Atraksi Wisata Pacuan Kuda Meriahkan HUT ke-11 Oelamasi – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Atraksi Wisata Pacuan Kuda Meriahkan HUT ke-11 Oelamasi

yohanes lakaapu kadis pariwisata kabupaten kupang

Atraksi wisata pacuan kuda yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang di Lapangan Babau Kupang Timur ikut meriahkan HUT ke-11 Oelamasi sebagai ibukota Kabupaten Kupang. Peserta pacuan Kuda datang dari berbagai daerah di NTT. Bahkan pengalaman tahun sebelumnya, peserta dari Timor Leste ikut mengambil bagian dalam pertandingan pacuan kuda.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang Johanis Lakapu melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata Sius Kopung menjelaskan ada 11 kelas yang akan dipertandingkan dalam pacuan kuda kali ini. Untuk itu, panitia telah membuka pendaftaran sejak tanggal 10 Oktober 2017 lalu dan sebelumnya sudah memberitahukan kepada PORDASI Provinsi NTT dan PORDASi kabupaten masing- masing untuk memberitahukan kepada masyarakat pecinta pacuan kuda di daerah masing masing.

Ke- 11 kelas yang akan dilombakan antara lain, kelas pemula lokal. Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D. Ada juga kelas A lokal, Kelas B lokal, Kelas C dan kelas D Lokal. Selain itu, ada Kelas A Siprin, Kelas A Super Open. Adapun kuda yang masuk dalam kelas A Open adalah kuda-kuda bergensi yang sering ikut bertanding di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.

Dikatakan, untuk kelas lokal dibagi dua yaitu kelas lokal khusus, untuk kuda-kuda dari Kabupaten Kupang dan kelas khusus untuk kuda dari daratan Timor. Dikatakan, panitia menyertakan kelas khusus dari Kabupaten Kupang dan daratan Timur pada umumnya sebagai upaya untuk mendorong atau memotivasi pemilik kuda untuk beternak kuda. “Melalui beternak kuda selain mendapat bibit-bibit kuda yang unggul, tetapi juga agar para pecinta kuda tetap mencari dan membeli kuda untuk ikut dalam atraksi pacuan kuda,”ujarnya.

Menurutnya, untuk menentukan kelas dalam pacuan kuda, sangat tergantung tinggi dan beratnya kuda. “Setiap kuda yang dilombakan akan ditimbang untuk mengetahui berat badan serta diukur untuk mengetaui tinggi. Panitia akan menentukan kelas dalam pertandingan,”ungkapnya.

Sedangkan untuk pemenang lomba, panitia akan menyediahkan hadiah dan memberikan asuransi bagi joki yang ikut dalam pertandingan. Pertandingan akan berlangsung selama sembilan hari dan dimulai Kamis 19 Oktober hingga -28 Oktober 2017 mendatang dan dibuka langsung Bupati Kupang Ayub Titu Eki di depan Kantor Bupati Kupang. Pembukaan itu juga seiring dengan pembukaan pameran dan festival budaya tingkat Kabupaten Kupang yang akan diikuti masyarakat dari 24 kecamatan di Kabupaten Kupang.

Bagi pemenang lomba, katanya, panitia menyediahkan hadiah utama dan juara pertama mendapat piala bergilir dan uang tunai Rp7 juta. Juara II mendapat hadiah Rp5 juta, juara ke III mendapat Rp 3 juta. Sedangkan juara harapan I mendapat hadiah Rp 2 juta, juara harapan II mendapat hadiah 1,5 juta dan juara harapan III mendapat hadiah Rp1 juta.

Tujuan utama dalam pacuan kuda ini selaian memperingati HUT ke-11 Oelamasi juga agar terlibat dan mengambil mengambil bagian dengan menjual kuliner dan kerajinan lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemkab Kupang berharap masyarakat ikut mengambil bagian untuk menyaksikan dan menjual barang kuliner selama kegiatan berlangsung. “Masyarakat kita masih membutuhkan hiburan, tetapi melalui ajang pacuan kuda masyarakat bisa menjual pangan local, kerajinan indutri dan berbagai keunggulana local yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kupang Jeri Manafe mengatakan, minat masyarakat untuk olahraga pacuan kuda cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dimana pada setiap event banyak masyarakat dari berbagai kecamatan bahkan Kota Kupang datang menyaksikan.

“Pacuan kuga itu sangat menarik bagi masyarakat dan dapat mendidik masyarakat untuk beternak kuda, karena kuda mempunyai nilai ekonomis tinggi. Dalam beternak kuda, petani bisa mendapat bibit-bibit kuda baik, yang bisa dijual dan ikut dalam pacuan yang bisa mendatangkan uang bagi petani itu sendiri,”ujar Ketua PORDASI NTT ini. (teo/opi)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!