Pengurus LPM Diganti, Ketua Diadukan ke Wali Kota – timorexpress.fajar.co.id

timorexpress.fajar.co.id

RAGAM

Pengurus LPM Diganti, Ketua Diadukan ke Wali Kota

OESAPA, TIMEX – Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Oesapa mengadukan Ketua LPM Oesapa, Ady Welly de Haan kepada Wali Kota Kupang. Alasannya, sejumlah pengurus diganti secara sepihak tanpa sepengetahuan para pengurus.

“Kami sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Ketua LPM Oesapa dan Lurah yang tidak tahu alasan yang jelas tiba-tiba mengganti pengurus LPM,” kata Atus Sika yang menjabat sebagai Koordantor Seni dan Budaya LPM Oesapa,” Jumat (6/10).

Ia menjelaskan, sebagai pengurus LPM yang telah dilantik oleh Wali Kota Kupang mereka dinyatakan sah karena ada SK resmi. Nama-nama mereka juga ada dalam lampiran SK tersebut.

Namun baru-baru ini, Ketua LPM, Ady Welly de Haan tiba-tiba mengganti sejumlah pengurus. Mereka diganti dengan orang lain tanpa melalui rapat. “Ini yang menjadi tanda tanya bagi kami pengurus lama, karena SK kepengurusan yang disertai dengan lampiran nama-nama pengurus dicopot oleh lurah dan diganti nama-nama pengurus yang baru,” katanya.

Menurutnya, sebagai lembaga resmi, jika terjadi pergantian pengurus mestinya harus melalui evaluasi terlebih dahulu. Kemudian pergantiannya harus sepengetahuan pengurus lainnya. “Ada kejanggalan dalam pergantian pengurus, karena selama dilantik dan berjalan satu tahun tidak pernah ada rapat badan pengurus. Lalu tiba-tiba diganti sehingga orang merasa dilecehkan,” katanya.

Pengurus lainnya, Paulus Temaluruk yang menjabat Ketua Bidang Hari Raya mengatakan, pengurus yang diganti cukup banyak. Dari 80-an orang pengurus, sebanyak 60 persennya telah diganti tanpa konfirmasi.

“Kami pengurus lama yang diganti tidak merasa rugi, tapi yang menjadi persoalan pergantian yang dilakukan sudah melecehkan kami badan pengurus,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPM, Ady De Haan mengatakan proses pergantian pengurus sudah sesuai prosedur, karena telah dilakukan rapat bersama RT dan RW untuk pembentukan tim formatur untuk merevisi kepengurusan. “Saya selaku ketua melalui hasil rapat bersama ketua RT dan RW untuk pembentukan tim formatur sudah disetujui dalam rapat, sehingga kita melakukan revisi para pengurus lama. Dan hasil yang dilakukan tim formatur itu dikaji ulang baru ditetapkan. Jadi saya anggap sudah sesuai,” katanya.

Terkait tidak adanya rapat badan pengurus setelah badan pengurus dilantik, Adi mengatakan apa yang dikatakan pengurus lama tersebut tidak benar. Sudah digelar rapat dan semua diundang. Namun karena mereka tidak hadir, sehingga sebagai ketua ia tidak berhak melarang. Rapat tetap berjalan. “Rapat dilakukan, karena sudah ada pengurus yang punya urusan undang rapat, jadi diundang tidak hadir, maka sebagai ketua yang punya tanggung jawab dan mengangkat para pengurus pasti akan tetap menjalankan rapat,” katanya. (mg22/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top