Lomba Festival Budaya Memperebutkan Hadiah Rp51 Juta – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Lomba Festival Budaya Memperebutkan Hadiah Rp51 Juta

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel M.E Buan bersama Kepala Seksi Cagar Budaya dan Promoseum Kris Saifatu

Meriahkan HUT ke-11 Oelamasi

LOMBA ,Festival Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Oelamasi sebagai Ibu Kota Kabupaten Kupang akan memperebutkan hadiah senilai Rp51.750.000 untuk enam tingkat juara, dari juara pertama hingga juara harapan ke III.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel M.E Buan didampingi Kepala Seksi Cagar Budaya dan Promuseum Kris Saifatu menjelaskan, dalam rapat koordinasi yang berlangsung tanggal 25 September 2017 lalu dan dihadiri para camat, telah menyepakati bahwa peserta lomba festival budaya akan diikuti 24 sanggar yang tersebar di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Kupang. Adapun jenis tarian yang akan dilombakan, lomba tarian daerah, lomba busana daerah, lomba lagu-lagu daerah dan lomba musik tradisonal daerah.

“Pesertanya selain anggota sanggar tetapi ada pelajar dari setiap sekolah. Wasit dan juri dari didatangkan dari Undana, serta pendeta dan pegiat seni,”ujarnya.

Menurut dia, tujuan diadakan festival budaya tersebut selain untuk memeriahkan HUT ke-11 Oelamasi, juga untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar perseta lomba dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang. Selain itu, menumbuhkembangkan seni tradiosional yang selama ini sudah hampir ditinggalkan serta melestarikan kembali nilai-nilai budaya.

Dikatakan lagi, selama dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah terus memantau dan memberi pembinaan terhadap sanggar-sanggar yang ada di Kabupaten Kupang sebagai upaya untuk melestrikan kembali budaya daerah yang ada di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan pameran inovasi seperti ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang dapat menyampaikan sistim pendaaan yang berbasis IT,”ujarnya seraya menambahkan selain itu tujuan itu, festival budaya ini juga dan pameran seperti inovasi seperti ini merupakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana PAUD, SD dan SMP.

Ditambahkannya, dalam menghidupkan kembali seni dan budaya daerah, Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Kabupaten Kupang pernah mengikuti ajang festival seni di tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Kabupaten Nagekeo belum lama ini. Dalam festival tersebut Dinas Kebudayaan menyertakan 16 perserta dan sanggar Haumeni dari Kecamatan Fatuleu yang membawakan tarian kreasi tradisonal.

“Bidang Kebudayaan dari Kabupaten Kupang terus memberikan perhatian khusus terhadap sanggar yang ada di Kabupaten Kupang dengan memberikan pembinaan dan pelatihan khusus dalam menghidukan kembali tarian tradisonal daerah,”katanya lagi.

Kepada peserta yang ikut lomba dalam festival kali ini, panitia akan menampung mereka pada satu penginapan agar kegiatan lebih terkosentrasi karena perlombaan akan berlangsung dari tanggal 18-20 Oktober 2017 mendatang.

Ketua komisi C DPRD Kabupaten Kupang Anton Natun kepada koran ini mengatakan, pemerintah melalui bidang kebudayaan harus melakukan pembinaan khusus kepada anggota sanggar seni dalam upaya melestarikan kembali budaya daerah baik melalalui lagu daerah maupun tarian tradisonal.

“Banyak seni dan budaya yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Pameran dan vestival seni dan budaya merupakan ajang bagi masyarakat untuk menunjukan kebolehan mereka sesuai potensi yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat,”kata Natun lagi.

Ia menyambut baik ketrerlibatan pihak sekolah dalam festival tersebut. Hal itu sebagai upaya mewariskan seni dan budaya kepada generasi penerus. “Masih banyak potensi seni dan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Namun, butuh perhatian pamerintah untuk melakukan pembinaan agar seni dan budaya tetap hidup dan berkembang seiring dengan peradapan manusia di masa kini,”demikian katanya. (teo/opi)

Click to comment

Most Popular

To Top