Adik Tewas di Tangan Kakak Kandung – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Adik Tewas di Tangan Kakak Kandung

TERSANGKA. Melki Mokos setelah diamankan aparat kepolisian Polres Kupang. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka karena menganiaya adik kandungnya Kris Mokos hingga tewas.

IST

Kesal, Korban Dicekik dan Pukul

KUPANG, TIMEX– Diduga karena kesal anaknya diperlakukan tidak adil, Melki Mokos nekad menganiaya adik kandungnya, Kris Mokos, 21, hingga tewas. Sebelum ditemukan tewas di dalam kamar tidur pada Kamis (12/10) sekira pukul 09.00 Wita, Kris Mokos sempat di rawat di Puskesmas Amarasi Barat. Namun karena kondisinya cukup parah, maka tim medis Puskesmas Amarasi Barat lalu mengeluarkan surat rujukan bagi korban Kris Mokos ke RS Boromeus, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa.

Lantaran tak punya biaya untuk berobat serta tak punya kartu kesehatan, korban kemudian dibawa pulang ke kampungnya di wilayah RT 12/RW 06, Dusun IV, Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Korban Kris Mokos sempat dianiaya kaka kandungnya sendiri, Melki Mokos pada Minggu (1/10) sekira pukul 15.00 Wita. Akibat perbuatannya, maka kini Melki Mokos harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kupang. Oleh penyidik Satreskrim Polres Kupang, Melki Mokos sudah ditetapkan sebagai tersangka dan disangka Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma yang diwawancarai Timor Express melalui kasat Reskrim AKP Simson L. Amalo membenarkan adanya kejadian penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia tersebut. “Kita sudah tahan pelaku, Melki Mokos dan saat ini empat orang saksi sudah kita mintai keterangan. Tersangka juga sudah kita mintai keterangan. Sementara jasad korban, Kris Mokos, sudah kita bawa ke RS Bhayangkara Kupang pada Kamis (12/10). Tadi (Kemarin, Red), jasad Kris Mokos sudah diotopsi oleh Tim Biddokkes Polda NTT,” sebut Kasat Reskrim Polres Kupang.

Dijelaskan Simson, motif tersangka menganiaya korban hingga meninggal dunia hanya karena tersangka kesal dengan korban yang juga adik kandunnya sendiri. Pasalnya, pada Minggu (1/10) lalu, tersangka melihat korban menganiaya anak tersangka dengan cara diangkat. Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu oleh korban, maka tersangka naik pitam dan langsung menganiaya korban dengan cara dicekik dan dipukul pada bagian kepala secara berulang kali. “Tersangka dan korban masih bersaduara kandung. Kita dapatkan informasi bahwa korban tewas pada Kamis (12/10). Setelah dapat informasi itu, kita langsung turun lokasi dan lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan termasuk tersangka. Tersangka langsung kita amankan,” sebut Simson.

Kasat Reskrim Polres Kupang ini mengkronologiskan, kejadian penganiayaan yang dilakukan kakak ke adik kandung itu terjadi pada Minggu (1/10) lalu sekira pukul 15.00 Wita. “Kejadian penganiayaan itu berawal ketika korban pulang kerja, korban sempat melihat anak tersangka. Saat itu korban memanggil anak tersangka sebanyak tiga kali namun panggilan korban tidak didengar oleh anak tersangka. Korban yang diduga mengalami gangguan jiwa langsung menghampiri anak tersangka dan menariknya secara paksa serta mengangkat anak tersangka menggunakan kedua tangan,” sebut Kasat Reskrim Polres Kupang.

Ketika anak tersangka diangkat korban, tersangka sempat melihat. Tersangka tidak terima baik (Marah, Red) dengan perlakuan korban ke anaknya. “Tersangka menghampiri korban dan memukul korban di bagian kepala serta mencekik leher korban secara berulang-ulang menggunakan kedua tangan. Setelah kejadian itu, korban mengalami memar dan bengkak pada bagian leher dan kepala. Pada Kamis (5/10) korban mengeluh sakit pada bagian leher karena tak bisa makan. Oleh karena itu maka pada Sabtu (7/10) korban dibawa ke Puskesmas Amarasi Barat untuk diperiksa kondisi kesehatannya. Namun korban justru diberi surat rujukan ke RS Boromeus. Di RS Boromeus, korban malah tak punya biaya berobat sehingga korban memutuskan kembali ke kampung halamannya hingga meninggal dunia pada Kamis (12/10) sekira pukul 09.00 Wita. (gat)

Click to comment

Most Popular

To Top