Uskup Ruteng Mengundurkan Diri – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

RAGAM

Uskup Ruteng Mengundurkan Diri

HUBERTUS LETENG

Paus Tunjuk Uskup Denpasar Jalankan Tugas Uksup

KUPANG, TIMEX-Kabar mengejutkan datang dari Keuskupan Ruteng, Rabu (11/10) sore. Keuskupan Ruteng mengeluarkan siaran pers menyampaikan bahwa Bapa Suci, Paus Fransiskus sudah menerima pengunduran diri dari jabatan sebagai pemimpin pastoral di Keuskupan Ruteng yang diajukan oleh Uskup Mgr. Hubertus Leteng.

Dalam siaran pers itu disampaikan, Sri Paus telah mengangkat Administrator Apostolik sede vacante et ad nutum Sanctae Sedis dari Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San, Uskup Denpasar. Mgr. Silvester San dilimpahkan kewenangan dan tugas-tugas seperti kewenangan dan tugas dari seorang uskup pada subjek wilayah yang berada di bawah Kongregasi Propaganda Fide.

Pengumuman ini disampaikan pada Rabu (11/10) pukul 18.00 di Istana Keuskupan Ruteng bersamaan dengan siaran pers di Vatikan oleh Rm. Fabio Salerno, Pelaksana Tugas ad interim dari Nunciatura Apostolik di Indonesia dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Mgr. Hubertus Leteng, Mgr. Silvester San, Rm. Vikjen, Dewan Kuria, Dewan Konsultores, Dewan Imam dan Romo Siprianus Hormat Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia.

Mgr. Silvester San diberi tugas dan kewenangan sebagai Uskup di Keuskupan Manggarai sampai dengan uskup baru Keuskupan Ruteng ditunjuk Takta Suci Roma. “Tugas-tugas dari Administrator Apostolik akan berakhir ketika Pontifice Romano sudah mengangkat uskup baru untuk Keuskupan Ruteng dan telah mengambil alih secara kanonik jabatan tersebut,” demikian dikatakan Wakil Takta Suci, Rm. Fabio Salerno.

Wakil Takta Suci ini juga mengajak semua imam untuk bekerja sama dengan Administrator Apostolik, menunjukkan kesediaan, rasa tanggung jawab dan semangat persaudaraan imamat. Selanjutnya Romo Fabio meminta semua pihak untuk berdoa bagi Mgr. Hubertus Leteng yang telah menjalankan tugas selama tujuh tahun sebagai pelayan pastoral di Kesukupan Ruteng. Juga untuk Mgr. Silvester San sehingga dapat menghasilkan buah berlimpah selama menjalankan tugas pelayanan di Keuskupan Ruteng. (*/ito)

Perjalanan Imamat Uskup ‘Kamu Semua Adalah Saudara’

Mgr. Hubertus Leteng lahir di Taga, Ruteng, Kabupaten Manggarai, 1 Januari 1959. Leteng ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 29 Juli 1988 di Gelora Samador, Maumere. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Teresianum Roma antara tahun 1992 hingga 1996, dan setelah itu kembali ke Indonesia menjadi staf pengajar di STF Ledalero Maumere. Sejak 2009, ia menjadi Praeses di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret.

Mgr. Leteng ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI menjadi Uskup Ruteng pada 7 November 2009, menggantikan Mgr. Eduardus Sangsun, S.V.D. yang meninggal dunia pada 13 Oktober 2008, setelah hampir dua dekade menjalankan karya kegembalaan di keuskupan tersebut sejak 1985. Ia memilih moto “Kamu Semua Adalah Saudara”.

Uskup Maumere, Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D. menjadi Penahbis Utama, dengan Penahbis Pendamping adalah Uskup Agung Ende, Vincentius Sensi Potokota dan Uskup Manokwari-Sorong, Datus Hilarion Lega. Penahbisan berlangsung pada 14 April 2010 di Lapangan Motang Rua, yang berlokasi di jantung Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Pada 22 Februari 2014, Leteng menjadi Penahbis Pendamping bagi Mgr. Paskalis Bruno Syukur, O.F.M. ketika ditahbiskan menjadi Uskup Bogor.

Kontroversi dan pengunduran diri

Pada tahun 2014, ia sempat dipetisi untuk dipecat sebagai Uskup. Hal ini terkait suatu tuduhan tentang berbagai hal kepadanya. Tanggapan kemudian dikeluarkan melalui Vikaris Jenderal Keuskupan yang menyatakan bahwa hal yang dituduhkan tidak benar

Pada pertengahan tahun 2017, sejumlah imam dan awam mengajukan tuntutan agar Mgr. Leteng mengundurkan diri sebagai Uskup Ruteng. Hal ini terkait dugaan penyalahgunaan dana gereja sekitar Rp 1,6 miliar dan tuduhan perselingkuhan. Para imam di Keuskupan Ruteng berusaha menemui Mgr. Leteng pada 12 Juni 2017, namun tidak terlaksana.

Mgr. Leteng kemudian menjelaskan beberapa permasalahan yang terjadi di internal keuskupan dan mengkehendaki untuk diperbaiki bersama-sama. Pada 10 Agustus 2017, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., Uskup Bandung sekaligus Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia ditunjuk sebagai Visitor Apostolik untuk Keuskupan Ruteng.

Pada 11 Oktober 2017, Tahta Suci menerima pengunduran diri Mgr. Leteng sebagai Uskup Ruteng. Pada saat yang sama, Mgr. Silvester Tung Kiem San, Uskup Denpasar, ditunjuk sebagai administrator apostolik. (*/wikipedia/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top