50 Perusahaan Siap MoU dengan SMK – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

RAGAM

50 Perusahaan Siap MoU dengan SMK

KALUNGKAN. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Johanna Lisapaly saat mengalungkan selempang kepada salah satu pimpinan perusahaan yang melakukan MoU dengan SMK di Hotel On The Rock, Rabu (11/10).

Fenti Anin/Timex

KUPANG, TIMEX —Pekan Perekrutan Tenaga Kerja SMK se-NTT di Hotel On The Rock, Rabu (11/10) dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni. Kegiatan ini disambut positif perusahaan-perusahaan. Buktinya, mereka menyatakan siap melakukan MoU dengan SMK.

Kepala SMKN 1 Kupang, Mathias Beeh mengatakan, pendidikan menengah kejuruan selalu dinamis melakukan perubahan sesuai dengan pertumbuhan pasar kerja yang beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“SMKN 1 Kupang sebagai lembaga pendidikan yang bertugas mempersiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk memasuki pasar kerja mandiri. Untuk itu, SMK 1 berpikir sangat penting pelaksanaan kegiatan ini guna menjaring dan memberi ruang bagi para lulusan SMK se-NTT,” katanya.

Mathias mengungkapkan, tujuan kegiatan ini yaitu mempertemukan tamatan SMK dengan dunia industri, memberi ruang untuk lulusan SMK untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya, meningkatkan kerja sama SMK dengan dunia industri, meningkatkan daya serap tamatan SMK untuk memasuki dunia kerja. “Saat ini sudah terdaftar 50-an perusahaan yang siap melakukan MoU dengan SMK untuk bekerja sama merekrut tenaga kerja tamatan SMK. Sampai saat ini sudah 800-an pelamar atau tamatan SMK yang sudah melamar,” katanya.

Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja serta Industri Kementerian Pendidikan, Puji Lestari mengatakan SMK didirikan untuk mempersiapkan lulusan langsung masuk ke dunia kerja. Berdasarkan informasi saat ini, tenaga kerja terampil tingkat menengah masih sangat dibutuhkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Berdasarkan data statistik, ternyata pengangguran terbuka masih sangat tinggi, termasuk pengangguran dari lulusan SMK. Melihat kondisi ini berarti ada kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” terangnya.

Ia menjelaskan, hal ini menjadi PR bersama untuk bisa mencari solusi dari persoalan ini. SMK sebagai ujung tombak langsung menyiapkan siswa untuk terjun ke dunia kerja. “Tentang mutu, kesesuaian program, hal-hal apa yang dibutuhkan industri, dan kuantitas tentang seberapa banyak kebutuhan industri terhadap bidang-bidang. Jadi SMK tidak bisa bekerja sendiri, karena kontribusi industri sangat berperan penting,” katanya.

Karena itu, SMK harus semaksimal mungkin melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan. MoU juga harus diimplementasikan menjadi kerja riil bagaimana meningkat mutu lulusan SMK.

Ia berharap, Pekan Perekrutan Tenaga Kerja SMK se-NTT yang dilaksanakan SMKN 1 ini dapat terus ditingkatkan dan bisa dimanfaatkan oleh semua tamatan SMK. Para tamatan SMK agar dapat menunjukkan skill yang dimiliki. Sekolah juga harus berinteraksi langsung dengan industri untuk mengetahui kebutuhan industri dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di sekolah.

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni mengatakan Pekan Perekrutan Tenaga Kerja merupakan era baru. SMKN 1 sebagai corong, bagaimana semua tamatan SMK se-NTT dapat bertemu perusahaan dan perusahaan dapat merekrut tenaga kerja SMK.

Ia menjelaskan, hal ini terus ditingkatkan dengan meningkatkan proses pembelajaran di sekolah. Sarana dan prasarana pendukung atau alat praktik perlu ditingkatkan agar tamatan SMK benar-benar berkualitas dan berkompeten dalam bidangnya.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Johanna Lisapaly, Sekretaris Dinas Pendidikan NTT, Aloysius Min dan pejabat terkait lainnya serta pemimpin perusahaan yang bekerja sama dengan SMK. (mg25/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top