Tiga Terdakwa Sabu Bebas Sementara – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

HUKUM

Tiga Terdakwa Sabu Bebas Sementara

Masa Penahanan Berakhir, Proses Hukum Lanjut

KUPANG, TIMEX–Masa tahanan dua terdakwa kasus korupsi proyek tambak garam, Lewi Tandi Rura dan Nicodemus Rehabeam Tari, serta terdakwa kasus korupsi proyek embung di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), Lay Rohi telah berakhir pada Rabu (11/10). Ketiganya akan bebas menghirup udara bebas mulai hari ini. Meski bebas, ketiganya tentu tak bisa leluasa beraktifitas. Pasalnya proses persidangan masih tetap dilanjutkan.

Sesuai ketentuan (KUHAP), maka Kamis (12/10) hari ini, ketiga terdakwa akan dikeluarkan demi hukum. Masa penahanan mereka tidak dapat diperpanjang lagi.
Informasi yang didapat Timor Express dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kupang, diketahui, masa penahanan ketiga terdakwa telah diperpanjang sebanyak empat kali. Oleh Penuntut Umum dan Ketua PN Kupang, masing-masing satu kali dan perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Kupang, sebanyak dua kali.
Dan terhitung sejak penahanan di tingkat penyidikan, terdakwa Lewi Tandi Rura telah menjalani masa tahanan selama 196 hari dan terdakwa Nicodemus R. Tari telah menjalani penahanan selama 191 hari. Sedangkan terdakwa Lay Rohi telah menjalani masa tahanan selama 190 hari.

Kepada wartawan, Humas PN Kupang sekaligus hakim anggota yang menyidangkan perkara ketiga terdakwa, Jemmy Tanjung, Rabu (11/10) mengatakan, tanggal 12 Oktober 2017, para terdakwa harus dikeluarkan demi hukum. Pasalnya, masa penahanan ketiga terdakwa telah berakhir. “KUHAP-nya sudah mengatur seperti itu, jadi para terdakwa dikeluarkan demi hukum,” ujar Jemmy.

Berakhirnya masa penahanan ketiga terdakwa, menurut Jemmy, hal itu tidak lepas dari lamanya persidangan itu sendiri. Selain karena banyaknya saksi, sidang juga terkadang ditunda karena saksi, baik dari Penuntut Umum maupun dari pihak Penasihat Hukum (PH) terdakwa, berhalangan hadir.

“Kadang ada satu pihak yang protes agar sidang tetap dilanjutkan. Tapi kita harus bersikap imparsial untuk mendengarkan semua saksi yang dihadirkan kedua belah pihak,” katanya.

Jemmy mengatakan, meski para terdakwa dikeluarkan demi hukum, namun proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tetap akan dilanjutkan sampai pada pembacaan putusan. “Jadi, keluar itu tidak berarti bebas. Persidangan tetap dilanjutkan seperti biasa,” tandasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, Hendrik Tiip yang dikonfirmasi malam tadi, juga menjelaskan hal senada dengan penjelasan Hakim Jemmy Tanjung. Menurut dia, penahanan sudah diperpanjang oleh Ketua Pengadilan Tinggi. Oleh karena masa perpanjangannya sudah berakhir, maka kewenangan penahanan majelis hakim juga sudah berakhir. Dengan demikian, para terdakwa harus dikeluarkan demi hukum. “Langsung keluar demi hukum karena kewenangan penahanan majelis hakim sudah berakhir,” katanya.

Berbeda dengan penjelasan hakim dan JPU, PH terdakwa, John Rihi, mengatakan, PH tidak berurusan sama sekali dengan masa penahanan kliennya yang telah berakhir. “No comment. Kita tidak ada urusan dengan itu. Kita hanya urusan dengan sidang,” tegas JR, sapaan karib pengacara kondang itu.

JR mengatakan, pihaknya akan lebih mengutamakan persidangan secara bebas, yang tidak tergantung pada masa tahanan. Sebab dalam rangka mencari kebenaran materiil, masa penahanan tidak semestinya menjadi patokan. “Jadi sekali lagi, kita tidak ada urusan soal penahanan,” ungkapnya.

JPU Segera Baca Tuntutan

Tepat di hari terakhir dari masa penahanan yang akan segera berakhir, Rabu (11/10), sidang untuk terdakwa kasus korupsi proyek tambak garam, Lewi Tandi Rura dan Nicodemus Rehabeam Tari dilanjutkan dengan dua agenda sekaligus. Yakni, pemeriksaan saksi ahli dan pemeriksaan terdakwa.

Di hari yang bersamaan, majelis hakim, Edi Pramono, Jemmy Tanjung dan Ibnu Kholik juga menyidangkan perkara korupsi proyek embung dengan terdakwa Lay Rohi. Agendanya hanya pemeriksaan terdakwa. Dari pihak penuntut umum, hadir Jaksa Benfrid Foeh dan Hendrik Tiip. Sedangkan para terdakwa didampingi Tim PH yang sama, diantaranya John Rihi, Yanto Ekon, Petrus Ufy.

Usai pemeriksaan para terdakwa, kepada majelis hakim, JPU Benfrid Foeh meminta waktu seminggu untuk menyusun tuntutan. Dengan demikian, sidang pembacaan tuntutan akan digelar Kamis pekan depan. (r2/ito)

 

Click to comment

Most Popular

To Top