Sipir dan Tahanan Rutan Terkesan Tertutup – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

HUKUM

Sipir dan Tahanan Rutan Terkesan Tertutup

Beri Keterangan Terkait Tewasnya Mikael Manoh

Penyidik Satreskrim ‘Tatar’ 24 Saksi

KUPANG, TIMEX– Kasus tewasnya Mikael Manoh, 47, tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang yang tewas diduga karena dianiaya di rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Kupang hingga kini masih menjadi misteri. Namun demikian, penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota terus gencar mengungkap misteri dibalik tewasnya warga Desa Honu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang itu. Dan, sebanyak 24 saksi sudah dimintai keterangan. Dari ke-24 saksi itu, sipir Rutan Klas IIB Kupang sebanyak enam orang dan sisanya yakni sebanyak 18 orang tahanan juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

Hanya saja, para sipir dan tahanan Rutan Klas IIB Kupang itu terkesan menutup-nutupi kasus tersebut. Pasalnya, para saksi diakui tidak terbuka ketika memberikan keterangan ke penyidik. Ada juga beberapa fakta lain yang ditemukan penyidik yakni para tahanan Rutan Klas IIB mengaku malam itu mereka memang melihat ada kejar-kejaran antara korban Mikael Mano dengan para sipir. Selanjutnya, mereka mendengar keributan. Ketika keluar dari dalam blok tahanan, para tahanan mendapati Mikael Mano sudah tergeletak di tanah dengan kondisi berlumuran darah. Penegasan ini disampaikan Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Alnofriwan Zaputra kepada Timor Express, Selasa (10/10) di ruang kerjanya.

Menurut Kasat Reskrim, hingga saat ini penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota sudah memeriksa 24 orang saksi. “Kita sudah ambil keterangan untuk para saksi. Saksi-saksi itu yakni tahanan Rutan Klas IIB Kupang sebanyak 18 orang dan sipir sebanyak enam orang. Kita juga sudah amankan sejumlah barang bukti di TKP (Rutan Klas IIB) berupa kayu dan batu yang diduga dipakai untuk menghabisi nyawa Mikael Mano,” ujar Alnof sapaan akrab Kasat Reskrim.

Ditanya terkait barang bukti tersebut apakah ada bercak darah, Alnof mengaku, barang bukti kayu memang ada darah. Oleh karena itu maka pihaknya sudah mengambil sampel darah tersebut untuk dilakukan tes laboratorium. “Bercak darah pada kayu sudah kita ambil. Sampel darah itu akan kita uji laboratorium. Ini untuk memastikan siapa sebenarnya pemilik darah pada kayu tersebut,” sebut Kasat Reskrim.

Dirinya juga tegaskan, saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sebab tewasnya Mikael Mano apakah karena dianiaya ataukah karena sebab lain. “Sejauh ini kita masih lidik dan belum mengarah ke penetapan tersangka,” jelas Alnof.

Kakanwil Mendadak Ucap Belasungkawa

TEWASNYA tahanan Mikael Mano di Rutan Klas IIB Kupang tidak saja didalami oleh penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota. Pihak Kanwil Kemenkumham NTT juga ikut melakukan investigasi secara internal pasca tewasnya tahanan Mikael Mano. Kepada Timor Express di Kupang Senin (9/10), Kakanwil Kemenkumham NTT, Muhammad Diah jelaskan, pihaknya secara internal telah melakukan investigasi pasca kematian Mikael Manoh.

“Secara internal, saya sudah perintahkan Kepala Divisi Pemasyarakatan untuk melakukan investigasi secara internal. Nanti hasil investigasi itu akan kita evaluasi dan kita sampaikan ke pusat,” ujarnya di Kantor wilayah Kemenkumham NTT.

Jika dalam investigasi tersebut terdapat indikasi kesalahan prosedur atau tidak sesuai SOP, sebut dia, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas. Diah menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait kematian Mikael Manoh.

Sejauh ini polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa para sipir termasuk para tahanan. “Kita serahkan semuanya ke pihak kepolisian untuk proses otopsi. Kita tinggal tunggu hasilnya. Saya sudah mengingatkan agar petugas bisa berkomitmen dalam menjalankan tugas sesuai dengan SOP,” ucap Diah. Tak lupa, dirinya juga mengucapkan rasa belasungkawa atas kejadian tewasnya Mikael Mano. “Kejadian ini jangan sampai terulang lagi,” tutupnya. (mg25/gat)

Click to comment

Most Popular

To Top