NTT Menuju Mandiri & Sejahtera – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

FLORES RAYA

NTT Menuju Mandiri & Sejahtera

Visi misi Calon Gubernur NTT 2018 – 2023
Marsda TNI (Purn) Robert S. Marut, M.Sc

Pembangunan daerah merupakan upaya pengembangan, peningkatan dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh daerah secara terukur dalam jangka waktu tertentu. Pembangunan daerah diharapkan dapat menyentuh pada kondisi dan kebutuhan masyarakat dengan melakukan penjaringan aspirasi dari bawah ke atas (bottom up) untuk menampung dan mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat serta menemukan solusi yang tepat guna menanggulangi permasalahan tersebut.

Pembangunan daerah harus dapat melibatkan segala macam elemen masyarakat, swasta dan pemerintah dengan mengelaborasikan dan memadukan tuntutan berbagai elemen di daerah yang termuat dalam rencana pembangunan daerah selama periode tertentu contoh dokumen RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah), RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah), Renstra (Rencana Strategi), Renja (Rencana Kerja), atau dokumen sejenisnya. Dokumen perencanaan inilah yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam menjalankan tugasnya selama 5 tahun.

Keberhasilan dalam suatu pembangunan seringkali dipengaruhi oleh tipikal dari seorang pemimpin. Karakter seorang pemimpin sangat berpengaruh pada peran serta masyarakat. Oleh karena itu kepedulian seorang pimpinan terhadap warganya sangat di perlukan. Faktor public figur yang ada dalam diri seorang pemimpin sangat penting. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan selalu dihubungkan dengan keaktifan aparatur pemerintah dalam proses pembangunan, dalam arti bahwa dalam proses pembangunan keterlibatan aktif dari aparat pemerintah merupakan salah satu indikator penilaian masyarakat.

Berangkat dari pemahaman itulah sehingga Marsda TNI (Purn) Robert S. Marut, M.Sc ingin merubah Provinsi NTT yang dikenal sebagai daerah tertinggal selama ini. Purnawirawan TNI-AU ini akan berjuang memperbaiki nasib rakyat NTT jika terpilih memimpin daerah 566 pulau ini. Ia menyadari bahwa NTT mengalami banyak tantangan selama ini. Sebut saja, kemiskinan, gizi buruk, kualitas pendidikan yang masih rendah secara agregat, dan tantangan-tantangan alam yang masih sulit dihadapi. Hal ini diperparah lagi dengan terbatasnya infrastruktur. Padahal, NTT dikenal memiliki keanekaragaman budaya dan potensi sosial-ekonomi yang belum dikembangkan secara optimal menjadi kekuatan yang aktual untuk menopang kemajuan NTT.

Pemberlakuan otonomi daerah dilihatnya sebagai upaya menghambat pembangunan di daerah, namun hal itu tidak terjadi jika peran central Gubernur dalam melakukan koordinasi, pembinaan, pengawasan dan evaluasi dijalankan dengan baik. Hal itulah yang selama ini tidak berjalan di NTT. Robert Marut menyadari bahwa kunci keberhasilan dalam membangun NTT secara komprehensif adalah koordinasi yang substantif dan programatis yang mencakup dua aspek, yakni aspek horisontal dan aspek vertikal. Koordinasi horisontal mencakup koordinasi antar-daerah guna membangun sinergisitas berdasarkan keunggulan ekonomi masing-masing dan interkoneksi infrastruktur yang saling menunjang. Koordinasi horisontal dengan melibatkan peran serta sektor swasta dan perguruan tinggi yang menjadi aktor-aktor penting dalam peningkatan ekonomi dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan kebijakan pemerintah.
Dalam pembinaan aparatur pemerintah juga perlu mendapat porsi yang tinggi dengan melakukan pembinaan, pengawasan dan evaluasi kinerja di berbagai tingkat sehingga menciptakan good governance. Pembinaan, pengawasan dan evaluasi kinerja harus diarahkan pada result (result-based), yakni berdasarkan capaian pembangunan terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah yang urgen seperti pengentasan kemiskinan, rawan pangan dan gizi. Hal ini erat kaitannya dengan keterkaitan antara pencapaian tujuan pembangunan di satu pihak dan respons dari sektor bisnis dan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah di pihak lain.

