Tata Infrastruktur, Pemkot Minta Dukungan DPR – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Tata Infrastruktur, Pemkot Minta Dukungan DPR

BAHAS INFRASTRUKTUR Wali kota Kupang Jefri Riwu Kore didampingi Wawali Herman Man dalam rapat bersama dengan Komisi V tentang rencana penataan infrastruktur Kota Kupang di ruang rapat pimpinan Komisi V DPR RI, Gedung Nusantara II, Jakarta, Rabu (11/10).

OBED GERIMU/TIMEX

Butuh Anggaran Rp 178 Miliar

JAKARTA, TIMEX-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kini fokus melakukan penataan infrastruktur dengan perencanaan terbagi dalam lima segmen. Untuk merealisasikannya, Pemkot Kupang membutuhkan anggaran sekira Rp 178 miliar.

Keterbatasan anggaran memaksa Pemkot Kupang berupaya ekstra menggalang dukungan di tingkat pusat, baik pemerintah dan DPR. Kemarin (11/10), Pemkot Kupang menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.

Rombongan Pemkot Kupang dipimpin Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Wawali Herman Man. Keduanya didampingi Kepala Bappeda Eduar John Pelt, Kadis Kesehatan dr. Ari Wijana, Kadis PU Beni Sain, Direktur RSUD Marsiana Halek dan beberapa pejabat setingkat Kabag/Kabid.

Rombongan diterima Ketua Komisi V, Fary Djemy Francis di ruang rapat pimpinan Komisi V DPR RI, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen Jakarta.

Wali Kota Jefri dalam paparannya mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan bantuan Komisi V untuk menyelesaikan masalah infrastruktur dan tata ruang di Kota Kupang. “Kami sangat butuh infrastruktur jalan yang memadai. Lampu jalan juga masih terbatas. Semoga Komisi V dapat membantu mengatasi masalah-masalah ini sehingga Kota Kupang semakin lebih baik dan jadi kebanggaan kita bersama,” kata Jefri mengawali paparanya.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu melanjutkan, pihaknya tidak bisa berpangku tangan dan berharap PAD yang sangat minim. Untuk itu, Komisi V diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi yang disampaikan dan nantinya dapat direspon positif.

Terkait lima segmen rencana penataan infrastruktur yang meliputi penataan jalan dan taman di sepanjang kawasan Jl. Bundaran PU, Jl. Piet A. Tallo, Jl. Frans Seda, Taman Nostalgia hingga pembangunan bendungan kota di wilayah Fatululi, Jefri berharap di tahap pertama dapat terealisasi dua segmen. “Kalau tiga segmen lainnya dapat diusulkan lagi tahun berikutnya,” jelas dia.

Menurut Jefri, pemerintahannya memang fokus pada pengembangan infrastruktur dengan harapan Kota Kupang ke depannya mampu bersaing dengan daerah lain.
“Kita ingin tunjukkan bahwa Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, merupakan suatu kota dengan penataan infrastruktur yang baik,” katanya.

Wawali Hermanus Man menambahkan, persoalan mendasar lainnya adalah penataan dan pengembangan infrastruktur air bersih. Ia sebutkan, jangkauan infrastruktur air bersih di Kota Kupang saat ini baru 51 persen, yakni 44 persen dari PDAM Kabupaten Kupang dan 7 persen dari PDAM Kota Kupang.
“Masih tersisa 51 persen yang harus segera diselesaikan dan butuh penanganan serius,” beber orang nomor dua di Pemkot Kupang itu.

Wawali mengaku ketergantungan kepada Pemprov masih tinggi, dimana BLUD SPAM justru membuat Pemkot dihadapkan pada dua persoalan, yakni tarif air yang tinggi dan waktu operasional yang terbatas.

“Mimpi pemerintahan kami adalah minimal dilayani enam jam per hari per zona. Sehingga kebutuhan semua masyarakat terlayani. Selama ini hanya dilayani sampai pukul lima sore,” katanya.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis, mengatakan, sebelumnya Komisi V juga telah memberikan dukungan penuh kepada Pemkot Kupang, seperti dukungan terhadap penyelesaian persoalan air minum.

“Kami juga telah membahas penyelesaian jalan dan Jembatan Petuk yang sesuai rencana harus selesai di tahun ini. Termasuk rencana pembangunan terminal tipe A,” ungkap Fary.

Politisi Partai Gerindra itu menyampaikan, Komisi V juga berencana melakukan forum diskusi infrastruktur di Kota Kupang dengan melibatkan seluruh komponen terkait, termasuk Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan.

Harapannya dengan forum diskusi tersebut nantinya dapat mensinergikan rencana program pembangunan tingkat kementerian dengan rencana penataan infrastruktur Pemkot Kupang.

“Kita juga akan melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Kupang. Komisi V akan memberikan dukungan penuh kepada rencana pengembangan dan penataan tata ruang di Kota Kupang,” tandas Fary.

Fary juga meminta Pemkot Kupang dapat berkoordinasi dengan Pemprov NTT agar dapat bersama-sama menyelesaikan persoalan penataan infrastruktur yang terjadi.

Waket Ketua Komisi V Anton Surato pada kesempatan itu juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan dan penataan insfrastruktur tata ruang yang direncanakan Pemkot Kupang. “Kita mendukung pembangunan Kota Kupang,” kata Anton yang juga politisi Partai Demokrat.

Dukungan juga disampaikan anggota Komisi V Novita Wijayanti. Sosok berhijab ini mengatakan, Kota Kupang sebagai gerbang NKRI harus memiliki infrastruktur yang memadai.

“Jangan kuatir. Kami pasti akan mendukung,” kata politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua BURT DPR.

Dukungan juga diberikan Sahrulan Puasawa. Politisi Partai PAN itu mengatakan, sudah saatnya Kota Kupang memiliki infrastruktur yang memadai. “Memang pembangunan infrastruktur di NTT saat ini sangat luar biasa. Kita akan terus memberikan dukungan, khususnya kepada Pemkot Kupang,” kata Sahrulan yang didampingi anggota lainnya, Ade Risky Pratama dan Subarna dari Fraksi Gerindra. (joo/fmc/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!