Lulusan Harus Mampu Berkompetisi – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

SUROSA

Lulusan Harus Mampu Berkompetisi

WISUDA: Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Ir. Blasius Gharu, M. Si ketika memimpin acara wisada sebanyak 52 mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang Program Studi di Luar Domisili Rintisan Akademi Komunitas Negeri Sabu Raijua.

Bupati Hadiri Wisuda Mahasiswa Politani Sarai

Politeknik Pertanian Negeri Kupang Program Studi di Luar Domisili Rintisan Akademi Komunitas Negeri Sabu Raijua kembali melakukan wisuda ahli muda pertanian angkatan II sebanyak 52 orang, Kamis (13/10). Sejak berdiri tiga tahun lalu, lembaga itu telah dua kali melakukan wisuda. Ke- 52 orang tersebut terdiri dari 17 orang ahli muda Bidang Pertanian Lahan Kering, 18 orang Ahli Muda Bidang Teknologi Budidaya Perikanan dan 17 orang Ahli Muda Bidang Teknologi Pengolahan Pangan. Dengan demikian Aksara telah meluluskan 323 ahli muda pertanian yang terdiri dari 130 ahli muda bidang pertanian lahan kering, 90 ahli muda bidang teknologi budidaya perikanan, dan 103 ahli muda bidang teknologi pengelohan pangan.

Acara itu dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sabu Raijua yang diwakili Assisten Setda Sabu Raijua serta para pejabat dan undangan serta para orang tua wisudawan.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M. Is dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Assisten I Setda Kabupaten Sarai Septenius Bule Logo, SH. M. Hum mengatakan bahwa wisuda merupakan puncak dan proses akhir dari suatu siklus pendidikan yang menunjukan bahwa Akademi Komunitas Sabu Raijua (Aksara) telah berhasil menyelenggarakan proses pendidikan dan mencetak SDM di bidang pertanian dan perikanan yang siap untuk diterjunkan membangun daerah ini.

“Wisuda merupakan refleksi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan hendaknya tidak dijadikan sebagai acara rutin yang sifatnya seremonial tetapi harus disikapi secara arif dan bijak untuk melakukan koreksi terhadap proses manajerial penyelenggaraan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian dan hasil yang telah dicapai,”demikian kata Plt Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Menurutnya, kehidupan modern di era global saat ini akan semakin kompleks, dimana masyarakat semakin terbuka, tingkat kompetisi semakin tajam. “Situasi seperti ini sedang kita hadapi. Tingkatkan semangat untuk terus belajar menambah dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan serta selalu memperbaiki mutu diri harus melekat dalam diri kita semua,”pintanya.

Menghadapi era global, Plt Bupati mengajak jajaran pendidikan untuk meningkatkan mutu, karena ke depan semua lulusan harus mampu berkompetisi dengan tenaga kerja asing lainnya dengan merebut kesempatan baik di dalam maupun di luar negeri.
?”Untuk itu lembaga pendidikan tinggi di daerah ini harus mampu mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada standar kompetisi nasional dan internasional. Wawasan dan komitmen dalam mengupayakan mutu secara berkelanjutan perlu terus diperkuat,”tegasnya.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati Sarai mengharapkan juga agar lembaga pendidikan yang ada, khususnya di Pulau Sabu terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan program pendidikan yang telah ada dengan melakukan inovasi tanpa henti, terobosan- terobosan ilmiah dalam kerangka otonomi daerah pada khususnya sesuai dengan visi Kabupaten Sarai yakni menjadikan Kabupaten Sarai kabupaten yang inovatif, maju dan bermartabat.

Dikatakan lagi, peluang dan tantangan kerja di tingkat lokal domestik dan internasional harus diidentifikasi dan dijadikan rujukan dalam memilih jenis dan program yang akan dilaksanakan.

“Hal tersebut menjadi sangat penting dalam mengembangkan program yang ada yang berbasis pada kompetensi dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu profesionalisme menjadi syarat mutlak untuk dapat mengembangkan program dan kegiatan yang berkualitas,”katanya.
Dikatakan lagi, tuntutan masyarakat dan dunia kerja saat ini adalah kualitas. Untuk itu, peningkatan kualitas perlu dilakukan secara terus menerus karena kualitaslah yang menentukan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. “Marilah kita wujudkan komitmen yang kuat untuk memberikan pendidikan yang terbaik pada masyarakat,”katanya.

Kepada lembaga pendidikan politeknik pertanian, Plt Bupati Sarai mengharapkan untuk terus berupaya menjaga nama baik dan konsistensi dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi.

“Dengan dukungan civitas akademika, pemerintah dan pemerintah daerah serta masyarakat akan mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur,”pungkasnya.(humassarai/yoppylati)

Jangan Ragu Rintis Usaha Pertanian
Direktur Politeknik Pertanian

Sementara itu, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Ir. Blasius Gharu, M. Si menyampaikan terima kasih terutama kepada Pemkab Sarai dan Plt Bupati Sarai atas dukungannya bagi pengembangan sekolah tinggi itu. Ia menegaskan bahwa kehadiran lembaga itu secara legal formal sah sebagai PDD-Rintisan akademi komunitas Sabu Raijua yang diselenggarakan berdasarkan SK Mendikbud RI No. 226/e/o/2014 tanggal 24 Juli 2014 tentang Ijin Penyelengaraan Program Studi pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang di Kabupaten Sabu Raijua.

“PDD – Aksara adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari sistem manajemen institusi Politani Kupang sebagai kampus induk baik itu sistem administrasi akademik maupun sistem administrasi umum, mencakup sumber daya manusia, keuangan dan aset, serta dengan status akreditasi yang sangat baik saat ini yaitu baik akreditasi institusi maupun akreditasi program studi semuanya memperoleh predikat B,”tegasnya.

Sebagai Politeknik Pembina, masa persiapan kini memasuki tahun ke-4 dan dalam rangka persiapan kemandirian, seluruh dokumen dan proposal lengkap usulan pendirian Aksara sudah diserahkan ke Direktorant Kelembagaan Kemenristekdikti Agustus 2017.

“Saya yakin mimpi kita untuk menghadirkan sebuah perguruan tinggi negeri di daerah ini, akan segera terwujud,”ungkapnya.
Menurutnya, Politani Kupang merupakan pelopor pendidikan tinggi vokasi pertanian untuk wilyah NTT. Dalam usianya yang ke-28 tahun ini, Politani Kupang menghasilkan lebih dari 5. 000 tenaga ahli pertanian, baik ahli muda dan ahli madya maupun sarjana terapan.
“Mereka semua telah berkarya di berbagai bidang kehidupan, baik sebagai aparatur pemerintah, fasilitator program pembangunan pertanian dan pedesaan, tenaga kerja industri, tenaga profesional mandiri maupun petani-peternak terdidik dan pelaku usaha agribisnis,”katanya.

Ia berpesan kepada wisudawan agar tidak ragu untuk mulai merintis usaha di sektor pertanian. Apalagi telah memiliki bekal ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup. “Yang Anda butuhkan saat ini adalah keberanian untuk mengambil keputusan, kemana Anda harus melangkah, apakah menunggu lowongan kerja sambil tetap bergantung dan menjadi beban orang lain, atau mulai membangun usaha-usaha produktif dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki untuk menjadi pribadi yang yang mandiri,”pungkasnya.(humassarai/yoppylati)

Click to comment

Most Popular

To Top