Untuk membangun daerah, khususnya NTT, maka program yang harus ditawarkan adalah mensinkronkan Program Nawacita dengan perencanaan pembangunan daerah dengan satu visi misi yakni selaras dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat dengan sistem bottom-up dari bawah dan dilakukan perencanaan pembangunan secara bertahap. Untuk mencapai itu, maka sejumlah hala kan dilakukan, seperti menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap rakyat NTT, terutama dari ancaman human trafficking. Selalu menghadirkan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan demokratis, membangun dan memperkuat daerah-daerah yang masuk kategori tertinggal dan desa, mendukung reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya dengan mendukung program E-government dan Pakta Integritas bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, meningkatkan kualitas hidup manusia NTT melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan mensukseskan program Indonesia Pintar, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi dan ekonomi rakyat NTT, meningkatkan produktivitas rakyat, melakukan revolusi karakter kewargaan dengan peningkatan kualitas Pendidikan termasuk Pendidikan budi pekerti serta memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial di provinsi NTT melalui Pendidikan budaya yang bhineka.

NTT Menuju SDGs
Pemerintah Indonesia bersama negara lainnya telah berkomitmen untuk mencapai 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) pada tahun 2030. Keseriusan ini ditandai dengan terbitnya Perpres No. 59/2017 tanggal 17 Juli 2017 sebagai implementasi dan pencapaian SDGs.

Pemerintah Provinsi, merupakan aktor utama untuk mencapai SDGs 2030 karena merupakan struktur pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat. Dari 17 tujuan SDGs, akan diprioritaskan lima tujuan yang harus dicapai di NTT, yakni: Goal #1Pengentasan Kemiskinan, Goal #3 Kesehatan yang baik dan kesejahteraan Goal #4: Pendidikan Berkualitas, Goal #6: Air Bersih dan Sanitasi Goal #9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur.

Untuk mewujudkan Nawacita dan mencapai target-target SDGs di NTT, diperlukan regulasi dan rencana aksi daerah yang menjadi panduan dan dasar implementasi kebijakan dan program-program tersebut di Provinsi NTT.

Prioritas pembangunan yang akan diwujudkan adalah sebagai antara lain, Pengentasan Kemiskinan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat pedesaan, dan peningkatan lapangan kerja pedesaan, serta melindungi desa dari human trafficking, Peningkatan gizi balita, ibu hamil dan anak-anak sekolah Dasar, Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah dengan memenuhi Standar Pelayanan Minimal, Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal.

Selain itu akan dilakukan penyediaan infrastruktur air bersih dan sanitasi pedesaan, Pengembangan sector-sektor ekonomi yang memacu pertumbuhan dan integratif dengan ekonomi Rakyat, membangun sector-sektor pariwisata unggulan dan pusat-pusat pertumbuhan sebagai penggerak ekonomi, peningkatan Kualitas dan jaringan Infrastruktur dan peningkatan Kualitas Layanan Birokrasi yang bersih dan anti-korupsi.

Berangkat dari semua persoalan tersebut, maka Calon Gubernur NTT 2018-2023 Marsda TNI (Purn) Robert S. Marut, M.Sc menetapkan visinya, yakni “Terwujudnya Masyarakat Nusa Tenggara Timur yang Mandiri dan Sejahtera”.

Yang dimaksudkan dengan Mandiri adalah bahwa secara ekonomi, masyarakat NTT memiliki kapasitas untuk mengembangkan potensi-potensi ekonomi yang ada dibantu teknologi dan pengetahuan yang tepat serta insentif keuangan dan kebijakan yang sesuai untuk memecahkan masalah kemiskinan dan menjamin pembangunan berkelanjutan yang merata dan berkeadilan. Selain itu, masyarakat NTT mampu mengatasi keterbelakangan kualitas SDM dengan meningkatkan mutu pendidikan, peningkatan keahlian dan ketrampilan dalam berbagai bidang untuk mengubah potensi-potensi local menjadi kekuatan, dan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan, sehingga manusia NTT mampu bersaing di tingkat nasional dan global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya local yang beranekaragam.

Sejahtera dimaksudkan bahwa masyarakat NTT mampu mencapai taraf hidup yang menjamin produksi dan konsumsi berkelanjutan dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, serta mampu mempersiapkan diri menghadapi perubahan-perubahan kondisi alam dan situasi social yang disebabkan oleh perubahan iklim dan perubahan-perubahan social lainnya.

Untuk mencapai visi tersebut maka sejumlah misi yang akan dijalankan antara lain, Mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat NTT yang adil dan merata secara berkelanjutan, Mewujudkan mutu SDM NTT melalui pendidikan yang bermutu, baik formal, informal maupun non-formal untuk menjamin kualitas sumberdaya manusia, yang memiliki keunggulan dan daya saing baik di tingkat nasional maupun global. Selain itu, mewujudkan masyarakat NTT yang sehat jasmani dan rohani, yang menjadi dasar bagi pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas.

Visi dan Misi tersebut dipilah dalam tiga pilar utama, yakni ekonomi, pendidikan dan kesehatan dibangun di dalam kerangka strategis partisipatif, integratif dan kolaboratif. (adv/yoppylati)

Click to comment

Most Popular

To Top