke panti asuhan. Tapi kalau memang bayi X itu adalah hasil hubungan gelap, maka pemiliknya harus mampu menerangkannya dan diserahkan ke panti asuhan.

“Tuhan masih sayang bayi ini melalui tangan orang-orang yang baik hati dan penuh kasih,” pungkas Kapolres Kupang Kota. (gat/ito/aln)

Click to comment

Most Popular

To Top