Bawang Merah Malaka Tembus Pasaran Timor Leste – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Bawang Merah Malaka Tembus Pasaran Timor Leste

SERTIFIKAT ; Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menerima sertifikat bawang merah berstandar internasional dari Staf ahli Kementerian Pertanian RI Bidang Infrastruktur, Ani Andayani pada acara launching ekspor bawang merah Malaka ke Timor Leste di Motamasin, Kamis (12/10).

Bupati Stef: Bukti Tanah Malaka Sangat Subur

BETUN, TIMEX-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka-Belu melalui pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Timor Leste melakukan ekspor bawang merah Malaka ke Timor Leste sebanyak 30 ton.

Kegiatan ekspor bawang merah Malaka-Belu sebanyak 30 ton itu dilaksanakan melalui acara launching ekspor bawang merah Malaka-Belu antara pemerintah RI-Timor Leste yang secara simbolis dilakukan oleh Staf ahli Kementerian Pertanian (Kementan) RI Bidang Infrastruktur, Ani Andayani yang ditandai dengan penyerahan 2 Kg bawang merah kepada Directoral General of Livestock Dan Veterinary, Joanita Bendita da Costa Dos Santos di titik nol batas negara RI-RDTL, PLBN Motamasin pada kamis (12/10).

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam sambutannya menjelaskan, komoditi bawang merah merupakan salah satu komoditi unggulan yang dikembangkan dalam program RPM kabupaten Malaka. Dalam tahun 2017 lahan yang diolah untuk pengembangan komoditi bawang merah seluas 50 hektar (ha). Dari luas lahan 50 ha tanaman bawang merah, saat ini lahan seluas 41,7 telah dilakukan panen dengan hasil panen bawang sebanyak 467 ton. Dan sisa lahan seluas 8,3 ha akan segera dipanen dengan perkiraan hasil panen bisa mencapai 90 ton.

“Ini bukti bahwa tanah Malaka itu sangat subur. Tanaman bawang merah ini ditanam tanpa pupuk dan insektisida namun hasilnya sungguh luar biasa. Rata-rata Per hektar mampu menghasilkan bawang merah hingga 11 ton dengan kualitas internasional,” ungkap bupati Stef.

Pemkab Malaka, kata Bupati Stef, ke depan akan terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi bawang merah, agar semakin tinggi di ekspor ke Timor Leste. “Melalui RPM kami akan terus berupaya dengan masyarakat, untuk tingkatkan produksi nilai ekspor,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan dengan berbagai dukungan yang
diberikan oleh Kementan akan membuat pmerintah dan masyarakat tergerak untuk mengembangkan pertanian di Malaka. Dirinya berharap kerja sama antar Pemerintah Kabupaten Malaka, (Indonesia) dan Timor Leste tetap terjalin dengan baik, demi kemajuan masyarakat Malaka. “Semoga ekspor ke Timor Leste itu terus berkembang pada masa-masa
mendatang. Ini bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

Hadir pada kegiatan tersebut, staf ahli Kementerian Pertanian RI Bidang Infrastruktur, Ani Andayani, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Wilybrodus Lay, Plt. Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, kepala Dinas Pertanian NTT Yohanes Tay Ruba, wakil ketua DPRD Devi H. Ndolu, Dandim 1605 Belu, Letkol. Czi. Nurdhin Adi Nugroho dan para pimpinan OPD lingkup Pemkab Malaka.

Sementara dari RDTL, dihadiri oleh Directoral General of Livestock dan Veterinary, Joanita Bendita Da Costa Dos Santos, Secretary General, Cesar Jose Da Cruz, Head of Departerment of Abattoir, Industry and Livestock Product Business, Carlos Antunes Amaral dan beberapa pejabat negara RDTL lainnya.

Usai lauching ekspor bawang merah secara simbolis, Staf Ahli Kementerian Pertanian RI Bidang Infrastruktur, Ani Andayani menyerahkan sertifikat kualitas bawang merah berstandart internasional kepada bupati Malaka dan Bupati Belu.

Ani mengatakan, bawang hasil produksi dari kabupaten Malaka dan Belu memiliki kualitas internasional sehingga dieksport ke RDTL. Untuk kerjasama eksport bawang merah dari hasil produksi di kabupaten Belu dan Malaka ditargetkan akan dilakukan ekport sebanyak 200 ton ke RDTL. Proses eksport akan dilakukan dalam beberapa tahap sesuai kesepatan dengan pihak inportir dari RDTL.

“Kita jual bawang merah ke RDTL dengan harga Rp.15.600 per Kg. Kita berharap, kedepan bukan hanya bawang merah yang akan di eksport ke RDTL, tetapi juga komoditi lainnya seperti jagung dan unggas,” ungkap Ani.

Sementara itu, Directoral General of Livestock dan Veterinary, Joanita Bendita Da Costa Dos Santos mengucapkan terima kasih atas inisiatif ekspor bawang merah ke RDTL yang digagas oleh pemerintah Indonesia. Ia mengatakan, kegiatan ekspor dari Indonesia bertujuan untuk membangun dan memberdayakan potensi yang berada di daerah perbatasan antar negara.

“Kedepan kita akan melakukan diskusi lebih mendalam antara kementerian pertanian RI dan kementerian pertanian dan perternakan RDTL untuk membahas beberapa kerjasama di bidang pertanian, perternakan dan kesehatan hewan. Kami berharap di waktu yang akan datang juga bisa melakukan ekspor ke Indonesia,” ungkap Joanita.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang batal menghadiri lauching ekspor bawang ke RDTL, karena mendampingi presiden Jokowi menyerahkan bantuan bibit rempah-rempah kepada petani di palembang. Melalui sambungan telepon, dirinya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah RDTL yang telah bersedia mengekspor bawang merah dari Indonesia. Kedepan, dirinya berharap kerjasama dengan negara RDTL bisa ditingkatkan.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan penandatangan Mou dengan pemerintah RDTL untuk pengembangan kerjasama di daerah perbatasan. Kita berharap, kebutuhan pangan negara RDTL bisa kita penuhi cukup dari kabupaten Malaka dan Belu. Kita akan memberikan harga yang kompetitif untuk semua komiditi pangan yang diekspor ke RDTL,” ujar Andi.(kr13/opi).

Click to comment

Most Popular

To Top